Pinkan Mambo Come Back

 Pinkan Mambo Come Back

pingkan mambo–foto ipik

Pingkan Mambo–foto ipik

JAYAKARTA NEWS— Duo Ratu? Pasti kenal Maia Estianty dan Pinkan Mambo yang ngetop lewat lagu ‘Buaya Darat’ dan ‘Teman tapi Mesra’. Lama nian Pinkan Mambo (39 tahun) menghilang dari rimba permusikan.

Tahun ini, Pinkan akan come back sebagai penyanyi single. Ia akan unjuk diri dalam perhelatan ‘Mandiri I See Festival  2019’ yang dihelat di Gelora Bung Karno (GBK), 27 September hingga 6 Oktober 2019.

Kemana saja selama ini ?

“Saya membesarkan 6 anak saya. Walau enggak tampil di konser-konser musik terbuka, namun saya sekali-sekali masih menyanyi di kafe, pernikahan dan launching produk,” ujar Pinkan kepada penulis. Kala itu, dia mengenakan kruk.

“Ini akibat saya menabrak pohon. Syaraf kedua tangan saya terjepit. Waktu itu, saya sedang nyetir mobil sangat kencang. Semoga pas tampil nanti di GBK, saya bisa menyanyi tanpa bantuan tongkat penyangga lagi,” jawab Pinkan ramah.

Tampil solo sendiri di panggung, kenapa enggak sama Maia Estianty menghidupkan lagi Duo Ratu ?

“Duo Ratu kan formasi personelnya berubah-ubah. Setelah sama saya, kemudian sama Mulan Jamila dan terakhir sama May Chan. Dan kemudian May Chan juga mengundurkan diri sehingga Maia sudah enggak mau lagi tampil duet dan lebih menyibukkan diri di bisnis karaoke,” ungkapnya.

Pingkan Mambo–foto ipik

Kan fans Ratu berharap ada reuni ?

“Sudah enggak mungkin lagi. Kalau biduan (penyanyi cowok) dan band cowok, bisa. Sebagai perempuan, kalau sudah menikah, ya punya anak, membesarkan anak, memberikan ASI dan lain-lain. Itu kodratnya. Tapi saya sebagai solois berusaha seoptimal mungkin memuaskan fans fanatik saya dengan lagu-lagu saya seperti ‘Kasmaran’, ‘Kekasih yang Tak Dianggap’ dan lagu-lagu lain,” jelas Pinkan.

Ini adalah penampilan come back-nya yang pertama setelah lama istirahat. Dalam perhelatan kolosal di empat panggung itu, akan unjuk diri banyak band dan biduan/biduanita, juga band-band indie. Seperti Coklat, Jason Ranti, Endah n Rhesa, Iwa K, Kelompok Penerbang Roket, Dead Squad, Siti Badriah, Ahmad Albar dan band dari Papua, Cassowary.

“Sasaran utamanya adalah ‘Kita Galang Persatuan’. Sebagaimana kita tahu, Beberapa minggu lalu, kita nyaris terbelah akibat kerusuhan di Malang dan Papua. Nah, melalui acara ini, kita dipersatukan oleh musik dan budaya,” kali ini yang bicara Harry ‘Koko’ Santoso, kreator dari Deteksi Production.

“’I See Festival’  merupakan festival out door pertama dan terlama (10 har)  di Indonesia. Dengan konsep ‘international creative culture outdoor festival’, yang menghadirkan beragam fitur, antara lain produk kreatif, kuliner, kegiatan luar ruang, travel, olahraga dan pameran budaya dari dalam dan luar negeri yang dapat menjadikannya sebagai salah satu pilihan destinasi keluarga.

Mengusung tema ‘Experience the Ambience’ yang menghadirkan beraneka produk dari produk-produk kreatif dan aktivitas untuk keluarga.

I See Festival diartikan sebagai ‘saya datang untuk melihat festival’ yang artinya menjadi ajakan bagi publik untuk datang dan berkunjung di pameran akbar ini. Juga di sini ada festival durian dan fun climbing serta skate board area. Tapi karena saya baru pulih dari tabrakan, ya saya harus menjaga diri dan kesehatan saya,” tandas Pinkan Mambo mengakhiri perbincangan serius tapi santai ini. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *