• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kahla, Berkah Keripik Tempe dari Kampung Nagrak

Kahla, Berkah Keripik Tempe dari Kampung Nagrak

October 13, 2020
Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

October 13, 2026
Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

October 13, 2026
Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

October 13, 2026
Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

October 12, 2026
Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

October 12, 2026
Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

October 12, 2026
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

October 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 13, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Ekonomi & Bisnis Entrepreneur

Kahla, Berkah Keripik Tempe dari Kampung Nagrak

by admin
October 13, 2020
in Entrepreneur, Feature, Laporan Khusus
0
Kahla, Berkah Keripik Tempe dari Kampung Nagrak

Vivi Herviany di ruang produksi Keripik Tempe Kahla, Nagrak Sukabumi (foto: jayakarta news/melva tobing)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 Jayakarta News – Tidak ada yang menyangka, jalan setapak sekitar 50-an meter itu menuju rumah produksi Keripik Tempe Kahla. Makanan tradisional yang diolah  pasangan Vivi Herviany (46) dan Handry Wahyudi (48), menjadi penganan kelas dunia. Rumah produksi ini berada di Kampung Nagrak Lebak RT 01/02, Desa Balekambang, Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat.

Memasuki lahan seluas 500 meter itu, terasa sejuk dengan banyaknya pepohonan di halaman. Ada lengkeng, jambu, jeruk purut, sawo, mangga dan lainnya. Di lahan itu berdiri dua bangunan, rumah produksi Keripik Tempe Kahla dan tempat tinggal mereka. Pintu masuk menuju lahan ini, hanyalah gerbang kecil. Di depannya, terbentang lahan luas persawahan hijau dan diperindah dengan penampakan ujung Gunung Gede dari kejauhan. “Kami sengaja mengambil tempat disini. Sepi dan udaranya bersih. Sudah bosen dengan keramaian di Jakarta,” ujar Vivi ramah sambil tertawa ringan kepada Jayakarta News, Selasa siang (6/10/2020). 

Sebelum memutuskan mengolah tempe menjadi sumber rejekinya, Vivi dan suami telah mengalami jatuh bangun dalam pekerjaan dan usaha. “Seperti lagu dangdut, mba, jatuh bangun, sebelum kami memutuskan untuk fokus mengolah usaha ini,” kisah perempuan yang murah ketawa ini mengenai perjalanan usahanya yang dimulai sejak akhir 2014.

Pasangan suami istri Handry dan Vivi di depan rumah produksi Keripik Tempe Kahla. (foto: jayakarta news/ melva tobing)

Jatuh Bangun di Kampung Nagrak

Di awali tahun 2008, Vivi dan Handry hijrah ke Kampung Nagrak, Sukabumi dari Jakarta. Saat itu, kantor tempat mereka bekerja, bangkrut. Dengan modal seadanya, diputuskan untuk pindah ke Sukabumi. Di tempat barunya ini, Vivi membuka usaha counter handphone. Ia berpikir, akan sukses jika membuka usaha ini. “Di Jakarta kan sudah ramai dengan penggunaan handphone, saya pikir, ini juga akan berimbas ke Sukabumi. Jadi, kalau saya buka counter hp, bisa laku nih,” kisah Vivi yang berharap  akan mendapatkan keuntungan dari usaha barunya itu. Namun, perkiraannya meleset. Tahun 2009, usahanya pun bangkrut.

Pasangan suami istri ini tidak lagi membuka usaha. Mereka memutuskan bekerja saja di kantoran. Mereka mencoba melamar sebagai sales di sebuah perusahaan rokok kelas daerah. “Kebetulan saat itu ada lowongan jadi sales di perusahaan rokok kelas kampung. Kami coba melamar, eehh… diterima,” kata Vivi sambil tertawa renyah.  

Pekerjaan ini ditekuni Vivi bersama suaminya. Hingga di tahun 2014, Vivi merasa sudah cukup berhasil bekerja sebagai sales. Ini dibuktikan dengan telah diangkatnya Handry sebagai kepala bagian di perusahaan rokok tersebut. Nama rokok yang tadinya kurang dikenal, kini telah diterima di pasaran sekitar Jawa dan Sukabumi. Bukan hanya itu, Vivi juga berhasil sebagai sales lepas atau sales yang hanya mempromosikan produk baru di perusahaan rokok ternama itu. “Selain di perusahaan rokok daerah, saya juga ‘nyambi’ di perusahaan rokok ternama sebagai sales lepas dan tahun 2014 saya berhasil menjadi juara pertama se-Jabar memasarkan merek baru dari rokok itu dalam tiga bulan,” Vivi bersemangat menceritakan keberhasilannya sebagai sales di Kampung Nagrak itu.

Keberhasilannya sebagai sales rokok, membuat Vivi mulai berpikir untuk membuka usaha sendiri.  “Penghargaan itu membuka pikiran saya untuk usaha sendiri. Saya pe-de banget waktu itu dan merasa, ngapain saya promosiin barang orang terus dan berhasil lagi. Kenapa saya tidak mencoba menjual produk sendiri. Selain itu, saya juga ingin sekali membuka lapangan kerja untuk orang-orang di kampung saya ini,” ujarnya. 

Maka Vivi pun memutuskan untuk membuka usaha sendiri di bidang makanan. “Saya berpikir, makanan apa yang digemari orang, bisa untuk cemilan, juga pakai nasi. Ya Tempe. Kalau singkong, kan tidak bisa dimakan dengan nasi. Tapi kalau tempe, bisa untuk makanan iseng, juga dengan nasi sebagai lauk.” 

Akhir 2014, Vivi dan suami, mulai mencoba memproduksi keripik tempe. Sekalipun masih mencoba-cobanya dan memproduksi dalam jumlah kecil, Vivi melakukannya dengan serius. Dia juga langsung memberi nama untuk produknya itu dengan nama anak satu-satunya, Kahla. Jadilah, produknya  itu bernama Keripik Tempe Kahla dengan  jangkauan edarnya hanya di warung-warung kecil seputaran Kampung Nagrak. 

Handry Wahyudi dan Vivi Herviany saat pameran Keripik Tempe Kahla di Trade Expo Indonesia ke 34, ICE BSD Tangerang, 2019. (foto: ist)

Berkah dari Keripik Tempe   

“Mulanya kami hanya mencoba sedikit-sedikit dengan modal tidak seberapa,” ujarnya sambil tersenyum mengenang awal usahanya itu. Pengolahan dilakukan berdua, suami istri saja, setelah pulang kerja. “Semua kami kerjakan sendiri. Beli tempe, membumbukannya, menggorengnya hingga menghantar ke warung-warung sekitar kampung ini saja.”   

Berharap tempe olahannya bisa digemari masyarakat, Vivi menjualnya dengan harga seribu rupiah dalam bungkusan plastik kecil-kecil. “Ke warung kami kasih harga 800 rupiah. Warung ambil untung 200 rupiah. Alhamdulilah, tempe saya laku, mba. Baru sebulan, sudah banyak yang minta untuk dijual kembali. Bahkan, bisa beredar di luar kampung ini,” tutur Vivi dengan wajah sumringah menandakan bahwa dia mengambil keputusan yang tepat untuk memproduksi keripik tempe Kahla. 

Karena itu, memasuki tahun 2015, Vivi dan Handry menetapkan hati untuk berhenti dari pekerjaan dan fokus mengolah usahanya. “Kami mau fokus untuk usaha ini. Jadi, masuk tahun 2015 kami keluar dari pekerjaan sebagai sales,” ujarnya.

Dengan usaha yang serius dan modal nekat, di tahun yang sama, Vivi mulai memasarkan keripik tempenya ke arah kota Sukabumi. Untuk itu, Vivi perlu mengubah image makanannya dengan memberikan packing yang jauh lebih baik. “Dari pelastik, saya ubah ke aluminium foil. Saya desain bungkusnya menjadi lebih baik dan ini memerlukan modal yang tidak sedikit,” ujar Vivi sambil menunjukan jejeran pajangan keripik tempe Kahla di rumahnya.

Dengan packing yang baru, harga keripiknya pun tentu berubah, menjadi 15.000 rupiah tiap bungkusnya. Sekalipun demikian, Vivi tidak menghilangkan bungkus kecil-kecil seperti semula untuk beredar di sekitar tempat tinggalnya. “Saya ibarat terjun bebas ketika itu, mengubah harga, mengubah packingan, mengubah standart tempe saya.”

Terjun bebas yang dimaksud adalah, untuk mengubah itu semua, diperlukan modal yang tidak sedikit untuk memesan bungkus-bungkus baru. Dan, ini membuat modal itu terpendam beberapa waktu. Namun, kegigihannya mempromosikan barang dagangannya, membuat tempe Kahla terus berkembang.

“Saya mengikuti pameran-pameran. Dari kelas kampung, sampai kelas nasional. Dari kelas arisan, sampai pameran di gedung-gedung perbelanjaan.” Ujar Vivi mengenai usaha yang dilakukan untuk mempromosikan keripik tempe Kahla. “Pameran di pelosok-pelosok pun saya ikuti. Karena, disitulah kesempatan untuk memperkenalkan produk saya. Dan, saya selalu membawa tester cukup banyak. Saya tidak mau pelit sama tester. Tiap orang yang berkunjung ke pameran, bahkan lewat saja pun saya tawarkan untuk mencicipi keripik tempe saya,” ujar Vivi.

Selain pameran, Vivi juga memasukan tempenya ke tempat-tempat tertentu seperti toko oleh-oleh di daerah-daerah, rumah-rumah makan hingga Sarinah Thamrin Jakarta dan beberapa bandara. Usahanya terus berkembang dengan adanya re-seller, agen dan distributor untuk produknya. Untuk reseler cukup membeli 30 bungkus, agen harus mengambil 100 bungkus,  sedangkan distributor  500 bungkus. Saat ini, Vivi sudah memiliki 30 reseler dan lima distributor yang tersebar di Tangerang, Depok, Bekasi dan Bandung. Setiap distributor mempunyai agennya masing-masing. Seperti distributor di Bandung mempunyai agen sampai ke Malaysia. “Agen yang langsung di saya ada delapan, yang di distributor, saya kurang paham berapa totalnya,” ujar Vivi mengenai perkembangan usahanya itu.

Seperti namanya, Kahla yang adalah singkatan Berkah Langit, tentu saja Vivi berharap usahanya ini menjadi berkah. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya bahkan masyarakat luas.

Saat ini, keripik tempe Kahla sudah masuk di pasaran sekitar Jakarta, Tangerang, Bandung, Serang,  Medan, Pekan Baru, Jambi dan masih banyak tempat lainnya di Indonesia. Sementara pasar internasional, keripik tempe Kahla telah beredar di Malaysia, Bangkok, Korea, Kanada, Oslo. New zealand, Australia. “Bahkan saat ini sedang dipersiapkan pasar Eropa, Jeddah sambil menunggu pandemi. Vietnam dan Myanmar dalam proses pengiriman sample” ujar Vivi bersemangat mengingat perkemangan keripik tempe Kahla yang memberikan berkah baginya.

Tahun 2019, Vivi sempat mengikuti pameran di TEI atau Trade Expo Indonesia ke-34, yang telah berlangsung di ICE BSD, Tangerang.  Ajang ini adalah pameran yang diadakan tiap tahun untuk mempertemukan produsen dengan para investor. Dari ajang ini, diakui Vivi, keripik tempe Kahla semakin dikenal masyarakat. 

Vivi tidak mau melupakan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, ia mengambil pegawai orang-orang di sekitarnya dan hanya mengambil pegawai pria. “Wanita bisa bekerja di pabrik di sekitar sini. Tetapi pria susah untuk masuk ke pabrik. Makanya, saya hanya mengambil pria untuk menjadi karyawan saya. Apalagi sekarang ini, susah mencari kerja. Tetapi alhamdulilah mba, saya masih bisa produksi dan karyawan masih bisa kerja,” ujar Vivi yang mengaku tidak masalah jika urusan proses produksi tempe seperti mengiris dan menggoreng tempe dan memasukan dalam packing dilakukan tenaga pria.

Varian dan Rasa pun Berkembang

Berkembangnya usaha Vivi di pasaran, jenis produk pun berkembang. Saat ini Keripik Tempe Kahla ada yang beredar di pasaran ada lima varian dengan berbagai rasa. Tempe Crispy Chips dengan tujuh rasa yaitu original, spicy hot, ayam bawang, sapi panggang, jagung bakar, balado dan keju.  Tempe Stick Bumbu Rujak ada tiga rasa yaitu potongan buah honje, nanas dan mangga. Ada Tempe Crispy sambel toel.  Tempe Baby Hot dengan campuran jengkol, teri dan rebon. Dan, terakhir adalah Seblak Tempe.

Tempe yang digunakan Vivi adalah tempe pesanan khusus ke tempat langganannya. “Ada langganan khusus untuk mengambil tempe. Mereka sudah tau permintaan kita seperti apa,” ujar Vivi. Semua tempe yang dipesannya, hanya sampai pada peragian. Setelah itu, oleh Vivi, tempe tersebut diberi bumbu dan kemudian didiamkan satu hari. Keesokannya, Vivi akan melihat ‘kematangan’ tempe tersebut. Jika menurutnya tempe tersebut sudah matang, barulah mulai diproses untuk dijadikan keripik tempe. “Setelah matang dari proses peragian, barulah tempe itu diiris-iris, lalu dicelupkan ke dalam bumbu yang sudah kami racik sendiri, setelah itu masuk ke proses penggorengan.”

Semua proses pembuatan kripik tempe berada di bawah pengawasan Vivi sekalipun dikerjakan oleh para karyawannya. Sekali memproduksi tempe, Vivi memerlukan 15 kg tempe. Setelah diproduksi, keripik tempe ini akan masuk ke dalam tong-tong besar untuk kemudian dipacking sesuai dengan permintaan atau jika akan dipasarkan.

Vivi mengakui, kondisi pandemi saat ini, juga berimbas kepada produksinya. Biasanya Vivi bisa menghasilkan keuntungan  lebih 25 juta dalam satu bulan. Namun, saat ini, hanya bisa separuhnya. Namun demikian, Vivi tetap mensyukuri karena tempenya masih tetap bisa diproduksi bahkan saat ini sedang dalam persiapan untuk dikirim ke Amerika.

Bermitra dengan Pertamina

Memasuki tahun 2020, Keripik Tempe Kahla mempunyai kesempatan untuk menjadi mitra Perusahaan Energi Nasional, yaitu Pertamina. Tentu saja Vivi merasa senang dan bangga dengan kesempatan ini. Dalam kondisi pandemi saat ini, Vivi malah mendapatkan pinjaman lunak dari Pertamina sejumlah 75 juta rupiah.  Dengan uang tersebut, Vivi mengakui bisa membeli mesin produksi dan menambah dana untuk membangun rumah produksi. “Sungguh berkah mba bagi saya bisa dijadikan mitra Pertamina,” kata Vivi dengan merendah.

Bermitra dengan Pertamina, tidak hanya mendapatkan pinjaman lunak tetapi juga ada kesempatan mempromosikan produknya dalam skala lebih luas dan besar. September lalu, Keripik Tempe Kahla sempat ikut dalam pameran Pertamina SMEXPO 2020 yang dilakukan secara virtual.

Dari pameran virtual itu, bagi Vivi pun, adalah berkah. Produknya terjual cukup banyak. “Pameran itu, sangat membantu. Karena ada penjualan dan ada juga beberapa buyer yang ingin memasarkan produk saya walaupun itu lokal. Tapi saya sangat bersyukur. Apalagi dalam masa-masa seperti ini,” ujar Vivi lagi.

Bagi Vivi, sesuai dengan harapannya sejak semula memulai usahanya memberi nama Kahla yang adalah singkatan Berkah Langit. “Saya memang sangat beharap usaha ini bisa menjadi berkah, bukan hanya untuk keluarga saya, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar saya,” ujar Vivi sambil menutupkan tangan dan menengadah ke langit. 

Semoga…. (melva tobing)

Tags: handry wahyudijayakartanewskahlakeripik tempe kahlatempe krispi kahlavivi herviany
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

October 13, 2026
Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

October 13, 2026
Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

October 13, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version