Menikmati Waktu ‘Ngeteh’ Sore di Samsara Ubud

 Menikmati Waktu ‘Ngeteh’ Sore di Samsara Ubud

JAYAKARTA NEWS – Minum teh, menjadi tradisi menarik yang menakjubkan di banyak tempat. Masyarakat Jepang misalnya, kuat dengan tradisi minum teh. Demikian halnya di Indonesia, tidak terkecuali di Bali.

Rasa dan budaya Bali dalam ‘ngeteh‘, telah menginspirasi Samsara Ubud untuk membawa tamu yang menikmatinya ke suasana ritual dan tradisi minum teh tingkat tinggi ke tingkat selanjutnya. Dalam bahasa generasi milenial, ngeteh ala Samsara Ubud nikmatnya tingkat Dewa. Kiasan ini untuk menggambarkan betapa nikmatnya menyentuh syaraf perasa hingga tak terlukiskan dengan kata-kata.

Bila Anda ke Bali, sayang dilewatkan untuk coba menghabiskan sore waktu Ubud, dengan gaya yang indah di Samsara Ubud. Ya, menikmati Teh Sore Tradisional Bali. Kebayang kan, bagaimana nimatnya, ketika Anda ngeteh di tempat yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk jalanan di Ubud.

Benar, ini memang salah satu tempat yang sempurna untuk menikamti teh di sore hari, tanpa gangguan tolalet-tolalet klakson kendaraan bermotor dan deru knalpot mobil dan motor. Tenang.

Kita dapat menikmati hidangan yang menggugah selera. Mulai dari hidangan spesialisasi musiman —yang dibuat dengan penuh semangat oleh tim kuliner khusus yang dikepalai oleh Chef Iwan Sutrisno– hingga koleksi teh. Ya, Teh Sore Tradisional Bali menampilkan kombinasi terbaik antara tradisi dan budaya dengan sentuhan Bali modern.

Penyajiannya pun sangat menarik. Ya, paket Teh Sore Tradisional Bali itu disajikan di dulang kayu. Anda bisa memilih beragam makanan kecil khas Bali, seperti permen tradisional Bali. Demikian pula dengan buah-buahan segar.

Penuh dengan rasa, bergizi dan unik ala Bali. Di sana pun Anda dapat menemukan makanan yang menjadi favorit Bali sepanjang masa seperti Sate Lilit (seafood cincang bakar atau ayam yang membungkus/melilit sepanjang separuh batang serai) dan Tum Ayam (ayam bumbu kukus yang dibungkus dengan daun pisang).

Para tamu yang kebetulan memiliki gigi yang tahan makanan manis, akan dimanjakan dengan berbagai macam manisan khas Bali. Makanan yang di-mix dari beragam bahan seperti kelapa, gula aren, beras ketan dan pisang, dapat dinikmati dalam sebuah suguhan seperti Laklak (muffin tepung beras dengan karamel gula aren), Bubur Injin (puding beras hitam dengan santan) dan Sumping (kue beras kukus dalam daun pisang).

Teh Bali yang baru diseduh dalam ketel (panci), melengkapi sore yang sempurna. Begitulah cara Chef Iwan bersma timnya menyiapkan setiap item dalam satu set teh, agar bisa menghadirkan kesenangan, estetika dan gastronomi.

Para tamu seakan dimanjakan saat mereka berada di luar ruangan di Jineng, Mereka bisa menghabiskan waktu sore dengan santai di sana, bersama orang yang dicintai, sekaligus menikmati lingkungan yang tenang dengan layanan yang elegan dan ramah, mengubah pengalaman teh tradisional menjadi suguhan mewah.

Apa Siapa Samsara Ubud

Ubud Samsura terletak di Kecamatan Payangan yang subur di Bali. Samsara Ubud menawarkan tujuan liburan yang tenang yang terletak di hutan tropis yang memukau.

Properti mewah ini menawarkan 17 vila pribadi, masing-masing dilengkapi dengan kolam renang infinity pribadi berpemanas dan area outdoor yang luas. Restoran Samsara Ubud, The Kelusa, menyajikan hidangan gourmet yang penuh dengan cita rasa Bali dan Indonesia.

Fasilitas rekreasi lainnya meliputi pusat kebugaran, spa mewah, dan kolam renang outdoor berpemanas.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *