Ditolak di Negeri Sendiri, ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Terpilih Ikut Academy Awards 2020

 Ditolak di Negeri Sendiri, ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Terpilih Ikut Academy Awards 2020

Film Kucumbu Tubuh Indahku’–foto istimewa

Foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Film penuh kontroversi – terakhir, di Semarang didemo dan ditolak ormas agama –  bertajuk ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ garapan sutradara Garin Nugroho terpilih mewakili Indonesia ke Academy Awards 2020 di Amerika atau yang lebih dikenal dengan Oscar.

Film tersebut dipilih oleh 13 anggota Komite Seleksi  Film Indonesia yang difasilitasi oleh Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film)  Kemendikbud, belum lama ini.

Komite Seleksi secara sepakat memilih ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ dari 2 film lain yang dinilai tim seleksi 92nd Oscars International Feature Film Award. yaitu ‘Ace Maryam’ (Robby Ertanto Soediskam) dan ’27 Steps of May’ (Ravi Bharwani). Ajang tersebut sebelumnya bernama The Oscars Language Film (Film Berbahasa Asing Terbaik).

“Keputusan Komite Seleksi termasuk berani. Maklum, ini isunya sensitif,” ujar Garin Nugroho.

Salah satu adegan film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’–foto istimewa

Garin Nugroho menegaskan, konsep kultural diversity sudah saatnya dilaksanakan dan digaungkan terus menerus di seluruh Indonesia. Karena kekerasan dan persekusi atas diri individu atau atas diri manusia sudah saatnya dibuang jauh. Kalau kita tidak melaksanakan hal tersebut, kita akan terpecah belah menjadi bangsa yang tersudutkan dan melanggar HAM (Hak Asasi Manusia).

Dikemukakan, tubuh kita menyimpan memori atau ingatan. “Dan ini menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma-traumanya tersendiri, yang bukan hanya personal, tapi juga merupakan representasi sosial politik yang dialami seorang individu,” ungkap Garin Nugroho yang pernah membuat film biopic tentang Soekarno.

Ihwal disebut kontroversi karena Garin menampilkan tema berani LGBT (lesbian, gay, biseks dan transgender), hingga saat film ini diputar di beberapa bioskop seperti di Depok dan di Sulawesi, muncul petisi penolakan dari beberapa ormas agama, bahkan mereka memboikot penayangannya.

Toh film ini tayang perdana di Venecia Film Festival ke 75 dan meraih penghargaan Venice Independent Film Critic 2018 dan menggaet sebagai film terbaik di Festival Des 3 Continents Awards serta di Asia Pacific Screen Awards. Ditotal, ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ meraih penghargaan lebih dari 30 festival film di luar negeri.

Christine Hakim selaku Ketua Komite Seleksi menuturkan bahwa 13 anggota Komite Seleksi sepakat meloloskan film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ sebagai wakil RI ke Oscar. “Film garapan Garin Nugroho itulah yang paling pas dan bertema kearifan lokal yang pantas dikirim ke Oscar. Film tersebut bercerita tentang kemunafikan dan percintaan seorang penari lengger dari Banyumas bernama Juno yang ‘tubuh’nya disenangi dan digilai banyak lelaki, dari oom-nya, warok, petinju tampan sampai calon Bupati. Ceritanya  sangat membumi dan Indonesia sekali,” kata Christine Hakim.

Firman Bintang, Ketua Pelaksana Seleksi Film Indonesia untuk Oscar sekaligus Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengatakan selama penyelenggaraan Oscar, film Indonesia belum bisa berbicara banyak. Dari ‘Denias : Senandung di Atas Awan’, ‘Tjoet Nyak Dhien’, ‘Turah’ dan terakhir ‘Marlina’, Indonesia selalu gagal dan tidak pernah masuk nominasi.

“Ke depannya perlu dibentuk Komite Khusus Oscar. Komite ini bekerja untuk pembuatan film khusus yang akan diikutsertakan dalam ajang Oscar atau festival film lainnya. Disamping itu, penting adanya figur di bidang pemasaran film Indonesia di ajang Oscar. Figur ini yang akan melakukan lobi dan memiliki akses kedalam panitia Oscar,” jelas Firman Bintang.

Komite Seleksi Film Nasional ke Oscar terdiri atas Christine Hakim selaku Ketua, Sheila Timothy selaku Sekretaris, Firman Bintang, Reza Rahadian, Mathias Muchus, Lola Amaria, Roy Lolang, Benny Setiawan, Adisurya Abdy, Fauzan Zidni, Benny Benke, Alim Sudio dan Thoersi Argeswara sebagai Anggota (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *