Taranti VIII SMAN 3 Depok, Meriah

 Taranti VIII SMAN 3 Depok, Meriah
Salah satu peserta dari SMA Negeri Cibinong (SMAVO) yang menjadi juara ke-3 kategori ratoeh jaroe, Taranti VIII, 2019. (foto: elty)

Jayakarta News – Animo Taranti makin besar saja dari tahun ke tahun. Taranti atau Traditional Dance and Ratoeh Jaroe Competition in Smanti adalah kompetisi tari tradisional dan tari ratoeh jaroe (tari saman untuk perempuan) yang secara rutin diselenggarakan OSIS SMA Negeri 3 Depok, Jawa Barat. Sabtu (31/8/2019), Taranti VIII berlangsung meriah.

Peserta kompetisi datang dari SMP dan SMA se-Jabodetabek. Sedangkan, SMAN 3, sebagai penyelenggara, sejak awal memposisikan diri sebagai penyelenggara. Karenanya, tidak mengikutsertakan penari-penarinya dalam ajang kompetisi tahunan ini.

Pendaftaran bisa dilakukan melalui email. Setiap peserta, dikenakan biaya pendaftaran antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000, sedangkan untuk kategori tim, dikenakan tambahan biaya Rp 50.000. Selain menggalang sumber dana dari pendaftaran, OSIS SMAN 3 Depok juga melakukan kegiatan bazar di sekolah.

Sri Handayani, guru ekskul tari SMAN 3 Depok. (foto: elty)

Kegiatan ini di bawah asuhan Sri Handayani, guru pembina ekstra kulikuler bidang seni tari SMAN 3 Depok. “Dua tahun saya mengajar eskul di SMA3, langsung kami adakan event Taranti. Itu artinya, saya sudah 10 tahun mengajar di SMAN3 Depok, karena tahun ini adalah Taranti yang ke-8,” ujar Sri Handayani.

Ia berharap, ajang kompetisi tari tradisional Taranti ini bisa terselenggara setiap tahun. Terlebih, kreativitas para peserta meningkat dari tahun ke tahun. Kompetisi dibagi ke dalam beberapa kategori, antara lain tari tradisional tingkat SMP, tari tradisional tingkat SMA, dan tari ratoeh jaroe (saman perempuan) tingkat SMA.

Ada empat persyaratan utama yang harus dipatuhi peserta. Pertama, untuk kategori tari tradisional, haruslah berupa tari tradisional kreasi (bukan paten). Kedua, setiap tari tradisional terdiri dari 5 – 9 peserta per tim. Ketiga, khusus peserta kompetisi tari Ratoeh Jaroe, maksimal 17 peserta per tim. Keempat, tiap peserta hanya diperbolehkan mengirim dua tim per kategori.

Pemenang I, II, III masing-masing mendapat piala dan uang pembinaan Rp 1,5 juta, Rp 1,2 juta, dan Rp 1 juta. Ditanya tentang biaya penyelenggaraan, Sri Handayani memperkirakan sekitar Rp 30 juta. “Semoga Taranti tahun-tahun mendatang lebih semarak,” harapnya. (elty)

Peserta Taranti VIII dari SMA 2 Cibinong (SMAVO), yang mengikuti kategori tari tradisional dan ratoeh jaroe. (foto: elty)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *