• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Taman Topi Menghitung Hari

Taman Topi Menghitung Hari

November 18, 2019
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 25, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Taman Topi Menghitung Hari

by admin
November 18, 2019
in Feature, Traveling
1
Taman Topi Menghitung Hari

Tourist Information Center, Taman Topi Bogor. (foto: aliefien s)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jayakarta News – Entah berapa lama saya tak sambangi Taman Topi. Tempat ini walau hanya bisa merasakan es doger, es duren dan batagor rasanya sudah sah main-main ke Kota Bogor. Perjalanan ‘kangen’ pun dilakukan Selasa 12 November 2019 lalu.

Setibanya di stasiun Bogor, waktu masih menunjukkan pukul 09.00 pagi, masih bisa sarapan rupanya. Melewati jejeran gerai sebelum menuju tap ke luar, tulisan “19.500 gratis teh” menggugah untuk dihampiri.

Masuk ke gerai yang lumayan luas ini tersadar bahwa selama ini saya belum pernah makan di tempat yang menawarkan satu harga untuk berbagai jenis makan berat. Begitu mengucap soto ayam campur satu, tak lebih dua menit, semangkuk soto Lamogan menggugah selera sarapan saya. Sambal dan jeruk nipis ambil sendiri.

Harga Rp19.500 tak mahal namun juga tak murah. Saat ini boleh dibilang menu makan berat di warung padang atau sekelas warung nasi lainnya sudah lumrah dengan harga segitu. Rasa syukur menjadikan kuah soto dengan perasan jeruk nipis dan sambal membuat lupa persoalan hidup. Nikmat.

Langit di Bogor seolah tak mau kalah dengan kuah soto yang panas, matahari pun melaksanakan tugasnya bersinar dengan teriknya. Niat untuk ke Taman Topi harus disegerakan. Ketika mulai masuk Taman Topi, ada yang berbeda dari biasanya. Muram adalah sambutan saat menginjak kembali Taman Topi. Ada apa gerangan? 

Menu Rp 90.500 gratis teh di taman Topi Bogor. (foto: aliefien)

Riwayatmu kini

Mendengar Taman Topi akan berganti wajah cukup membuat syok warga yang biasa menyambangi sarana rekreasi favorit di Kota Bogor ini. Bukan saja para penghuninya yang biasa berjualan atau menjajakan jasanya yang sedang galau menanti akan seperti apa Taman Topi kedepannya.  Kini, masyarakat khususnya warga Kota Bogor juga pnenasaran apa yang bakal menimpa Taman Topi pada akhir 2019 ini.

Seperti diketahui orang nomor satu di Kota Bogor, Bima Arya medio Juli 2019 lalu mengatakan Taman Topi akan diubah menjadi ruang terbuka hijau sebagai alun-alunya Kota Bogor yang akan dimulai perombakannya pada Desember 2019. Kabar inilah yang menjadikan apa yang ada di Taman Topi seolah mati segan hidup tak mau.    

Apalagi pergantian tahun tinggal beberapa waktu lagi. Dan memasuki bulan Desember yang tinggal hitungan hari ini menjadi penantian yang menyiksa. Kegamangan pun tergambar pada orang-orang yang sudah puluhan tahun menjadi penghuni Taman Topi Bogor, salah satu tujuan wisata kuliner dan rekreasi favorit keluarga (1975-2019) ini.

Senyum getir itu terlihat jelas dari wajah Topik penjual es duren yang sudah berjualan selama 20 tahun di Taman Topi. Seolah ingin berkata apakah es durennya akan menjadi kenangan? Hal itu pula yang membuat Topik gusar. 

Pria asal Cirebon ini berkisah suka duka berjualan di area Taman Topi.  Jauh sebelum booming  penggunaan duren sebagai minuman dan makanan, Topik dan bapaknya sudah menjadikan duren sebagai isian rasa es krimnya dan menjualnya di Taman Topi sejak 1980-an.

Kemudahan mengakses Taman Topi membuat ramai pengunjung, jualan es duren Topik pun laris manis. “Kalau akhir pekan bisa bawa pulang sampai Rp1 juta. Kalau hari bisa antara Rp400.000-Rp500.000,” ucap Bapak dua anak ini dengan senang, Selasa (12/11/2019).

Es krim duren yang terkenal di Taman Topi. (foto: aliefien s)

Seiring berjalan waktu, masa jaya Taman Topi berangsur meredup terlebih saat terjadi pembenahan tata kota Bogor. Berawal dari kemacetan yang terjadi di depan pintu masuk atau patung Plaza Kapten Muslihat Taman Topi membuat aparat berwenang Pemerintah Kota Bogor membuat pagar di tengah jalan sebagai penghalang masyarakat untuk menyebrang sembarangan dan hanya bisa menyebrang di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang tersedia.

Topik menilai dengan adanya pagar di tengah jalan tersebut membuat orang malas menggunakan JPO dan akhirnya lambat laut banyak pembeli es duren langanannya menjadi berkurang. Hal itu sudah berlangsung hampir tiga tahun belakangan ini. Namun penurunan omzet yang drastis menurut Topik terjadi saat kontrak pengelola Taman Topi dengan Pemerintah Kota Bogor berakhir Desember 2018 silam.

“Sekarang untuk mendapatkan Rp200.000 sehari susah. Semakin sepi sekarang ini. Apalagi kebersihan Taman Topi juga tidak seperti dulu lagi,” lirih Topik. Topik tak tahu lagi ia harus bagaimana. Sementara waktu terus berjalan, mau tidak mau dirinya hanya bisa memanfaatkan waktu sebelum Desember ini. Harapannya pedagang seperti dirinya diakomodasi oleh Pemerintah Kota Bogor meski nantinya Taman Topi sudah tak ada lagi.

Desember pun menjadi tanya besar bagi orang-orang yang juga mendiami Taman Topi seperti Herman. Herman seorang pemandu wisata yang kerap bermarkas di gerai Tour Information Center  juga sudah mengetahui Taman Topi dalam waktu dekat akan mejadi kenangan. Herman yang sudah melang melintang 29 tahun memandu wisatawan asing ini hanya menunggu waktu saja.   

Pada kesempatan sama Herman menceritakan keberadaan gerai informasi wisata di Taman Topi yang telah berjasa banyak  bagi Herman. Berawal dari suka mengunjungi Kebun Raya hingga kini ia menjadi pemandu wisata, gerai yang di Taman Topi itulah saksi bagaimmana ia mengawali menjadi pemandu wisata.

Menurut Herman perubahan situasi dan kondisi hanya perlu disikapi dengan semangat bekerja lebih baik lagi. Herman menyebut dirinya pun pernah merasakan masa sibuk sebagai pemandu wisata  yakni pada masa sebelum 2013. Ia membandingkan saat itu sehari bisa mengantar tamu asing hingga 40 orang. Sementara lima tahun belakangan ini untuk mengantarkan tamu yang mau jalan-jalan sehari dua orang saja susah bukan kepalang.

Zaman yang berubah diakui Herman sebagai salah satu faktor peminat jasanya terjun bebas. Dahalu orang masih butuh mobil dan butuh pemandu wisata untuk menuju destinasi wisata. Zaman now semuanya bisa dilakukan sendiri melalui gawai. Dengan internet semuanya jadi mudah.

Herman masih tetap bersyukur gempuran teknologi canggih tersebut tak membuat orang asing berkurang menggunakan tenaganya. Terbukti, Herman berterus terang 90 persen yang masih menggunakan jasanya menuju lokasi wisata adalah orang asing.

“Memang kalau bawa tamu lokal bingung juga mau jelaskan apa. Semuanya mereka bisa akses informasinya. Jadi untuk tamu lokal kita sekarang lebih ke fasilitator saja. Kita siapkan sarana prasarananya,” ungkap Herman yang sering mengantarkan turis dari Belanda menuju destinasi alam Bogor seperti Gunung Salak.

Bagi Herman, Taman Topi ada atau tidak ada lagi, dirinya akan mengikuti kemana nasib membawanya. Jika masih ada tempat seperti Tour Information Center ini ia akan tetap menawarkan jasanya untuk mengantarkan pelancong ke pelosok Bogor. “Saya siap antar ke seluruh tempat wisata,” ujarnya. (aliefien s)

Tags: jayakartanewstaman topiwisata bogor
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version