Perjuangan Mengakhiri Nestapa Buaya Berkalung Ban

 Perjuangan Mengakhiri Nestapa Buaya Berkalung Ban

Buaya berkalung ban–foto josua marunduh/instagram kemenLHK

JAYAKARTA NEWS— Seekor buaya tampak berkalung ban di Sungai Palu. Sejatinya, penderitaan itu telah memasungnya selama empat tahun. Tak satu pun warga yang bernyali untuk membebaskannya.

Awalnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sayembara. Siapa yang bernyali dan berhasil melepaskan ban motor yang melilit leher buaya yang menghuni Sungai Palu.
.
Banyak pemerhati satwa dan peminat ini yang berniat membantu. Namun, apa daya setelah mempertimbangkan faktor standar keselamatan, akhirnya sayembara ini diurungkan. .

BKSDA mengantinya dengan membentuk Operasi Gabungan. Personelnya terdiri atas BKSDA Sulawesi Tengah, BBKSDA Nusa Tenggara Timur, dan Pol-Air Polda Sulawesi Tengah.
.
Di bawah terik matahari Kota Palu, Kamis, 6 Februari, tim memulai misi mulia ini ditengah sorotan ratusan pasang mata warga.

Haruna selaku Kepala Seksi Wilayah 1 BKSDA Sulawesi Tengah, memohon kerja sama warga agar operasi gabungan berhasil melepas penderitaan sang buaya.

“Kami berharap masyarakat membantu kami dengan doa dan kerjasamanya untuk tidak terlalu mendekat dengan tim yang sedang bekerja maupun buaya di manapun kemunculannya di sepanjang aliran sungai Palu ini. Sifat buaya sangat peka dan agresif ketika ada pergerakan di sekitarnya. Hal itu akan sangat membantu tim kami dalam proses penyelamatan ini,” ujarnya.

Manusia telah menjadi penyebab penderitaan sang buaya. Kearifan manusia pula yang sepatutnya membebaskan penderitaan itu.***josua marunduh/instagram kemenlhk/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *