Tol Terbilang, Sawah Hilang

 Tol Terbilang, Sawah Hilang
Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono. (kompas.com)

JAYAKARTA NEWS – Adalah lembaga riset IDEAS yang mengkritisi pembangunan jalan tol, tetapi menggerus lahan produktif. Akselerasi pembangunan jalan tol dan hingar bingar peresmiannya dalam empat tahun terakhir, menyimpan fakta tersembunyi: tergusurnya ratusan hektare areal lahan pertanian produktif di Jawa, terutama sawah.

Kabupaten yang kehilangan sawah terbesar dalam 5 tahun terakhir, tercatat adalah kabupaten yang dilalui proyek jalan tol Trans Jawa. Sejumlah daerah itu menurut data IDEAS adalah Banyuwangi, Bandung, Serang, Cirebon, Brebes, Sragen, Ngawi, Pemalang, Tegal, Nganjuk, dan Semarang.

Dengan rencana pembangunan jalan tol ke depan di seluruh penjuru Jawa, tidak hanya jalur utara namun juga jalur selatan, maka dampak jalan tol terhadap alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi sangat signifikan. Dengan panjang jalan tol direncanakan hingga 2.500 Km, maka dalam perhitungan konservatif – jangka pendek, konversi lahan pertanian dapat mencapai hingga 200 ribu hektare, setara dengan luas gabungan seluruh lahan sawah di Kabupaten Indramayu dan Karawang. Dalam jangka panjang, dampaknya akan jauh lebih besar lagi.

Terkait hal itu pula, IDEAS sedia menggelar hasil riset melalui kemasan #IDEASTalk dengan tema menarik, “Tol Terbilang Sawah Hilang, Harga Mahal Trans Jawa”. Acara itu sedia digelar Senin, 15 April 2019 di kantor IDEAS, Jl Legoso Raya 70, Ciputut Timur, Tangerang Selatan – Banten.

Acara itu menampilkan tiga pemapar riset, masing-masing Febby Meidawati, Siti Nur Rosifah, dan Fajri Azhari, dengan moderator Yusuf Wibisono yang juga Direktur IDEAS. Dalam acara tersebut, IDEAS juga akan membagikan buku Peta Kemiskinan. (*/rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *