Rerie: Apapun Garis Politiknya, Bangun Indonesia dengan Landasan Pondasi Kebangsaan

 Rerie: Apapun Garis Politiknya, Bangun Indonesia dengan Landasan Pondasi Kebangsaan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)/foto: har

JAYAKARTA NEWS— Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mengajak semua mengambil peran dan tanggungjawab sesuai dengan lahan pengabdiannya dengan mendasarkannya pada pondasi kebangsaan.

Dengan demikian, apapun garis dan warna politik elit dan tokoh yang saat ini yang memiliki pengaruh dan memegang jabatan penting di negara ini, tidak akan keluar dari nilai-nilai dan kepentingan bangsa dan negara.

“Jadi kalau tadi semua partai memiliki elit atau tokoh yang berasal dari ILUNI. Nah, inilah saatnya kita menyampaikan kembali kepada publik bahwa UI dan ILUNI itu adalah rumah besar untuk semua,” ucap Rerie di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/6/2022).

Penegasan disampaikan Rerie dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI dengan tema ‘Reinvensi ke-Indonesia-an Kita, Kepemimpinan, ke-Indonesia-aan dan Patriotisme dalam Indonesia Pascapandemi’.

Selain Rerie, acara juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI lainnya, Arsul Sani, Ketua Ikatan Alumni Universitaa Indonesia (ILUNI) Andre Rahardian, jajaran pengurus ILUNU, civitas akademika UI, para mahasiswa UI.

Rerie menambahkan, upaya menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan harus terus dilakukan karena kehidupan bernegara selalui diwarnai masalah dan tantangan yang selalu muncul.

Masih segar dalam ingatan semua pihak sambung dia, tentang adanya polarisasi di masyarakat pasca Pemilu 2019 yang pengaruhnya sangat besar dalam sendi-sendi bernegara bahkan masuk dalam kehidupan kampus.

“Polarisasi yang terjadi juga sampai terjadi di kampus. Nah, yang ingin kami ajak, kami dudukan dan kami kembalikan adalah bahwa kami ingin mengajak semua mengambil peran mengambil posisi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai warga negara dengan dasar pondasi kebangsaan untuk Indonesia. Apapun garis politiknya,” ujarnya.

Rerie mengingatkan bahwa meskipun ada perbedaaan, tetapi sebenarnya semua ada di dalam satu rumah besar negara Indonesia. Oleh karena itu, perbedaan pikiran dan pandangan yangada harus disatukan untuk kemudian membangun Indonesia dengan landasan pondasi kebangsaan tadi.

Dan yang pasti, tegas menekankan bahwa ILUNI sebagai organisasi tidak dijadikan sebagai alat untuk mencari kekuasaan. “Inilah pesan yang ingin disampaikan. Pada ada sesi diskusi yang dipandu Pak Arsul (Arsul Sani) jelas yang dikedepankan adalah menyampaikan pikiran-pikiran untuk merajut kembali kebangsaan kita,” tegas politisi dari Partai NasDem ini.***/din

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.