• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Memajukan Budaya Lewat Literasi Puisi

Memajukan Budaya Lewat Literasi Puisi

admin by admin
August 26, 2021
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Beberapa puisi, yang memiliki banyak kandungan dimensi, atau sesuatu kedalaman makna tentang sisi-sisi kehidupan, ataupun sekadar satu episode kecil dari perjalanan insan kamil, pejuang kemerdekaan,  pemrotes ketidakadilan, pada suatu titik mirip titah kitab suci.

Jika terus dibaca dan kian intens dikaji akan makin terasa puisi itu berdialog dengan kita. Seketika kadang membuat kita merenung, berpikir, nostalgia, menangis atau tertawa. Kadang pula menyeret kita menapak masa jauh ke depan. Meski hanya bayangan.  Bayangan yang dihentak angan dan menjalani kembara luas memasuki jagat yang seperti tak bertepi.

Ya, dari sinilah, hanya dengan berpuisi, pikiran dan segenap rasa bisa dimainkan. Karena itu pecinta sastra tak pernah bosan apalagi lelah untuk berpuisi. Tak harus menciptakan, tapi cukup pula jika hanya membaca dan mendengar. Dan kali ini, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 76, kembali berpuisi itu digaungkan, lewat Merdeka Berpuisi Satupena.

Kelompok penulis dan penggiat budaya, Satupena, mengadakan pembacaan puisi secara virtual, bertajuk Merdeka Berpuisi Satupena, sejak pertengahan Agustus lalu. Puisi-puisi yang disuarakan beragam. Bukan semata tentang perjuangan an sich melawan kolonialis, ataupun pelbagai bentuk kejahatan, namun gerak juang dari setiap insan dalam berbagai sisi kehidupan. Termasuk perjuangan setiap jiwa terhadap orang yang disayang atau impian menggapai harapan dan cita-cita. Seperti kutipan dari puisi Reno Andam Suri yang berjudul Memerdekakan Rindu Penjual Nasi Kapau. Ini bagian bait akhir saja;

/percayalah jarak tidak akan memisahkan kita. / karena inilah rindu/ karena kita saling merindu…/ dan memerdekakan rindu adalah bertemu

Sementara puisi Percakapan (1) karya Sihar Ramses Simanjuntak,  cukup besar menarik perhatian juri saat dibacakan oleh Sri Rahayu. Inilah puisinya;

/Anakku, mari kita ayun udara, seperti mendayung air, meniru kesetiaan matahari menyusur horison bumi/ Menyapa pagi, menyirat senja, mengintip malam/ Di peraduan, kita susun bingkai percakapan untuk menyambut cicit burung.

/Pagi bangun, senja tidurlah, silahkan ganggu mimpiku bila kau ingin berdialog dengan kata yang tak ku ketahui artinya/ Bahasaku anakku, bahasa antah berantah, mungkin itu yang tersirat- ingin diungkapkan Tuhan kepada kami./

Puisi Pamflet

Ada pula semacam puisi pamflet, seperti yang marak di era keterkenalan Rendra tahun 1980-an yang juga dikenal sebagai dramawan. Puisi ini karya Debra Yatim. Inilah cuplikan dari puisinya, berjudul Pasca 9 September;

/Yang utama, Nak, yang harus kau camkan,/ itu barang yang namanya Pancasila, / yang cantik dan mengkilap dan sarat makna/ bolehkah saya buka sebuah rahasia/

/Ia sebetulnya tak pernah terasa,/ tak pernah diamalkan dengan saksama.

Mau tahu mengapa?/ Begini, Nak, karena sesungguhnya,

Pancasila itu sekadar cita-cita./

Jika kita coba sedikit mencatat, lalu meluruskan, mungkin Pancasila itu masih cita-cita. Karena dari mutiara kandungan makna tujuan kehidupan yang tertuang di dalamnya belum bisa kita amalkan dengan baik. Jadi Pancasila masih merupakan cita-cita.

Puisi lain yang dibacakan adalahi Sasih Karo ring Bali karya Made Taro, Aku Hadir karya Abidah El Khalieqy, Di Kaki Jakarta karya Ibrahim Sattah, Lelaki yang Pulang Sebelum Siang, Isbedy Setiawan ZS, dan lainnya.

Acara baca puisi ini, menurut penggiat puisi, Sihar Ramses Simanjuntak dan Yuke Ardhiati, bukan sekadar memeriahkan berdirinya Republik Indonesia ke-76, akan tetapi juga membawa misi sebagai jembatan melaksanakan amanah Undang-undang Dasar 1945. “Upaya pemajuan kebudayaan melalui sisi literasi,“ kata Sihar Ramses

Kegiatan baca puisi ini juga merupakan embrio untuk memetakan bakat/ talen anggota dari genre khusus. Menggali bakat di kalangan masyarakat dalam membaca karya sastra, khususnya puisi. Kegiatan ini berpotensi edukatif, apresiatif  sebagai model apresiasi masa kini yang lekat dengan media sosial.

“Jika digali dan digarap lebih apik, kegiatan baca puisi ini berpotensi memajukan industri kreatif, “ kata Yuke Ardhiati yang dikenal pula sebagai arsitek dan pengajar di Universitas Pancasila.

Kegiatan budaya ini didukung pula oleh tim artistik pembuatan video dan animasi yakni Evelyn, Rafli Alfiano, dan Chandra Arfiansyah

Selain Sri Rahayu sebagai penampil favorit pilihan dewan juri, terdapat pula penampil favorit pilihan pemirsa yakni Debra Yatim, Dyah Merta, dan Isbedy Stiawan. Dewan juri baca puisi adalah Feby Indirani, Putu Fajar Arcana, Sihar R Simatupang, Warih Wisatsana, dan  Yuke Ardhiati.

Juara 6 Besar Merdeka Berpuisi Satu Pena adalah Abidah El Khaliqi, Ari Ambarwati, Debra Yatim, Dyah Merta, Hikmat Darmawan, dan Isbedy Stiawan. (iswati)

Tags: jayakartanewsliterai puisimerdeka berpuisi satupena
Previous Post

Diah Pitaloka Apresiasi Kemensos Beri Bantuan Covid-19 Pada Masyarakat

Next Post

Presiden Sukarno: Dari Koleksi ke Industri Kreatif

admin

admin

Next Post
Presiden Sukarno: Dari Koleksi ke Industri Kreatif

Presiden Sukarno: Dari Koleksi ke Industri Kreatif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version