Shaggydog Incar Inul

 Shaggydog Incar Inul

MENYEBUT nama Shaggydog, berarti memanggil sebuah band beraliran ska dari Yogyakarta. Band yand dibentuk 1 Juni 1997 ini, berdomisili di Sayidan, sebuah kampung yang terletak di pinggir sungai kota pelajar tersebut.
Uniknya, jenis musik yang mereka tampilkan di panggung dan rekaman adalah ‘doggy style music’, yaitu perpaduan antara beberapa unsur musik ska, reggae, jazz, swing dan rock. Seperti ketika Shaggydog unjuk diri di Prambanan Jazz Festivan di hari pertama, mereka meramu berbagai genre musik.
“Kami dipengaruhi oleh band-band dari mancanegara, seperti Cherry Poppin Daddies, Hepcat, Song Beach Dub Allstars dan Bob Marley,” lontar Heru. Personel lain yaitu Richard, Raymond, Bandizt, Lilik dan Yoyo mengiyakan pernyataan Heru.
Meski bergenre berbeda, namun Shaggydog berniat mengincar pedangdut Inul Daratista. Shaggydog ingin berkolaborasi dan jam session (main sepanggung) dengan Inul.
“Musik kita sama. Sama-sama mengajak penonton bergoyang, ngedance dan berjoget,” timpal Heru yang mengaku baru sekali Inul sewaktu bersama menggelar konser musik di sebuah kota.
“Kita sempat bertemu mbak Inul, tapi belum ngomongin kolaborasi,” imbuh Heru lagi.
Heru lebih jauh memaparkan, dunia musik akan dijadikan mata pencaharian bagi dirinya dan lima personel lainnya.
“Kita sempat diundang tampil di negeri Belanda, Amerika dan Australia. Ini berkat musik,” ungkapnya.
Di sisi lain, Shaggydog berniat mempromosikan nama Indonesia di luar negeri. “Khususnya Jogjakarta, kami selalu menyuguhkan gimmick-gimmick spesial di panggung. Jogja adalah second destination bagi dunia pariwisata kita setelah Bali. Makanya, lewat musik ska inilah, kami akan terus berkarya, bermusik dan berlagu,” kata Heru yang melejit namanya lewat tembang ‘Sayidan’.
Ditanya, kesan-kesan apa selama unjuk kebolehan di halaman Candi Prambanan dalam konser Prambanan Jazz ?
“Wah,,, enggak terkira senangnya… kami bangga bisa tampil di PJF. Tahun depan, boleh Shaggydog diajak lagi dong…ini sebuah pergelaran terbesar dan terlama yang pernah dihelat di Jogjakarta,” tandas Heru mantap.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *