Dua Sisi Dunia Anak

 Dua Sisi Dunia Anak

Dunia anak. (Karina Calver)

Jayakarta News – Ayo belajar, jangan bermain saja…! Kata-kata itu kerap sekali kita dengar diutarakan oleh orang tua kepada anak-anaknya di rumah. Apalagi di era pandemi Covid-19 ini, kegiatan belajar mengajar anak di sekolah ditiadakan, jadi dilakukan belajar dari rumah dengan alat baru digital.

Memang jika dilihat antara bermain dan belajar seakan-akan jadi dua sisi mata uang.

Kenapa? Karena hampir kebanyakan orang tua mempertentangkan kegiatan bermain kepada anak-anak. Mirisnya lagi, tak sedikit orang tua menganggap bermain tidak ada gunanya. Padahal jika dilihat menurut hasil beberapa study, bahwa bermain juga merupakan bagian dari kegiatan belajar. Bahkan bermain sangat penting bagi tumbuh kembang anak.

Sedangkan belajar menurut sebagian orang tua adalah berkaitan dengan keahlian, khususnya seperti membaca yang dimulai dengan menghafal huruf demi huruf, menulis, berhitung dan lainnya. Sehingga bermain diangap hanya bersenang-senang.

Dunia Anak adalah Dunia Bermain

Tidak dipungkiri dengan kalimat tersebut. Hanya saja sebagai orang tua wajib untuk mengarahkan dan membimbing agar anak-anaknya tidak bermain dengan hal-hal yang membahayakan dirinya atau orang lain.

Apa lagi perkembangan era digital saat ini, anak-anak lebih sering kelihatan bermain sibuk dengan gadgetnya. Dengan itu informasi begitu gampang untuk diperoleh. Bahkan konten-konten yang selayaknya tidak bisa dikonsumsi anak jika tidak diawasi maka bisa saja itu yang dilihatnya.

Bermain adalah sifat naluriah dari seorang anak, sebab di saat si anak sudah memasuki usia yang aktif, maka ia akan mencari orang untuk bermain demi menginginkan aktivitas-aktivitas yang paling mengasyikan buat dirinya. Di situlah fungsi dan peranan orang tua untuk dapat memberikan arahan demi tumbuh kembangnya anak.

Karena dengan bermain setiap anak akan terbiasa dapat menggunakan nalar seluruh aspek panca inderanya sehingga terlatih dengan baik. Itu ia anggap suatu kebahagiaan, sebab ia dapat mengekspresikan perasaannya. Selain itu, bermain juga dapat membantu si anak untuk belajar bersosialisasi serta beradaptasi dengan lingkungannya.

Bahkan ketika bermain dalam permainan anak dapat membantu perkembangan kognitifnya. Melalui permainan, anak menjelajahi lingkungannya, mempelajari objek-objek di sekitarnya, dan belajar memecahkan masalah yang dihadapinya.

Beberapa Manfaat Bermain Bagi Anak

Dapat Meningkatkan Kreatif Berfikir. Karena dengan ketika anak bermain, itu akan dapat menstimulasi pikiran dan sikapnya. Jadi dengan sendirinya akan menemukan secara signifikan hubungan antara bermain dengan cara berpikir yang berbeda. Mampu membuat cara berpikir kreatif yang memberikan beragam solus.

Menambah Kosa Kata dan Meningkatkan Kemampuan Berbicara. Jadi dengan bermain anak dengan temannya, atau dengan lingkungannya ia akan belajar untuk menghubungkan kemampuan berkomunikasinya, kosa katanya.

Dapat Belajar Mengelola Emosi. Tentu ketika anak bermain, maka ia akan belajar bagaimana menahan atau meningkatkan kemampuan emosinya untuk mengontrol diri. Karena jika si anak hanya tahu lingkungannya ia gak akan mengenal teman-teman yang memiliki karakter yang berbeda. Jadi sebelum memasuki sekolah kesiapan mentalnya sudah siap. Dan masing banyak lagi manfaat lainnya.

Sikap Tidak Baik Orang Tua Kepada Anak

Berburuk Sangka. Jelas kata itu tidak baik bagi siapa saja. Semua orang tidak ingin kata tersebut dialamatkan kepada dirinya, bahkan kita yang dewasa. Jadi selaku orang tua sepatutnya buang sikap dan pikiran negatif kepada anak.

Karena anak memiliki sifat peniru ulung (mahir), maka cukup ajarkan mereka dengan menunjukkan hal-hal yang baik dan ciptakan suasana lingkungan yang nyaman di rumah. Kemudian selaku orang tua perlu anda sadari bahwa si anak juga memiliki pendirian dan keinginan sendiri. Bukan harus mengikuti semua pemikiran orang tua saja.

Mengekang Kebebasan. Siapa saja orangnya di dunia ini tidak ingin jika kebebasannya dikungkung, apa lagi anak-anak, yang sejak lahir sudah memiliki naluriah bermain. Jadi jika kita sebagai orang tua melarang supaya tidak bermain atau dengan orang yang ia suka gunakan cara baik, komunikasikan dengan cara anak.

Membandingkan Dengan Anak Lain. Misalkan anak lain lebih pintar dan baik. Jika keinginan orang tua berkeinginan membuat anak lebih baik tidak perlu menggunakan cara membandingkan, karena itu justru bukan akan membuat ia berubah melainkan akan membuat anak menjadi sedih, kehilangan kepercayaan diri bahkan membangkang dan merasa tidak berharga.

Perlu dingat bahwa setiap anak yang dilahirkan memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi sejauh Anda selaku orang tua harus mampu berkomunikasi dan mengoptimalkan potensi karakter positifnya dengan baik dan meminimalis karakter negatifnya.

Sering Mengeluh. Memang wajar kalau ada hal yang dikeluhkan. Kadang sifat anak sering membuat kesal, Namun, kalau terus-menerus mengeluh apalagi terhadap hal-hal  kecil, itu akan bisa berdampak buruk pada anak. Jika sudah terus-menerus keluhan itu bisa menjadi kebiasaan, sehingga menggerutu dan mengucapkan kalimat negatif lalu didengar, itu dapat menyebabkan si anak mengalami stres serta kecemasan.

Dan itu akan membuat anak cenderung takut untuk mengeksplorasi diri karena khawatir orang tua akan marah atau mengeluhkan tingkah lakunya. Sehingga akibatnya, anak akan merasa takut untuk mencoba hal-hal baru.

Jadi dengan demikian selaku orang tua, bangun sedini mungkin komunikasi yang baik dengan anak-anak anda. Karena perlu diingat tindakan orang tua saat sekarang kepada anaknya, hasilnya dapat dilihat 10-15 tahun ke depan. Jika Anda dapat membimbing, mengajar anak dengan baik, maka ia layak akan menjadi baik.

Kembali hal mengenai bermain, pahamilah bahwa bermain bukanlah hal yang sia-sia bagi si anak. Karena selama bermain sebenarnya mereka juga sedang melakukan proses belajar. Sehingga perlu kita sadari dunia anak adalah dunia bermain. Dan tumbuh berkembangnya anak dengan cara bermain. Karena itu sudah sepatutnya kita tidak merampas waktu bermain dari kehidupan anak-anak. (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *