SPN Polda Kepri, Buah Lobi Kelas Tinggi

 SPN Polda Kepri, Buah Lobi Kelas Tinggi

SEKOLAH Polisi Negara Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (SPN Polda Kepri) dapat dikatakan istimewa. Usianya memang masih bau kencur. Masih balita, malah.

Inilah SPN di Indonesia yang semenjak mulai beroperasi pada 4 April 2016, dengan mengambil lokasi di Tanjung Batu, Pulau Kundur, Kepri, dijalankan secara mandiri, belum mengganggu APBN dari Mabes Polri. Inilah hasil lobi yang dilakukan dengan piawai oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Sam Budigusdian, MH. Dengan membangun komunikasi dan silaturohmi yang baik dengan seluruh stake holder di Kepri, baik dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kepri, Kota dan Kabupaten serta kalangan pengusaha, SPN bisa dioperasionalkan.

“Sampai sekarang masih dijalankan secara mandiri, belum menggunakan dana APBN,” kata Kepala SPN Kombes Pol Octo Budhi Prasetyo, SIK saat ditemuai di kantornya di Tanjung Batu.

Menempati area 16,8 hektar, fasilitas bangunan SPN memanfaatkan bekas gedung Mako Polair Ria, yang tidak dimanfaatkan. Untuk merehabilitasi gedung tersebut, digandenglah Pemprov Kepri dan pemerintah Kab/Kota di wilayah Kepri. Barak-barak dinamai Polres masing-masing yang mengkoordinir rehabilitasi  sampai dengan dapat dimanfaatkannya barak tersebut, baik untuk peserta didik maupun tenaga pendidiknya (gadik).

Angkatan pertama 2016, SPN mendidik 200 peserta yang masing-masing berasal dari Polda Kepri sebanyak 77 orang dan titipan Polda Metro Jaya sejumlah 123 orang. Untuk angkatan kedua, seluruh peserta sudah berasal dari Polda Kepri saja.

Namanya juga satker baru, kebutuhan staf baik struktural maupun pendukungnya, belum lengkap. Dari kebutuhan personel yang standar, sejauh ini baru diisi 30 persennya. Posisi Waka SPN misalnya, masih kosong. Beberapa posisi jabatan lainnya, juga belum terisi. Mungkin ada kaitannya dengan posisi Tanjung Batu, yang bagi sementara orang kurang menarik.

“Kalau yang suka dugem, pasti nggak suka kalau ditempatkan di sini.Saya merasa nyaman di sini, karena udara segar, tidak ada polusi. Nggak stres seperti ketiak bertugas di Ciputat dulu,” kata Octo.

Seperti SPN lainnya, SPN Polda Kepri juga menyelenggarakan Program, Pelatihan (Prolat). Apa dan bagaimana pendidikannya, mengacu pada kebijakan Mabes Polri. Untuk bagian satu ini, Octo punya harapan, agar satker yang mengirim perserta Prolat, sesuai dengan pelatihan yang diadakan. “Kalau mengirim personel yang tidak sejalan dengan program tersebu, sepulang dari sini ya tidak dapat dimanfaatkan. Jangan salah kirim, sayang waktu dan anggarannya,” kata Octo.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *