Ustad Solmed Dirikan Gambus The Sulthans

 Ustad Solmed Dirikan Gambus The Sulthans

JAYAKARTA NEWS –  Dalam Ensiklopedi Musik karya Remy Sylado (Japi Tambayong), gambus disebutkan sebagai instrumen pipih menyerupai lute atau laute dengan bentuk badan resonansi mirip buah pir. Gambus terbuat dari kayu dan dawai ganjil, umumnya 7 utas.

Gambus sendiri berasal dari bahasa Afrika Timur dan Arab. Di Arab diberi nama Gopuz, sedangkan di Afrika Timur disebut Gabbus. Kemudian, dalam perkembangannya,  berubah menjadi orkes (Orkes Gambus). Corak musik yang mereka mainkan berkaitan dengan agama Islam.

Di tahun 50-an hingga 60an, Orkes Gambus yang terkenal adalah Chandra Lela dengan vokalis utamanya Alwi dan Oslan Husein. Lalu, di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar, bertumbuhan banyak Orkes Gambus.

Nama Orkes Gambus Kelana Ria dengan biduan Hussein Bawafie dan biduanita Djuhana Sattar tercatat paling rajin merekam lagu-lagu bercorak Gambus dan Melayu dalam piringan hitam (long play).

Nun di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Surabaya, pernah hadir dan eksis biduan Gambus tenar bernama Syeh Albar, yang tak lain adalah ayah rocker Ahmad Albar.

Memasuki dasawarsa 80, 90, 2000 hingga kini (2019), musik gambus boleh dikata hidup enggan mati tak mau. Memang, agak sulit mencari sebuah Orkes Gambus (yang benar-benar bergenre Gambus) di Jakarta.

Beberapa kali penulis mendapati Orkes Gambus, tahunya lebih bermain di jenis Orkes Melayu. Bahkan, belakangan, yang disebut Orkes Melayu juga sudah tercampur musik Dangdut. Kalau pun ada Orkes Gambus, mungkin bisa didapatkan di lorong sempit nan kumuh dan masuk gang-gang kecil.

Oleh alasan-alasan itulah, maka Ustad Soleh Mahmud (Solmed) Nasution baru-baru ini mendirikan Orkes Gambus The Sulthans.

“Pendiriannya istimewa, di rumah dan tempat latihan saya di jalan Musyawarah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pas didirikan sehari sebelum puasa Ramadan. Alhamdullilah,” ujar Ustad Solmed kepada penulis baru-baru ini.

Tujuan membangun Orkes Gambus adalah untuk membangkitkan kembali musik Gambus ke industri musik di Indonesia serta syiar Islam ke seluruh Nusantara.

“Ini cita-cita saya setahun yang lalu dan baru terlaksana tahun ini. Bulan Ramadan 2019, lumayan dapat job main di beberapa stasiun televisi swasta nasional dan di mal-mal,”  ungkap ayah tiga putra ini.

Ketika penulis menengok latihan mereka, tiga personel hadir, yaitu Didin, Gunawan dan Azis. Plus dua vokalis utamanya yaitu Delisa (dari Voice of Indonesia) dan Lia (dari Academy Dangdut of Indosiar).

Menyimak lagu-lagu yang disenandungkan Delisa dan Lia yang diiringi Orkes The Sulthans, ada nuansa campur sari : ya gambus, ya Melayu, ya pop dan ya rock.

Hal tersebut juga jujur diakui oleh Ustad Solmed. “Gambus The Sulthans kami namakan Gambus Milenial. Semua genre musik, mereka bisa membawakannya. Terserah pesanan pengunjung. Kalau di Orkes Gambus yang asli, kan ada akordeon dan flute (suling). Di sini, akordeon enggak ada. Yang ada gitar, keyboard dan drum. Jadi Gambus modernlah,” jawabnya.

Kenapa namanya The Sulthans, bukannya The Sulthans dan The Sulthanah? Kan ada vokalis ceweknya.

“Hahaha… Nama The Sulthans saya berikan, karena anak pertama saya bernama Sultan Mahmud Qusyairi, yang kini sedang belajar di pesantren,” papar Ustad Solmed tertawa.

Dan kenapa Ustad serta isteri Ustad, April Jasmine (mantan model) tidak ikut terlibat di panggung ?

“Kami berdua cukup mengawasi saja di balik panggung. Biar saya mengurusi umat dan April Jasmine merawat anak-anak kami,” tandas Ustad Solmed mantap. Oke, mainkan saja Ustad. [Ipik Tanoyo]

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *