• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Megawati Ngaku Sempat Ditawari Masuk Golkar pada Era Orde Baru

Megawati Ngaku Sempat Ditawari Masuk Golkar pada Era Orde Baru

admin by admin
April 3, 2019
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Ilustrasi–Megawati bercerita–foto dok pdi perjuangan

JAYAKARTA NEWS—Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenang masa mudanya yang pernah ditawari masuk Partai Golkar ketika era Orde Baru. Namun ia tetap memilih membesarkan partai yang dahulu masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

“Saya sebetulnya juga ditawari masuk Golkar, tapi saya tanya ke teman-teman di Golkar enaknya apa di sana? ‘Enak mbak pasti nanti senang’,” kata kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (2/4/2019). Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Megawati lalu mengajak suaminya, Taufiq Kiemas, untuk mendiskusikan tawaran itu. Saat itu, Taufiq memintanya untuk berpikir dua kali soal tawaran Golkar. Sebab Taufiq yakin, bila memang ingin berpartai, Megawati pasti berhasil. Karena itu, daripada membesarkan Golkar, lebih baik Megawati membesarkan PDI.

Pertimbangan itu dipakai oleh Megawati. Satu hal lagi yang dia ingat, ayahnya Soekarno adalah pendiri Partai Nasionalis Indonesia (PNI). Dan PNI ada di PDI. Walhasil tawaran masuk Golkar yang masuk ke Megawati itu ditolaknya.

Diapun bicara kepada Akbar Tandjung, politikus senior Golkar yang juga teman baiknya. Dia sampaikan semua pertimbangan dan memutuskan untuk masuk ke PDI.

Uniknya, kata Megawati, semua yang disebut orang Golkar soal PDI saat itu adalah hal benar. PDI disebut sepi dan isinya orang memakai sandal jepit. “Mereka bilang PDI partai miskin loh mbak, pakai sandal jepit. Lah biarin soalnya di situ ada PNI didirikan bapak saya. Akhirnya saya masuk PDI. Tapi ya memang sepi. Soro (sengsara, red),” kata Megawati.

PDI lalu bermetamorfosis menjadi PDI Perjuangan (PDIP). Kini, PDIP adalah partai pemenang pemilu 2014. Pada pemilu itu, mereka berhasil mengantarkan kadernya, Joko Widodo (Jokowi), menjadi presiden RI.***/ebn

Tags: jayakartanewsjayakartanews.comMegawati Soekarnoputripartaipdi perjuangan
Previous Post

Jelang Pemilihan Ketua PWI Jaya, Timses Toir: Panitia tidak Netral

Next Post

Suyanto Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

admin

admin

Next Post
Suyanto Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Suyanto Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version