Ada Apa dengan Penyu, Arapaima, dan Buaya di Surabaya?

TIGA mahkluk eksotik: Penyu, ikan arapaima, dan buaya, bakal dikenalkan lebih dekat kepada pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jl Setail 1, Surabaya. Acara menarik ini dikemas dalam titel One Stop Keeper Talk, dan digelar Selasa (28/3) bertepatan Libur Nasional Nyepi.

Kebun binatang yang dikelola Pemot Surabaya (PD Taman Satwa) itu, terbilang rutin menggelar acara di hari-hari besar. Untuk atraksi penyu, arapaima, dan buaya, pengelola mengenakan tiket Rp 35.000. Harga tiket sebear itu, sudah termasuk untuk masuk KBS, aquarium, pin spesial, photo booth, dan foto bareng Iguana.

Ihwal tiga satwa, penyu, arapaima, dan buaya, adalah koreksi KBR. Penyu adalah kura-kura laut yang ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari.

Sedangkan, ikan arapaima, pirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan berat 200 kilogram. Saat ini sudah sangat jarang terdapat arapaima yang berukuran lebih dari 2 meter karena ikan ini sering ditangkapi untuk dikonsumsi penduduk atau diekspor ke negara lain.

Adapun buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya sepit (Tomistoma schlegelii). Meski demikian nama ini dapat pula dikenakan secara longgar untuk menyebut ‘buaya’ aligator, kaiman dan gavial; yakni kerabat-kerabat buaya yang berlainan suku.

Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, kadang-kadang juga memangsa moluska dan krustasea bergantung pada spesiesnya. Buaya merupakan hewan purba, yang hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus.

Yang penasaran, silakan datang ke KBS, besok. ***

Obral Curug di Cilember

SATU tujuan, tujuh curug terlampaui…. Itulah yang akan Anda dapatkan kalau mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Bogor ini. Namanya Curug 7, karena objek wisata air terjun di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Bogor itu memang berjumlah tujuh. Tidak berlebihan kalau objek wisata yang satu ini benar-benar obral curug….

Jika Anda bertanya, mengapa namanya  Curug Cilember? Pertama, curug (bahasa Sunda) artinya air terjun. Cilember, gabungan dua kata Sunda, cai (air) dan lember (jamur kuping). Konon, zaman Prabu Siliwangi berkuasa, di daerah itu banyak tumbuh tanaman jamur kuping. Hikayat juga menyebutkan, Prabu Siliwangi sangat gemar mandi di air terjun ini.

Lokasi objek wisata yang dikelola Perum Perhutani ini cukup mudah dijangkau. Dari Jakarta, arahkan kendaraan menuju jalur Puncak. Check point-nya adalah Taman Matahari. Setelah Taman Matahari, ada jalan masuk ke kiri, ikuti jalan itu sejauh kurang lebih dua kilometer. Sampailah Anda di pintu gerbang Curug 7 Cilember.

Siapkan uang tiket, Rp 15.000 per orang. Jika Anda datang berkendaraan, harus bayar Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 3.000 untuk sepeda motor.

Berada di area Curug 7 Cilember yang bertengger di ketinggian 900 – 1.000 meter di atas permukaan laut, Anda akan merasakan desiran kesejukan. Mata Anda akan tercuci hijaunya hutan tropis.

Setelah penuh rongga dada Anda dengan hirupan udara segar, siapkan fisik untuk mendaki ketujuh curug yang ada. Uniknya, bilangan curug ini makin kecil, makin tinggi dan makin sulit dijangkau. Karenanya, curug pertama yang Anda lihat adalah Curug 7. Di atasnya, adalah Curug 6. Sayangnya, belum ada akses jalan ke sana, sehingga Anda harus pass dan lanjut ke Curug 5. Nah, mulai naik ke Curug 4, 3, 2, dan 1 Anda harus benar-benar fit. Selain jalan mendaki, medan yang ada juga tidak terlalu mudah untuk ditapak.

Bahkan, Edi Saputra, petugas pengelola lokasi wisata itu menyarankan untuk membawa serta pemandu. Jarak antara satu curug dengan curug lain, hitungannya hanya ratusan meter. Tetapi jika ditotal, akan berbilang lebih dari dua kilometer mendaki. Pendakian normal, butuh waktu sekitar dua jam. Pendakian santai, bisa lebih lama lagi. Kalau ingin lebih cepat, cek dulu jantung Anda.

Sekalipun melelahkan, tetapi dijamin Anda akan fresh jika rekreasi ke Curug 7 Cilember. Persis seperti yang diutarakan salah seorang wisatawan bernama Eka Kurnia (48). “Rasa lelah hilang setelah mandi di air terjun Cilember,” ujarnya.

Info lain yang perlu Anda catat adalah, di lokasi wisata ini juga terdapat objek wisata lain Taman Konservasi Kupu-kupu. Dengan membayar tiket Rp 6.000, Anda bisa menikmati warna-warni kupu-kupu.

Yang juga perlu Anda ketahui, di sini menyediakan tenda berukuran empat dan delapan orang. Di dalamnya sudah tersedia matras dan sleeping bag. Harga sewanya Rp 180.000 per malam (kapasitas 4 orang), dan Rp 350.000 per malam untuk tenda kapasitas 8 orang.

Pilihan lainnya adalah sewa pondok. Tarifnya setara hotel bintang empat atau lima, yakni antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per malam. ***

Kami pun Disambut Tikus-tikus Raksasa

AWALNYA berangkat dari dua rasa penasaran. Pertama, info banyak teman bahwa Kota Batu sangat recomended untuk berwisata bersama keluarga. Kedua, naik kereta api sekarang sangat mudah dan nyaman. Akhirnya, saya dan keluarga pun berwisata ke Kota Batu naik kereta api.

Pelajaran “jalan-jalan” mengajarkan hal penting: Persiapkan secara matang. Karena itu, satu demi satu langkah ke Batu pun dipersiapkan. Apalagi, ini bukan hanya perjalananku sendiri, tetapi juga bersama keluarga besar yang berjumlah 10 orang.

Booking tiket kereta api yang bisa dilakukan secara online, terbukti memang mudah. Kemudian untuk memilih tempat tinggal, kami prefer menyewa homestay daripada villa. Apalagi, pilihan homestay di Kota Batu ternyata sangat banyak. Dari banyaknya pilihan, kita bisa memilih yang sesuai.

Ketika hari H tiba, kami naik kereta api pukul 18.15, dan tiba di Stasiun Malang Kota pukul 10.05 WIB. Lumayan, lebih 15 jam perjalanan. Dari stasiun Malang, kami sewa kendaraan ke Kota Batu yang berjarak sekitar 18 km, dengan waktu tempuh kurang dari satu jam.

Homestay yang kami tuju, ternyata tidak jauh dari tempat wisata Jatim Pak-2, kurang lebih 10 menit pejalanan naik angkot yang melintas di depannya. Akan tetapi, hari pertama kami memilih untuk beristirahat. Keesokan harinya baru kami mengunjungi Jatim Park-2, tepatnya ke Secret Zoo, wahana terbaru grup Jatim Park.

Tiket masuk Secret Zoo adalah Rp 70.000 untuk hari Senin sampai Kamis, dan Rp 100.000 untuk Jumat sampai Minggu. Sedangkan untuk berkeliling area yang sangat luas, tersedia e-bike atau sepeda listrik bertarif Rp 100.000 untuk tiga jam.

Sekilas, koleksi binatang di sini lebih lengkap dibanding Taman Safari. Penataan kandang, penempatan binatang, juga lebih apik. Memasuki area Secret Zoo, kita disambung tikus raksasa.Binatang pengerat raksasa yang didatangkan dari Lousiana, Amerika Serikat ini, disebut nutria, atau dalam bahasa latin coypu.Berbeda dengan tikus biasa, maka nutria ini berkulit tebal. Bahkan kulit nutria banyak dijadikan tas dan jaket.

Tidak salah kalau pengelola Secret Zoo menempatkan binatang unik ini sebagai pembuka. Bayangan orang tentang hewan tikus yang menjengkelkan itu, langsung berubah menjadi kekaguman. Selain ukuran tubuhnya yang sebesar kucing dewasa, nutria ini juga ternyata mampu menyelam di air selama lima menit.

Selanjutnya, adalah deretan bintang kuskus, lemur, lalu kanguru.Jeda sejenak di food court, perjalanan jelajah Secret Zoo sampai ke area akuarium yang mirip Sea World. Lengkap dengan touch pool.

Lepas ikan-ikanan, kita masuk ke zona binatang buas. Tampak puma, leopart, macan kumbang, menyambut pengunjung dengan gerakan aktif. Menuju pintu keluar, kita akan melewati kandang monyet, orang utan, gorila, dan binatang perimata lain.

Tersedia juga area selfie dengan burung-burung cantik. Bagi yang mengajak serta anak-anak, juga tersedia fantasi land. Seorang penjaga mengatakan, kalau mau puas tidak cukup sekali datang. Hmm… benar juga. Rasanya perlu satu hari lagi menjelazah Secret Zoo. ***

Weekend di Grandkemang Jakarta

BINGUNG mencari tempat berlibur yang berlokasi di Jakarta? Hotel Grandkemang bisa jadi acuan. Bahkan, Anda bakal mendapatkan paket liburan spesial keluarga untuk merayakan Paskah, di antaranya weekend stay dan Easter Brunch telah disiapkan oleh grandkemang Jakarta.

Easter Room Package 14-16 April 2017 untuk yang ingin merayakan Paskah dengan paket menginap yang sudah mencakup breakfast untuk dua orang dewasa dan dua anak. Drop off service ke Lippo Mall Kemang dan Car Free Day sesuai jadwal. Late check out sampai pukul 15.00 WIB dan free upgrade kamar.

Akses ke Giggles Klub, 20% off food & beverage hanya untuk makan di restoran. Gratis dua potong laundry setiap hari dan gratis dua tiket Cinema XXI di Lippo Mall Kemang. Paket tersebut dibanderol sebesar Rp 736,000++ per malam atau Rp 1,150,000++ untuk dua malam.

Easter Brunch Minggu, 16 April 2017 di Sperta. Akhiri libur long weekend dengan keluarga sambil  menikmati menu brunch spesial, mulai dari carving stations, berbagai pilihan keju, hidangan internasional dan lokal sampai dengan berbagai dessert Paskah yang berwarna, hanya dengan membayar Rp 325.000++/orang.

Tersedia juga area bermain anak – Giggles Klub, yang akan dimeriahkan oleh tim dari “my robot time”, dimana anak-anak dapat bermain dan merakit robot saat para orang tua menikmati brunch. Dengan tidak menghilangkan tradisi Paskah, anak-anak juga akan berlomba memburu telur yang tersebar di area dalam hotel. Pemenang yang mendapatkan telur terbanyak akan mendapatkan hadiah menarik. ***

Kepulauan Seribu dan Wakatobi Jadi Taman Warisan

KEPULAUAN Seribu sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata nasional. Ini sudah lama terjadi. Namun, sejak pekan lalu, Kepulauan Seribu ditetapkan sebagai Taman Nasional Warisan ASEAN. Hal ini, karena keberagaman flora-fauna dan biota hayati Kepulauan Seribu terlindungi baik dari hal yang menyangkut tentang lingkungan baik dari segi pengelolaan meminimalisir sampah sampai dengan ancaman pencemaran laut.

Sementara Taman Nasional Wakatobi merupakan salah satu dari 50 taman nasoinal di Indonesia, yang terletak di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Taman nasional ini ditetapkan pada tahun 2002, dengan total area 1,39 juta hektare, menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang; yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Kedalaman air di taman nasional ini bervariasi, bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan air laut.

Melihat keindahan, keberagaman, dan pengelolaan yang baik dari kedua Taman Nasional ini, maka dalam Pertemuan ke-27 ASEAN Working Group on Nature Conservation and Biodiversity (AWGNCB), 14-15 Maret 2017 lalu di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Kepulauan Seribu dan Wakatobi Jadi Taman Warisan ASEAN. Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kemlu, Jehezkiel Stephanus George Lantu bertindak menjadi chairman pertemuan tersebut.

Pertemuan AWGNCB ke-27 ini memiliki arti penting bagi Indonesia. Pasalanya, dalam pertemuan ini telah mensahkan Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Wakatobi sebagai Taman Warisan ASEAN (ASEAN Heritage Park/AHP). Pertemuan juga telah mengupayakan proses pengusulan Taman Nasional Betungkerihun-Danau Seribu dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung untuk menjadi Taman Warisan ASEAN (AHP) selanjutnya.

Ketua Delegasi RI Ratna Kusuma Sari, Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat proses ratifikasi Peraturan Presiden (Perpres) Pendirian ASEAN Center for Biodiversity (ACB). Ratifikasi Perpres tersebut ditargetkan rampung tahun ini. Pertemuan AWGNCB ke-27 kali ini menyepakati Terms of Reference AWGNCB yang diharapkan mampu mengoptimalkan mandat AWGNCB dalam pengarusutamaan agenda nature biodiversity di ASEAN. ***

Tidar Heritage Foundation Gelar Wisata Religi

MEMILIKI latar belakang budaya, etnis, ras, suku bangsa, bahasa, kepercayaan, serta agama yang berbeda-beda, menjadikan Indonesia salah satu keajaiban dunia. Memang unik, untuk menciptakan kedamaian dan harmonisasi yang berbeda-beda ini, perlu usaha yang kuat untuk menyatukannya. Tempat wisata yang indah ditiap daerah, termasuk wisata religinya.

Wisata religi atau spiritual menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan nusantara ataupun mancangera. Banyak orang yang ingin tahu cerita di balik tempat wisata religi tersebut. Hal tersebut disampaikan Setyono Djuandi Darmono, Founder Jababeka Group.

“Pangsa pasar wisata paling besar, adalah wisata spiritual, contohnya, banyak orang ke Makkah, Yerusalem, Vatikan,” katanya  dalam seminar Mengembangkan Pariwisata Berbasis Budaya dan Spiritual, di Menara Batavia, Jakarta, baru-baru ini.

Wisata spiritual banyak mendatangkan devisa, dan dapat mencetak lapangan pekerjaan. Karena, dengan banyaknya orang yang datang, nantinya akan balik lagi ke wisata religi tersebut. Sayangnya banyak wisata religi yang kurang diperhatikan masyarakat sekitar ataupun pemerintah sendiri. Tak heran jika wisata religi di Indonesia kurang laku.

Atas dasar itulah SD Darmono, yang juga  pendiri Tidar Heritage Foundation, sebuah yayasan nirlaba yang bekerja untuk melestarikan budaya dan nilai luhur bangsa dan memiliki visi menjalin  persaudaraan antar sesama umat manusia itu, menggelar kegiatan wayang kulit bertema “The Revelation of God through the holy spirit received by Romo Resi Brotonirmoyo”  yang akan dilaksanakan Sabtu, 25 Maret 2017 di Borobudur Golf, Lembah Gunung Tidar, Magelang.

“Pagelarang Wayang kulit ini dikemas semodern mungkin. Wayang kan biasanya dari malam sampai pagi, kali ini sejam saja, teksnya pakai bahasa Inggris, dan nantinya jika bagus, ke depan akan kita lanjutkan,”pungkas SD Darmono.

Acara ini didukung Presiden RI, Menteri Pariwisata, Menteri Luar Negeri, Gubernur DIY, Gubernur Jawa Tengah, dan akan dihadiri 22 duta besar dan perwakilan negara sahabat dan 17 duta besar Indonesia untuk negara sahabat; serta pemerhati budaya dan wisata dari dalam dan luar negeri. ***

Dengan “Bakar Tongkang”, Riau Menyapa Dunia

TAHUN 2017 ini merupakan tahun yang amat berarti bagi Pemerintah Provinsi Riau. Betapa tidak, tahun ini Provinsi Riau benar-benar bakal “menyapa dunia”. Tak tanggung-tanggung, tema besar tersebut menjadi tagline dalam launching Calender of Event yang dirilis di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar RI di Medan Merdeka Barat, Jakarta, baru-baru ini.

Aief Yahya, Menteri Pariwisata mengatakan, pastikan semua kalender kegiatan itu berjalan sesuai jadwal, karena akan menjadi patokan timeline-nya para travellers. Diingatkan  bahwa masing-masing negara mempunyai waktu yang berbeda-beda saat akan berlibur. Mereka akan searching, booking, sampai payment via online. Dapat dibayangkan, kalau berubah tanggal, mereka akan sangat kerepotan.

Tiga event besar pariwisata Pemerintah Provinsi Riau di tahun ini diantaranya, Festival Bekudo Bono, Bakar Tongkang, dan Pacu Jalur bakal digelar sebagai magnet untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mempromosikan Riau sebagai destinasi pariwisata ungulan yang berbasis budaya Melayu .

Sementara itu, Arsyadjuliandi Rachman, Gubernur Riau, menjelaskan, Riau fokus mengusung Bono agar benar-benar tampil atas kekuatannya yang dinilai sebagai gelombang sungai terbaik di dunia. Sejumlah peselancar mancanegara sudah membuktikannya.

“Pariwisata merupakan upaya kolektif yang membutuhkan sinergitas termasuk publik yang menjadi subjek di objek pariwisata. Kita berharap ketika Bono sudah kuat, maka ia akan menjadi pintu masuk dalam memperkenalkan objek lain, termasuk pariwisata berbasis budaya sampai kuliner,” kata Andi Rachman. ***

Hagia Sofia Tambatan Hati Yuza

MENGGAMBAR detil bangunan dan mengambil foto bangunan bersejarah adalah pekerjaan yang sangat digemari pemuda ini. Dia, Ayuza Kharizmi, lahir di Banda Aceh dan sedang merantau di Istanbul, Turki.

Setengah dekade sudah dia tinggal sebagai pelajar di salah satu universitas teknik bergengsi di kota peninggalan kekhalifahan Usmani ini. Bukan hanya sekadar hobi tapi juga ambisinya untuk membangun bangunan yang akan dikagumi sepanjang masa seperti Hagia Sofia di Turki yang masyhur itu.

Ayuza Kharizmi yang akrab disapa Yuza ini sering menemani kawan-kawan traveler dari Indonesia maupun manca negara mengelilingi Hagia Sofia sembari menjelaskan hal-hal penting mengenai peninggalan kaisar Justinian I yang sangat megah. “Dengan mempelajari lambang arsitektur Byzantium ini kita dapat mengembangkan arsitekur modern ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar calon sarjana teknik ini kepada penulis di restoran Doner Kebab Donerci Sahin Usta, beberapa waktu lalu.

Meskipun Hagia Sofia adalah bangunan favoritnya di kota terbesar di republik Turki ini, Yuza tidak hanya terpaku pada bangunan yang pernah menjadi katedral, mesjid dan sekarang menjadi museum ini. “Banyak bangunan lain di kota ini yang sangat megah gaya arsitekturnya dan juga kaya dengan nilai sejarah, this is Istanbul afterall,” kata pengagum Lionel Messi ini sambil menghirup tehnya. ***

Interior museum Hagia Sofia di Istambul, Turki.

Ini Dia, Surganya Bogor

PERLU waktu tujuh tahun, untuk menjadikan rumah pohon dan air terjun Ciherang menjadi surganya Kabupaten Bogor. Betapa tidak, sensasi objek wisata yang satu ini benar-benar luar biasa. Berada di rumah pohon di atas jurang, manjanjikan desir “ngeri-ngeri sedap” di hati. Tak jauh dari lokasi itu, gerujugan air terjun Ciherang makin membuat mata ini ogah berkedip.

Nama resmi lokasinya adalah Ekowisata Curug Ciherang Bukit Batu. Letaknya di Desa Warga Jaya, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Bogor. Mengingat tidak ada angkutan umum yang mengarah ke sana, itu artinya untuk bisa ke surganya Bogor harus membawa kendaraan sendiri, sepeda motor atau mobil. Terus terang, perlu perjuangan.

Penulis menikmati pemandangan jembatan menuju rumah pohon, dan aiir terjun Ciherang.

Pengalaman ke sana bersama anak-anak, menorehkan kesan getir. Dari Jakarta masuk tol Jagorawi dan keluar Citeurup. Nah, sampai sini saja lebih dari 30 km. Kendaraan dipacu ke arah Ciherang. Sekira 20 kilometer kemudian, belum juga menyentuh surga yang dimaksud. Khawatir tersesar, kami pun bertanya kepada pemilik kedai pinggir jalan. “Yaaa… masih sepuluh kilometer lagilah…,” jawabnya enteng.

Kalau saja tidak ada perasaan takut kesasar atau salah jalan, sejatinya jalan ke arah Curug Ciherang sangat indah. Melewati perbukitan, persawahan, dan udara sejuk, hijau dan hijau ke mana pun mata menatap, sungguh santapan mata yang bergizi.

Setiba di lokasi, rasa masygul akibat perjalanan yang terasa panjang dan melelahkan, terbayar lunas. Gemuruh air terjun yang sayup terdengar, benar-benar menyejukkan hati. Dalam bahasa Sunda, curug artinya air terjun, ci air, herang bening. Memang begitu adanya. Ditambah tiga undakan bebatuan besar yang tertimpa tumpahan air, membuat curug yang satu ini terkesan lebih eksotik.

Nah, satu spot lagi yang menarik, adalah rumah pohon. Dengan tiket dua ribu rupiah, pengunjung mendapat hak lima menit berselfie-ria. Inilah kono yang akhir-akhir ini menjadi spot selfie paling ngehits di jagat maya. Ditambah jembatan kayu menuju rumah kayu, membuat spot ini benar-benar menyenangkan.

Sebagai tempat wisata, memang kelihatannya belum sepenuhnya digarap oleh pemerintah daerah. Padahal, retribusi sudah diberlakukan. Tiap pengunjung dikenakan tiket Rp 5.000. Parkir sepeda motor juga Rp 5.000, sedangkan parkir mobil Rp 20.000.  ***

Modernisasi Kebun Binatang Ragunan

KAPAN terakhir kali Anda mengunjungi Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan? Kalau sudah lama tidak ke sana, info ini pasti penting buat Anda. Tetapi bagi yang baru-baru ini ke sana, abaikan saja.

Ini pengalaman mengunjungi Kebun Binatang Ragunan, seminggu lalu. Berdua seorang teman, saya dikenakan biaya Rp 30.000. Sempat berpikir, harga itu terlalu mahal, karena harga tiket masuk hanya Rp 4.000 per orang.

Setelah mendapat penjelasan dari petugas loket, barulah paham, bahwa tidak ada kenaikan harga tiket masuk (HTM). Uang Rp 30.000 yang harus dibayarkan, ternyata merupakan modernisasi sistem pembayaran, sekaligus menjadi paket yang kalau dihitung-hitung, sangat menguntungkan pengunjung.

Dengan membayar Rp 30.000, pengunjung diberi satu keping kartu. Kartu yang diterbitkan oleh Bank DKI itu ternyata multifungsi. Pertama, sebagai tanda masuk ke Kebun Binatang Ragunan. Selain itu, dengan kartu yang sama, bisa digunakan untuk naik bus Trans Jakarta (Jak Card).

Jika dirinci lebih detail, kartu itu peruntukannya adalah Rp 8.000 untuk HTM dua orang. Artinya, HTM tetap Rp 4.000 per pengunjung. Kemudian, dipotong lagi Rp 3.000 untuk parkir sepeda motor dan biaya Jak Card Rp 10.000. Artinya, masih ada saldo Rp 9.000 yang bisa digunakan untuk kunjungan berikutnya. Atau, bisa juga dipakai untuk bayar tiket naik Trans Jakarta ke barbagai jurusan.

Yang lebih menarik, kartu itu juga termasuk untuk bayar jasa toilet, yang dulu dipungut Rp 2.000, sekarang gratis. Sekalipun berkali-kali masuk toilet, tidak lagi dikenakan pungutan. Toilet di Kebun Binatang Ragunan juga sangat bersih, berkat dua penjaga kebersihan yang stand by dari pukul 10.00 – 17.00 WIB. ***