Connect with us

Kabar

Jembatan Putus, Puluhan Korban Hanyut

Published

on

Jayakarta News – Jembatan gantung Cawang Kidau yang berada di Desa Bungin Tambun II, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur putus dan mengakibatkan puluhan orang tercebur ke aliran sungai, pada Minggu 19 Januari 2019. “Data sementara jumlah korban sebanyak 27 orang, 4 korban dinyatakan meninggal dunia dan 17 orang lainnya dinyatakan selamat,” kata Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva.

Di antara korban saat ini ada yang mendapatkan penanganan medis di RSUD Kaur. “Saat ini tim Rescue Pos SAR Manna dan dari Kantor Basarnas Bengkulu telah diberangkatkan menuju tempat kejadian,” ungkap Mega.

Disampaikan, sejumlah korban masih dalam proses pencarian. Peristiwa putusnya jembatan tersebut terjadi pada Minggu siang. Berikut data korban.

Jumlah korban, total ada 27 orang. Sebanyak 17 korban selamat, masing-masing: Arif bin anudi, Desa Bungin Tambun 3, Cindi binti arsono, Desa Guru Agung, Candra bin Naya, Bungin Tambun, Dili binti Sisan, Desa Bungin Tambun 3 (dirawat di RSUD), Sofia Fadila binti Piang, Desa Tanjung Kemuning 3, Emi Astuti binti Tanato, desa Simpang 3, Sherli Oktafia binti Janawarsya, Kel. Simpang Tiga, Agung bin Darmawan , Desa Pagar Alam, Aldi bin utik , Desa Pagar Alam, Ranti bin Tawan, Desa Tanjung Iman 1, Cici binti Julianto, Desa Bungin Tambun 3, Melia Desa Bungin Tambun 2, Emizer bin Hinterman, Desa Pulau Panggung, Guntara bin Musirman, Desa Pulau Panggung, Binten bin Litusman, Desa Pulau Panggung, Andi bin Amru, Desa Pulau Panggung, Dendi bin Sanawi, Desa Pulau Panggung.

Sedangkan, korban yang masih dalam pencarian tercatat enam orang. Mereka adalah, Mika binti Sus, Desa Bungin Tambun 3, Intan Guspani binti Indi, Bungin Tambun 2, Migi bin Jon Armada, Desa Rigangan, Gok bin Junar, Desa Tanjung Ganti 1, Ipan bin Ujang, Desa Pulau Panggung, Viki bin Ida, Desa Pulau Panggung.

Sementara, korban meninggal tercatat sementara empat orang. Mereka adalah, Emilia binti Minut, warga Desa Manau IX, Yeni binti Kamharudin, Desa Manau IX, Pio bin Didi, warga Desa Bungin Tambun, dan Peri Rahman bin Tisri, warga Desa Pulau Panggung. (zain)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *