Kisah Usang Pencari ‘Ranjau’

 Kisah Usang Pencari ‘Ranjau’

TAK berlebihan bila keberadaannya bak malaikat di mata sebagian masyakarat. Betapa tidak, terlihat sepele dan awalnya seperti kurang kerjaan, tapi memberi dampak positif terutama bagi pengguna jalan. Ya, itulah Relawan Sapu Bersih Ranjau Paku (Saber).

Matahari belum lagi menunjukkan sinarnya, namun Abdul Rohim sudah menyusuri jalan depan Roxy Mas, membawa sebuah alat berupa bongkahan magnet sambil sesekali memunguti ‘ranjau’ paku yang sengaja disebar orang tak bertanggung jawab di jalan itu.

“Saya lupa kapan persisnya memulai kegiatan ini,” tutur pria berusia 47 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai supir pribadi. Namun, semua in dilakukan melihat banyak korban ranjau paku yang ia lihat sewaktu melintas jalan raya.

Dari sanalah, ia tergerak untuk membantu masyarakat dengan apa yang ia bisa. Awalnya mulai sweeping di daerah kediamannya di kawasan Daan Mogot. “Setiap pagi seusai shalat Subuh, saya keliling sampai sekitar jam 07.00 WIB. Setelah itu saya berangkat kerja. Sepulang kerja saya kembali menyisir jalan mencari ranjau paku. Saat sedang mencari ranjau paku, bisa enggak terasa, tiba-tiba sudah jam 24.00 WIB,” ungkap ayah 4 anak ini.

Memang, apa yang dilakukan tak lantas mendapat pujian, bahkan sebaliknya. Dia justru mendapat makian dan cibiran dari pengguna jalan. “Bahkan, saya sempat dibilang nggak ada kerjaan amat ngambilin paku di jalan. Tapi saya tetap melakukan itu, karena saya yakin apa yang saya lakukan ini membawa kebaikan bagi pengguna jalan,” katanya.

Relawan Saber berdiri 5 Agustus 2011. Awalnya dipelopori oleh tiga orang dan sampai sekarang anggota Saber yang aktif 19 orang. Dalam sehari Relawan Saber ini beroperasi sebanyak dua kali, pagi dan malam. Di antaranya di jalan raya Daan Mogot sampai Kalideres. Kemudian, jalan raya Wahid Hasyim, Harmoni, Hayam Wuruk, Merdeka Utara dan Majapahit, luar biasa! ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *