Musisi Benny Panjaitan Wafat, Jenazah Dimakamkan di Menteng Pulo

 Musisi Benny Panjaitan Wafat, Jenazah Dimakamkan di Menteng Pulo

KABAR  duka datang dari dunia musik Tanah Air. ‎Musisi senior Benny Panjaitan meninggal dunia di rumahnya kawasan Ciledug, Tangerang, Selasa (24/10/2017).

Personel band Panbers itu menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 09.50 WIB.

“Benar, (Benny Panjaitan) meninggal jam 09.50 WIB,” ujar Dino Panjaitan, anak Benny Panjaitan, saat dihubungi, Selasa (24/10/2017).

Kepergian salah satu pentolan band legendaris Panbers ini dibenarkan oleh Roesland, anak Benny.

“Karena sakit stroke sudah lama. Ini saya sedang on the way ke rumah duka,” ujar Roesland.

Akun resmi Panbers di Facebook menyampaikan, Benny disemayamkan di rumah duka RS Dharmais, Jakarta. Akun tersebut bahkan mengunggah wajah terakhir Benny yang tampak sangat kurus.

Sebelum terkonfirmasi, pesan berantai tentang kabar duka ini lebih dulu menyebar ke kalangan wartawan.

“Om benny panjaitan barusan meninggal dunia. Alamat duka: Jalan Prof DR Hamka Komplek Panbers (Taman Asri) no 14, Ciledug Larangan,” tulis pesan tersebut.

Benny memang sempat dikabarkan meninggal dunia pada Minggu 22 Oktober yang lalu. Namun saat itu kabar tersebut dibantah oleh pihak keluarga alias hoax.

“Kali ini Bang Beny Panjaitan wafat benar,” kata musisi senior yang juga pengamat musik, Bens Leo. Jenazah dimakamkan Rabu (26/10) di TP Menteng Pulo. Di RS Dharmais tempat jenazah Benny disemayamkan, melawat kerabat almarhum. Tampak Menteri Kemaritiman Luhut Panjaitan, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan pengacara Trimedya Panjaitan.

Benny Pandjaitan dikenal sebagai anggota Panbers, band yang merupakan singkatan dari Pandjaitan Bersaudara.

Kelompok musik ini didirikan pada 1969 di Surabaya, terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs JMM Pandjaitan SH (alm) dengan Bosani SO Sitompul.
Mereka adalah Hans Panjaitan pada lead guitar, Benny Panjaitan sebagai vokalis dan rhythm guitar, Doan Panjaitan pada bas dan keyboard, serta Asido Panjaitan pada drum.

Dalam perkembangannya formasi band ini berubah dan bertambah sejak tahun 1990-an dengan kehadiran Maxi Pandelaki sebagai bassist, Hans Noya sebagai lead guitar, dan Hendri Lamiri pada biola.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *