Konser dan Buku Untuk Sang Legenda Benny Panjaitan

 Konser dan Buku Untuk Sang Legenda Benny Panjaitan

 

 

MENYEBUT nama Benny Panjaitan, masyakat luas akan teringat pada grup besar di era 70-an Panbers alias Panjaitan Bersaudara. Benny menjadi sosok dan penggerak band tersebut yang telah enjadi legenda bagi dunia musik Indonesia. Di era 1970-an hingga sekarang, Panbers tetap melekat di hati penggemarnya.

Karya-karyanya seperti Akhir Cinta, Gerje Tua, Musafir, Hidup Terkekang, Indonesia My Lovely Country, Terlambat Sudah, dll memang cukup akrab di telingan masyarakat Indonesia. Namun sang legenda kini tengah terbaring sakit akibat penyakit stroke yang dideritanya. Ia sudah mengalami penyakit tersebut sebanyak tiga kali (2010, 2012 dan 2015). Ia pun tak dapat beraktifitas seperti biasa seperti menulis lagu dan bermain gitar.

Pada 14 September lalu, Benny berulangtahun ke 70. Untuk menghormati kiprah beliau, dibuatkanlah sebuah buku dan konser musik yang rencananya akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada Kamis, 23 November 2017 mendatang.

Konser dan peluncuran buku tersebut awalnya akan digelar pada 5 Oktober 2017 mendatang. Namun karena satu dan lain hal, rencana tersebut harus sedikit tertunda.

”Konser musik dan peluncuran buku Perjalanan Sang Legenda merupakan kegiatan 70 tahun Benny panjaitan. Niat menerbitkan buku dan menyelenggarakan konser adalah dalam rangka mengharagai karya-karya Benny Panjaitan atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam dunai musik,” ujar TA Rusland selaku ketua panitia konser dan peluncuran buku Perjalanan Sang Legenda.

Buku tersebut nantinya akan berisi rangkuman dari testimoni para penggemar, artis dan masyarakat yang memberikan pandangannya kepada Benny Panjaitan. Sekitar 50 orang akan menyumbang testimoninya.

”Buku Perjalanan Panjang Sang Legenda ditulis oleh Trimedya Panjaitan dan TA Rusland. Menjadi sebuah presentasi fragmen perjalanan karir seorang pesohor negeri. Dan diperkirakan akan berisi sekitar 180 hingga 200 halaman,” ungkap TA Rusland.

Sementara itu, Trimedya Panjaitan selaku penasihat konser dan buku mengatakan jika Benny Panjaitan telah menjadi ikon bagi suku Batak. Karena itu, tak mudah untuk melupakan jasa-jasanya kepada masyarakat Batak.

”Begitu banyak yang diperbuat bang Benny dengan Panbersnya. Lewat suara dan karya-karyanya. Istimewanya, beliau membawa bendera marga Panjaitan ke kancah internasional,” ucap Trimedya.

Dalam konser musik nanti, akan hadir generasi kedua Panbers bersama para sahabat dan simpatisan, serta artis-artis ibukota. Konser tersebut juga diharapkan sebagai ajang temu kangen bagi para penggemar dan musisi yang menggemari lagu-lagu Panbers.

”Konser akan menjadi istimewa sehubungan dengan 70 tahun usia Benny Panjaitan. Menjadi kesempatan memberi apresiasi dan dukungan atas kekuatan dan keteguhan berjuang untuk kesembuhan penyakit stroke yang dideritanya,” kata Adolf Panjaitan selaku pelaksana acara. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *