• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Wednesday, September 30, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Lalu “Losing My Religion” pun Mengguncang Dunia

Lalu “Losing My Religion” pun Mengguncang Dunia

admin by admin
July 10, 2025
in Kabar, Musik
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Orang-orang ramai memperdebatkan agama Michael Stipe, vokalis R.E.M. itu. Ada yang bilang dia atheis, ada yang menyangka pemuja setan.

Padahal Stipe sendiri angkat bahu: “Aku cuma insan spiritual yang tak suka dikurung agama,” bisiknya.

Lebih rela membela kaum pinggir ketimbang berdebat kitab. 

Lalu Losing My Religion pun mengguncang dunia.

Lagu ini bukan khotbah murtad, brother !

Cuma ungkapan orang Georgia, orang selatan amrik kala jengkel, mirip tukang sate di Blok M yang teriak: “Gue bakalan gila kalo lo gak bayar!”

Stipe menciptakannya karena gemetar menahan rindu.

“Itu aku di pojok ruang, mencoba mengejarmu,” desahnya. Bukan gugatan pada langit. 

Tapi manusia kerap salah tafsir. Judul provokatif plus video penuh malaikat jatuh, langsung dituduh menghujat.

Padahal cuma lukisan jiwa resah. Bagai melihat kenduri tanpa sesajen, lantas dituduh menghina leluhur. 

Lucunya, lagu ini malah meledak ke puncak tangga Amerika, menggoyang Eropa, bahkan dibungkus dua Grammy.

Anginnya sampai menerbangkan topi pejabat di Jakarta, yg berlagak jadi manusia global.

Stipe cuma geleng kepala : “Ini lagu cinta, bukan perang salib!” 

Seniman licik ini memang sengaja menulis samar. Tapi bukan berarti harus dikuliti bagai naskah kuno.

Kadang, lagu cuma lagu: rintihan yang ingin didengar, bukan dikawal polisi syariat. 

Maka mari kita bernyanyi saja. Biar Stipe tetap di pojokannya, dan kita tak perlu jadi mufti gadungan. ($@¥)

Tags: jayakartanewskelompok musik REMmichael stipeREM
Previous Post

Pameran Lukisan Sohieb Toyaroja: Borobudur “The Way of Life”

Next Post

Perkembangan Situasi dan Bencana di Tanah Air Hari ini

admin

admin

Next Post
Perkembangan Situasi dan Bencana di Tanah Air Hari ini

Perkembangan Situasi dan Bencana di Tanah Air Hari ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version