PADA galibnya, perempuan memiliki kodrat melahirkan bayi, bukan menetas telur. Akan tetapi, masyarakat Papua Barat percaya mitologi lokal, ihwal seorang perempuan melahirkan tujuh telur. Empat telur menetas dan kemudian menjadi raja. Satu telur menetas menjadi seorang perempuan, dua lainnya gagal menetas. Empat raja itu kemudian menjelma menjad empat pulau besar di Papua Barat, yakni Pulau Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta. Jadilah Raja Ampat.
Keindahan alam Raja Ampat seperti suguhan surga. Keanekaragaman biota lautnya, mengangkat Raja Ampat dalam kepopuleran. Foto dan video jepretan para penggila olahraga rekreasi selam, tersebar seantero dunia melalui berbagai media sosial seperti Youtube, WhatsApp, Instigram, Pinterest dan lainnya.
Terumbu karang di Raja Ampat dapat tumbuh dengan baik, tidak lepas dari posisi geografisnya yang diapit Samudera Hindia dan Samudra Pasifik. Keenakaragaman hayati di Raja Ampat yang mengagumkan itu, menjadikannya sebagai surga bawah laut. Keindahan itu makin lengkap tatkala berkelindan dengan kehangatan warga lokal dalam menyambut para turis. Tepatlah Raja Ampat menjadi tujuan wisata bahari yang tak boleh dilewatkan.
Memang, tidak mudah mencapai Raja Ampat. Penerbangan ke Papua Barat dari Jakarta, tergolong mahal. Tapi, bukan tidak bisa diakali. Untuk menyiasati mahalnya tiket pesawat, cobalah cari tiket promo. Lalu, hindari pula peak season. Bisa dibayangkan, harga tiket normal saja Rp 2 juta sampai Rp 3 juta sekali jalan. Jadi, kalau tidak pintar-pintar mengakali, biaya akan tersedot ke urusan tiket.
Selain itu, juga bisa disiasati dengan penerbangan transit menggunakan maskapai berbeda. Anda bisa pakai meta search tiket pesawat untuk memantau pergerakan harga tiket. Dengan demikian, kita dapat memesan tiket dengan harga termurah.
Selain itu, biaya transportasi juga bisa ditekan dengan menempuh perjalanan menggunakan kapal Pelni dari Tanjung Priok, Jakarta. Jadi, jelas kan, liburan ke Raja Ampat pun bisa dilakukan ala backpacker. ***

MENTERI Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga menegaskan, pihaknya akan dan harus hadir dalam pengembangan koperasi dan UKM (KUKM) di kawasan pariwisata Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. “Pemerintah hadir dalam hal pelatihan dan pembiayaan. Dilatih tanpa pembiayaan akan sia-sia, begitu juga pembiayaan tanpa pelatihan takkan menghasilkan apa-apa,” katanya pada acara pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia KUKM di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (13/3/2017).
MELAKUKAN apa yang dicintai, itulah yang dikerjakan wanita satu ini. Dia, Galuh Larasati, lahir di Borobudur dan tinggal di Yogyakarta. Belasan tahun menggeluti bidang pariwisata khusus di wilayah Candi Borobudur dan sekitarnya. Bukan sekadar mencari rezeki tapi yang terpenting baginya mengabdikan diri menjaga dan melestarikan kebudayaan tanah kelahirannya, tanah Jawa.

SALAH satu destinasi favorit di Indonesia adalah kota Bandung, yang sepertinya tidak pernah kehabisan tempat wisata kategori “wajib dikunjungi”. Yang terbaru di ibukota Jawa Barat ini adalah Tiga Dimensi Amazing Art World (3D AAW). Dengan luas lebih kurang 15.500 m2 tempat berfoto 3D yang berlokasi di Setiabudi, Sukasari, Bandung ini diklaim pemiliknya sebagai yang terbesar di dunia.

EMPAT buah topeng khas Cirebon berukuran raksasa, tergeletak di antara tribun panggung Taman Gua Sunyaragi, Cirebon. Tidak satu pun yang tidak cacat. Mengelupas cat di sana, rompal di sisi yang sini, pendek kata tak terawat. Tak heran jika taman yang satu ini seperti mati suri.




Wisata ini bukan pertama kali di Indonesia. Sebelumnya sudah diperkenalkan di Bali dan Yogya (pada tahun yang sama), sedangkan yang memopulerkan adalah Malaysia dan Taiwan.
Mereka sudah menunggu dari jam setengah sepuluh pagi, setengah jam sebelum wahana itu dibuka. Pengunjung di UDWB akan didampingi guest assistance. Mereka akan mengarahkan gaya para pengunjung sehingga foto yang dihasilkan akan maksimum.
Menilik sejarahnya, taman ini adalah taman terbesar yang pernah dibangun pemerintah Hindia Belanda berbentuk hutan lindung dengan nama Hutan Lindung Gunung Pulosari. Perintisan taman ini sudah dilakukan sejak tahun 1912 bersamaan pembangunan terowongan penyadapan aliran sungai Ci Kapundung (kemudian hari disebut sebagai Gua Belanda), namun peresmiannya sebagai hutan lindung baru dilakukan pada tahun 1922.
BANYAK daerah maju karena pariwisata. Salah satunya Kabupaten Banyuwangi. Melalui Banyuwangi Festival (B-Fest), jumlah wisatawan asing dan domestik terus melonjak. Tak heran jika kemudian ajang B-Fest ditarik menjadi ajang pariwisata nasional. Tahun 2017, yang merupakan gelar kelima B-Fest, diluncurkan di Jakarta pekan lalu oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
“B-Fest kami hadirkan tiap tahun ibarat rangkuman bagi segenap potensi Banyuwangi, mulai seni budaya, kekayaan alam, dan kreativitas rakyat. Tahun ini bakal lebih kaya kandungan budaya dan potensi kreativitas masyarakat,” kata Bupati Banyuwangi, Abudllah Azwar Anas.