Connect with us

Kabar

Hamish Daud Come Back: Jadi Perwira Polisi di Film Horor

Published

on

Hamish Daud Wylle (foto helroad)

JAYAKARTA NEWS— ‘Gantengnya nggak ilang-ilang nih’ (ganteng sekali) sapa penulis saat bersua aktor Hamish Daud Wylle di XXI Epicentrum Walk Jakarta dalam galprem film ‘Malam 3 Yasinan’ yang disutradarai Yannie Sukarya.

Hamish tersenyum.

Di film produksi Helroad dan Alkimia Productions, Malam 3 Yasinan yang akan beredar 8 Januari 2026 ini, Hamish berperan menjadi perwira polisi bernama Baskara, suami Lily.

Lily adalah anak Opa Hendra Djoyodiredjo (Piet Pagau), pengusaha gula kaya raya.

Film ini berlatar tahun 1980an tentang keserakahan dan dosa serta obsesi dipertaruhkan, yang membawa petaka.

“Saya sudah lama nggak main film. Film ini debut horor pertama buat saya. Menuntut fisik dan mental,” lontar Hamish yang mantan suami penyanyi Raisa.

Dikatakannya, akting di film ini sangat dinamis.

“Kita capai bersama. Pemeran dan kru juga lelah syuting tapi puas dan bangga,” jelasnya.

Hamish yang bergelar arsitek dan berwarganegara Australia ini mengaku percaya hal mistis dan tak penakut. Di dunia, ada kekuatan roh baik dan jahat.

Come back nya Hamish terjadi mendadak.

Pukul 9 malam ia bertemu di rumah temannya, Janna Soekasah.

Ia disuruh duduk di meja besar.

Tahunya itu casting.

“Ini tantangan dan peluang. Saya belajar lagi sama mbak  Yannie (sutradara), mbak Wulan Guritno (produser) dan pak Helfi Kardit (produser). Karakternya menarik. Why not ?,” cerita Hamish.

‘”So it was something that I must to challenge myself,” urai Hamish dalam bahasa Inggris yang dikuasainya secara baik.

Ada satu hal yang jadi kendala selama syuting yaitu adegan menangis.

Sampai harus di retake empat kali  baru bisa ‘on’.

Itu pun dia minta diputarkan video puterinya yang bernama Zalina Raine Wylle yang sedang sakit.

“Menjalin chemistry dengan pemeran lain hukumnya wajib. Dan itu menjadi tantangan buat saya,” imbuh Hamish yang mengawali menjadi presenter di acara ‘My Trip My Adventure’ untuk Trans TV di tahun 2013-2015.

Beberapa film yang dibintanginya antara lain ‘Rectoverso’ dan ‘Critical Eleven’ sempat membuat nama Hamish menjulang.

Alhasil, come back nya di film ‘Malam 3 Yasinan’ adalah bukti bahwa dirinya masih ada.

Filosofi ‘mikul dhuwur, mendem jero’ (mengangkat kebaikan, mengubur keburukan) di film ini ia laksanakan dengan baik.

Tragisnya, apa yang dipercayai dan semua yang ingin ia kontrol musnah. Baskara yang ia perankan harus mati.

“Semula saya takut dan tercengang. Bikin merinding. Kejutannya tak terduga. Drama keluarga ini menampilkan citra yang selama ini terlihat baik dari luar, mulai retak dan memperlihatkan keburukan yang sebenarnya,” timpal Hamish.

Malam 3 Yasinan tak hanya menampilkan keseraman dari sosok gaib, tetapi juga tentang keserakahan manusia yang tak kalah horor.

Dan Hamish Daud sudah berakting secara pas di film ini. (pik).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement