Rusdi Kirana, dari Watimpres Kini Dubes di Malaysia

 Rusdi Kirana, dari Watimpres Kini Dubes di Malaysia

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kelana.

DI KALANGAN  dunia usaha, nama Rusdi Kirana, bukanlah nama yang asing. Pria kelahiran Cirebon, 53 tahun lalu itu, adalah pendiri Lion Air, perusahaan penerbangan swasta bertarif murah (low cost). Lion Air Group yang dipimpinnya, kini antara lain membawahi Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air dan Thai Lion Air.

Sukses sebagai pengusaha, pada 12 Januari 2014, Rusdi masuk politik, dengan menjadi Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Belum genap dua tahun menjadi pengurus PKB, Rusdi Kirana dipilih oleh Preside Joko Widodo (Jokowi) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), sejak 19 Januari 2015.

Namun, lagi-lagi belum genap dua tahun menjadi Watimpres di pemerintahan era Jokowi – JK, Rusdi Kirana, Kamis (18/5) siang, masuk salah satu Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk negara sahabat yang dilantik Presiden Jokowi. Rusdi Kirana, dilantik sebagai Dubes untuk Malaysia.

Rusdi Kirana diwawancarai wartawan usai dilantik DPR.

 

Usai dilantik, Rusdi berjanji akan memprioritaskan penanganan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik legal maupun illegal, terutama tenaga kerja wanita (TKW) yang jumlagnya sangat banyak di negara tersebut. “Salah satu keinginan saya dari dulu yakni Menjadi Dubes di Malaysia. Saya tahu tidak mudah. Tapi justru saya terpanggil untuk mengurusi bukan hanya TKI ilegal saja, tapi semua tenaga kerja wanita. Mengapa? Tidak ada siapapun di dunia ini yang menginginkan anaknya bekerja di luar negeri, terutama sebagai tenaga kerja non formal,” papar pendiri Lion Air Group ini.

Salah satu gagasan Rusdi yakni Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) akan mencoba mendidik mereka di Malaysia, dan dihubungkan dengan bank pendanaan. Lalu, mereka dilatih membuat usaha kecil menengah, dan pemerintah akan membantu distribusinya maupunn penjualan produk tersebut.

Rusdi mengaku dirinya memang sengaja meminta agar ditempatkan sebagai Dubes RI di Malaysia, sebagaimana yang disampaikan kepada Buya Syafeii Maarif (saat itu, sebagai Ketua PP Muhammadiyah), pada 2003 lalu. “Ketika itu, saya bilang kalau suatu hari saya mau mengurusi tenaga kerja wanita karena bagi saya sekali lagi itu hal yang terpaksa dilakukan oleh keluarga untuk mencari nafkahnya. Itu salah satunya,” papar Rusdi Kirana lagi.

Menurut Rusdi Kirana, warga Indonesia yang bekerja di Malaysia, jumlahnya cukup banyak. Dengan kondisi demikian, banyak masalah muncul. Karena itu, Rusdi mengaku ingin membantu WNI yang bekerja di Malaysia yang terkena masalah. Nantinya, tambah Rusdi, KBRI di Malaysia mau mencoba membuka balai latihan supaya para tenaga kerja itu sebelum kembali ke Indonesia, balik dia karena karena ada masalah atau sedang menunggu administrasinya, coba dilatih, sehingga harapannya mereka kembalii ke Indonesia tidak berpikiran untuk kembali ke Malaysia. “Kami ingin mereka membuka usaha kecil atau UKM,” cetusnya.

Guna merealisasikan gagasannya ini, Rusdi mengaku, dirinya telah berbicara dengan Bank BRI untuk memberikan pendanaan. Sementara Lion Group mau menjamin mereka dari pembayaran pinjaman mereka. Untuk pemasaranya, akan dibantu. Kini,, pihaknya telah membuat pusat UKM di Manadp, yang jumlah wisatawannya terus meningkat akhir – akhir ini. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *