Sop Kaki Kambing yang Sedap Betul

 Sop Kaki Kambing yang Sedap Betul
Kedai Sop Kaki Kambing Vino Kumis di Jl Raya Sawangan Depok, segala rasa tak kalah dengan sop kaki kambing Mekarsari di kawasan Roxy. Foto: Roso Daras

SIAPA bilang sop kaki kambing hanya ada di Roxi, Jakarta Barat. Menu masakah khas Jakarta ini memang, pada awalnya, marak sebagai menu tenda di kawasan Roxi. Dari mana pun, para pecinta kuliner sop ber-susu ini, harus meluangkan waktu dan bertekad baja menembus kemacetan menuju kawasan sop kaki kambing yang paling kesohor. Setidaknya, dulu.

Setelah itu, tenda sop kaki kambing bercokol di seantero kota, bahkan melebar sampai ke kawasan pinggir. Anda warga Bekasi bisa menuju kedai sop kaki kambing di Jalan Patriot atau di Jalan Jatiasih. Bagi Anda warga Tangerang, bisa ke resto sop kaki kambing “Dudung Roxy” di bilangan Summarecon, Jl Bulevar Gading Serpong, atau di sop kambing Bang Torik di Perumnas 2 Karawaci. Bagaimana yang tinggal di Depok? Ada beberapa lokasi, tapi yang mendekati kelezatan kedai “Mekarsari” di Roxy hanya sop kambing Vino Kumis, di Jl Sawangan Raya, Pancoran Mas, Depok.

Di kedai Vino Kumis, paduan bumbu seperti daun salam, geprekan jahe, kayu manis, cengkeh, pala, dan lada bubuk, sangat pas. Kenapa semua bumbu itu harus disebut? Antara lain, karena syarat enaknya kuah sop kaki kambing memang harus ada unsur-unsur bumbu tersebut. Persoalannya, bagi Anda penggemar sop kaki kambing, tentu tidak jarang mendapati salah satu bumbu yang terasa dominan. Entah cengkehnya, entah pala yang dominan, jahe yang menyengat, atau kebanyakan daun salam, bahkan lada yang terlalu menyengat.

Nah, menyerasikan porsi bumbu, membutuhkan kepiawaian sang juru racik bumbu atau juru masak. Jika aneka bumbu tadi tertakar dengan pas, maka satu persoalan sudah selesai. Soal berikutnya adalah porsi susu dan minyak samin. Anda pasti setuju, tidak jarang sop kaki kambing “rasa susu”. Itu karena terlalu banyak susu. Atau sop kaki kambing, yang sangat berlemak, karena kebanyakan memasukkan minyak samin.

Syahdan, juru masak sop kambing Vino Kumis di Jalan Sawangan, Depok sangat pas meracik semua bumbu, dan menyajikannya dalam semangkuk sop kaki kambing berbanderol Rp 25.000. Bukankah lidah manusia bersifat universal? Artinya, jika sepuluh orang makan menu yang sama, dan lebih dari delapan memberinya nilai 10, maka hampir bisa dipastikan, sajian itu memang enak. Begitulah gambaran sop kaki kambing Vino Kumis.

Indikasi konsistensi rasa adalah, terletak pada berkembang-tidaknya kedai tersebut. Kedai Vino Kumis, sebelumnya mengkal di pinggir jalan, seberang Komplek BDN, Jl Raya Sawangan, tak jauh dari tempat mangkal sekarang. Nah, kurang lebih setengah tahun yang lalu, mendadak kedai tempat biasa mangkal, gelap. Ternyata, Vino sudah pindah ke tempat yang lebih permanen. Menempati bangunan tak kurang dari 3,5 x 12 meter, mereka jelas “naik kelas”. Bukankah itu bukti sukses? Ukuran sukses bagi penjual kuliner apa lagi kalau bukan rasa yang enak, dan berhasil mengikat pelanggan tetap. Sop kaki kambing Vino Kumis, memang sedap. Sedap betul. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *