Kabar
Lalu “Losing My Religion” pun Mengguncang Dunia
Orang-orang ramai memperdebatkan agama Michael Stipe, vokalis R.E.M. itu. Ada yang bilang dia atheis, ada yang menyangka pemuja setan.
Padahal Stipe sendiri angkat bahu: “Aku cuma insan spiritual yang tak suka dikurung agama,” bisiknya.
Lebih rela membela kaum pinggir ketimbang berdebat kitab.
Lalu Losing My Religion pun mengguncang dunia.
Lagu ini bukan khotbah murtad, brother !
Cuma ungkapan orang Georgia, orang selatan amrik kala jengkel, mirip tukang sate di Blok M yang teriak: “Gue bakalan gila kalo lo gak bayar!”
Stipe menciptakannya karena gemetar menahan rindu.
“Itu aku di pojok ruang, mencoba mengejarmu,” desahnya. Bukan gugatan pada langit.
Tapi manusia kerap salah tafsir. Judul provokatif plus video penuh malaikat jatuh, langsung dituduh menghujat.
Padahal cuma lukisan jiwa resah. Bagai melihat kenduri tanpa sesajen, lantas dituduh menghina leluhur.

Lucunya, lagu ini malah meledak ke puncak tangga Amerika, menggoyang Eropa, bahkan dibungkus dua Grammy.
Anginnya sampai menerbangkan topi pejabat di Jakarta, yg berlagak jadi manusia global.
Stipe cuma geleng kepala : “Ini lagu cinta, bukan perang salib!”
Seniman licik ini memang sengaja menulis samar. Tapi bukan berarti harus dikuliti bagai naskah kuno.
Kadang, lagu cuma lagu: rintihan yang ingin didengar, bukan dikawal polisi syariat.
Maka mari kita bernyanyi saja. Biar Stipe tetap di pojokannya, dan kita tak perlu jadi mufti gadungan. ($@¥)
