Kue Banang-Banang yang Patut Dilestarikan

 Kue Banang-Banang yang Patut Dilestarikan

MEMELIHARA dan melestarikan kue-kue tradisional kini jadi kegiatan yang menyenangkan. Sementara banyak negara tetangga yang berusaha mengakui kue-kue tradisional Indonesia sebagai kue asli negaranya.

Salah satu kue tradisional yang patut dijaga adalah Kue Tumpi dan Bannang-bannang, dua kue tradisional yang kini sudah jarang di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kue ini bisa dijumpai di acara kawinan dan upacara kematian di Bumi Tutatea tersebut. Kalau jalan ke Pasar Turatea Karisa, wilayah Ibu kota Kabupaten Jeneponto,  di sana tinggal beberapa penjual yang membuat kue manis itu.

Kenapa begitu jarang orang yang membuat kue ini , sebab menurut penjual kue di sana tidak gampang untuk membuatnya.

Kue Tumpia dan Bannang-bannang memiliki bentuk beda, tapi  rasanya  sama, manis. Dibuat dari tepung beras dan gula merah. Saat membuat bahan kue dimasukkan ke dalam wadah khusus lalu digantung.

Saat adonan keluar, langsung masuk ke wajan yang panas, sehingga membentuk serat yang mirip seperti benang. Maka oleh masyarakat dinamai kue Banang-banang karena bentuknya yang seperti gulungan benang. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *