Vin Ijen Si Tokoh Jahat Dalam ‘Bisikan Gaib’

 Vin Ijen Si Tokoh Jahat Dalam ‘Bisikan Gaib’
Vin Ijen– foto dudut

JAYAKARTA NEWS— Wing Chun  adalah olahraga bela diri yang populer di Hong Kong. Yang memperkenalkan olahraga bela diri ini ke dunia film adalah Donny Yen. Dan di Indonesia, pesulap Deddy Corbuzier juga sempat mempuplerkan Wing Chun yang lebih mengandalkan kecepatan tangan kosong ini.

Vin Ijen (23 tahun), pendatang baru di dunia film, termasuk yang menggilai Wing Chun. Hampir tiap hari, tiada hari tanpa latihan olahraga bela diri ini.

Melihat tongkrongan dan perilaku sehari-harinya, bagi yang belum kenal pasti cepat menebak : pria ini adalah atlet bela diri.

Tak salah lagi. Sebentar lagi, Vin Ijen – yang tidak ada hubungan dengan Kawah Ijen – akan tampil di layar putih bertajuk ‘Bisikan Gaib’ garapan sutradara Tarmizi Abka. Dalan film produksi Tu7uh Rumah Produksi ini, Vin Ijen akan berperan sebagai tokoh antagonis bernama Karasu.

Vin Ijen– foto dudut

“Awal November ini, syuting akan dilakukan di Bangka Belitung dan Pelabuhan Ratu,” kata Vin Ijen kepada penulis sembari menunjukkan tubuh kekarnya.

Dia mengemukakan, harus bisa adaptasi dengan karakter Karasu yang jahat ini. “Saya paling suka seni peran Leonardo Di Caprio, Johnny Depp dan Jouaq In Phoenix, tokoh di Joker,” paparnya.

Terjunnya Vin Ijen ke dunia film juga harus melalui audisi. “Saya ditempa dan ditanya macam-macam oleh kak Tirta Siregar dan kak Andre Murtono untuk bisa lolos bermain di film ‘Bisikan Gaib’, Bahkan, saya sempat disuruh mendemonstrasikan sedikit gerakan bela diri Wing Chun,” jelas Vin Ijen yang sebelumnya belajar ilmu akting kepada Donny Adhitya.

Berkat latihan tekun Vin Ijen, ia sudah beberapa kali menjadi bintang untuk iklan tentang bahaya plastik. Dia juga tak pernah berpikir akan menjadikan seni peran sebagai darah dagingnya. Maklum, kakak dan adiknya mengikuti jejak ayahnya di dunia bisnis.

Terkenal bandel dan pemberontak semasa kecilnya namun cerdas dalam berpikir. Diam-diam, dia selalu menonton film bersama ibunya yang kala itu terkena parkinson (kini ibunya sudah wafat). Dan ketika ayahnya mendidik keras Vin Ijen agar mengubur dalam-dalam mimpinya di dunia hiburan dan mengikutinya ke dunia bisnis, Vin Ijen memberontak dan melawan.

Kini, ayahnya tak bisa apa-apa. Menyerahkan sepenuhnya pada kemauan anaknya yang minatnya ke dunia hiburan.

“Semoga kehadiran saya memberikan kontribusi untuk kemajuan dunia perfilman nasional,” tandas Vin Ijen mengakhiri obrolan santai ini. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *