Connect with us

Kesehatan

Lagi Ramai Dibicarakan! Autofagi, Proses Detoks dan Pembentukan Sel Tubuh Baru dengan Cara Puasa

Published

on

Ilustrasi. Molekul sel akan teremajakan dengan dengan proses autofagi, yang mungkin terjadi setelah puasa lebih dari 12 jam. (Pexels/Inspired Images)

JAYAKARTA NEWS – Puasa punya banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya proses autofagi.

Dikutip dari Ragam BUMN, Jumat (14/3/2025), proses autofagi yang sedang jadi pembicaraan ini dipercaya merupakan detoks alami.

Dengan autofagi, racun dalam tubuh dan sel-sel mati digantikan dengan sel baru.

Autofagi dipercaya jadi penyembuhan alami sejumlah penyakit, membuat orang panjang umur dan awet muda.

Memakan sel sendiri
Secara sederhana, autofagia diterjemahkan dengan memakan sendiri.

Setiap saat sel-sel dalam tubuh mengonsumsi protein yang masuk lewat makanan.

Ketika tidak ada protein masuk, sel-sel mencari sumber lain. Di situlah proses autofagia terjadi.

Sel-sel akan memakan sel-sel tua dan membuang molekul sampah atau bagian sel yang rusak.

Secara tidak langsung, terjadilah peremajaan sel-sel tubuh.

Perlu diketahui, tubuh manusia terdiri atas miliyaran sel. Setiap sel memiliki fungsinya masing-masing.

Semakin seseorang bertambah umur, semakin banyak molekul sel yang menua dan menjadi sampah.

Sering kali molekul ini menganggu kerja tubuh.

Dengan adanya proses autofagi, sel-sel yang rusak dibuang dan diganti sel baru.

Dalam proses autofagi ini sejumlah mikroorganisme parasit (bakteri dan virus) pun ikut dihancurkan.

Puasa minimal 12 jam
Ada beberapa hal yang bisa membuat tubuh melakukan proses autofagi. Salah satunya berpuasa.

Dibutuhkan jangka waktu tertentu untuk menciptakan proses autofagi.

Umumnya sel akan memakan sendiri setelah perut kosong selama 12-19 jam.

Karena itu, ketika seseorang menjalankan puasa selama 14 jam, maka terjadilah proses autofagi.

Selain puasa di bulan Ramadan, sedang tren intermittent fasting untuk menciptakan kondisi autofagi.

Ini merupakan metode tidak makan atau berpuasa dalam jangka waktu tertentu.

Ada yang 12 jam, 16 jam, atau 18 jam seharinya.

Selama masa itu, hanya diizinkan minum tetapi nol kalori, misalnya air putih, teh pahit, atau kopi pahit.

Autofagi juga bisa didapatkan dengan menerapkan model puasa 5:2.

Artinya selama 5 hari orang bisa makan apa saja lalu puasa selama 2 hari dalam seminggu.

Selama 2 hari orang wajib membatasi asupan kalori hanya 500 – 600 kalori per hari.

Mencegah penuaan diri
Autofagi menjadi tren di kalangan pecinta kesehatan karena manfaatnya yang besar tanpa perlu biaya.

Manfaatnya pertama, mencegah penuaan diri.

Ini terjadi ketika sel-sel mati yang sudah dimakan, digantikan dengan sel-sel baru.

Adanya sel baru dalam tubuh membuat orang lebih panjang umur dan awet muda.

Kedua, mencegah pertumbuhan sel kanker.

Dipercaya sel kanker muncul karena adanya sel-sel rusak dalam tubuh yang kemudian bermutasi.

Tubuh mengetahui mana saja sel-sel yang rusak dan menghancurkannya pada proses autofagi ini.

Dengan rajin berpuasa, secara tidak langsung tubuh secara berkala menghancurkan sel-sel pemicu kanker.

Karena itu beberapa pasien kanker sering diminta untuk melakukan puasa juga.***/mel

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *