Perempuan adalah Kunci

 Perempuan adalah Kunci

JAYAKARTA NEWS – Aktris senior peraih 9 piala Citra, Christine Hakim menyebutkan kaum perempuan Indonesia kiwari sudah berdiri sejajar bahkan melebihi kaum pria di Indonesia.

Demikian ucap bintang film ‘Cinta Pertama’ dan ‘Tjoet Nyak Dhien’ dalam webinar bertajuk ‘Peran dan Posisi Perempuan dalam Perfilman Indonesia’ yang dihelat, Selasa (21/9) secara daring ini.

Khusus dalam dunia perfilman nasional, kini sudah ada perempuan Indonesia memanggul kamera yang beratnya 25 kg. Yang jadi sutradara dan produser juga banyak. Jadi, tidak hanya kaum perempuan yang mayoritas jadi pemeran utama dan pemeran pendamping saja.

Ini berbeda sekali ketika Christine pertama terjun di dunia film tahun 1973. Kala itu, perfilman Indonesia didominasi kaum pria. Perempuan hanya menempati peran-peran kecil, seperti penata make up dan ward drobe.

“Jadi,   perempuan adalah kunci,” tegasnya. Betapa tidak? Sembilan bulan dalam kandungan kemudian menjadi ibu, dan mengasuh bayinya hingga dewasa. Tak heran ada pepatah mengatakan ‘surga  terletak di telapak kaki Ibu’.

“Pokoknya, jangan sepelekan kaum perempuan Indonesia. Di semua bidang, kini banyak perempuan kita menempati posisi puncak,” timpal Christine Hakim yang pernah menghadiri Woman International Film Festival di Tokyo, Jepang dan Seoul, Korea Selatan.

Cinta Laura Kiehl (foto Bangka Sonora.id)

Setali tiga uang pendapat Cinta Laura Kiehl. “Aku rasa punya otak produser. Karena sangat detil terorganisir. Semoga aku bisa membuat sesuatu yang indah dan bermanfaat bagi banyak orang,” beber Cinta Laura.

Belakangan, Cinta Laura memanfaatkan seni film untuk mengedukasi  anak muda dan memberdayakan kaum perempuan di Indonesia. Baru-baru ini dia meluncurkan kanal YouTube yang diberi nama Puella id (dari bahasa Latin yang artinya perempuan) pada Februari 2021 lalu.

Memang, banyak obsesi yang ingin dicapai dirinya. Misalnya Cinta Laura ingin membuat platform hiburan khusus bagi generasi X dan Alpha. “Aku ingin menjadi ‘feature leader’ di masa depan yang bisa memasuki bisnis industri. Ini luar biasa,” urai Cinta Laura mantap.

Dalam webinar yang digelar oleh Panitia dari Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) dan Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru Kemdikbudristek ini juga menampilkan narsum Melanie Subono (aktifis, penyanyi dan pemain film) yang sebentar lagi bakal meluncurkan sekelumit album barunya.

Benar-benar sebuah diskusi yang menarik dan menohok. Tiga perempuan sebagai narsum dan host dipandu oleh wartawati Puput Puji Lestari.  Walakin, yang menghunjam hingga ke lubuk hati tatkala aktor Slamet Rahardjo Djarot diminta bicara. Namun, aktor senior orbitan Teguh Karya ini buka suara begini “Aku ikut webinar enggak mau ngomong. Aku hanya mendengarkan,”.

Toh Slamet Rahardjo adalah ‘suhu’ yang dituakan dalam diskusi tersebut. Christine Hakim dianggap adiknya, Melanie Subono bagai anaknya dan Cinta Laura sungguh pantas jadi cucunya. Nah! (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *