Panorama Indah Puncak Eurad Pingping

Puncak Eurad  Lembang memamng jadi pilihan mereka  yang gemar foto selfie, atau hunting foto. Foto: Ist
MENGHABISKAN waktu libuan weekend dengan jalan-jalan ke Lembang Bandung, Jawa Barat. Seperti diketahui daerah  Lembang Bandung  dengan  topografi wilayah berupa pegunungan, memiliki banyak tempat wisata.
Salah satunya adalah Puncak Eurad yang jadi  kekinian karena menyediakan gardu pandang  yang jadi wisata hits saat ini. Puncak Eurad  Lembang memamng jadi pilihan mereka  yang gemar foto selfie, atau hunting foto. Tersedia berbagai  spot menarik dibuat oleh pegelola seperti  perahu di tepian bukit, gardu pandang yang menjorok ke jurang.
Membuat foto di atasnya dengan  background pegunungan hijau jadi begitu memikat. Masuk ke tempat wisata ini masih gratis, pengunjung hanya dikenai biaya parkir kendaraan. Lokasi  Puncak Eurad Lembang ini secara administratif terletak di perbatasan antara Cibodas dan Ciater Wangunharja, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Akses jalan menuju Puncak Eurad ini masih jelek, maka  disarankan bagi yang ingin ke sana menggunakan kendaraan yang sehat. Rutenya lewat  Jalan Pasar Ahad, kemudian mengambil arah ke Cikareumbi dan Puncak Eurad, jalannnya cuma searah, dan tidak terlalu banyak persimpangan.  ***

Nikmati Sunset Romantis di Tebing Breksi

Objek wisata Tebing Breksi di Sleman, Yogyakarta. Romantis di saat sunset. Foto: Istimewa

DALAM hitungan bulan Anda tidak berkunjung ke Yogyakarta, niscaya akan menjadi generasi zaman old. Pasalnya, kota istimewa yang satu ini, memiliki perkembangan objek wisata yang sangat pesat. Di Yogya, objek sederhana bisa menjadi luar biasa. Contohnya Tebing Breksi yang biasa juga disebut Bukit Breksi atau Taman Breksi. Objek wisata ini berada di dekat Candi Ijo, Sambirejo, Sleman.

Tebing Breksi atau Taman Breksi (TB) termasuk jenis objek wisata yang terbentuk karena aktivitas manusia. Tahun 1980 an tempat ini adalah daerah penambangan batu kapur breksi yang dilakukan masyarakat setempat di dusun Groyokan. Namun dua tahun yang lalu tempat wisata yang buka setiap hari ini, diresmikan sebagai Cagar Budaya oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dari sejumlah penelitian terhadap batuan kapur yang ada di TB, ternyata merupakan endapan dari hasil erupsi berupa abu vulkanik gunung Nglanggeran di gunung Kidul yang merupakan gunung api purba.

Apa yang dapat dinikmati di tempat ini?

Di area wisata tanpa tarif masuk ini, beberapa ukiran dari para seniman lokal sering menjadi spot favorit. Ukiran-ukiran itu ada yang melukiskan tokoh wayang berbagai karakter, dan ukiran naga.

Ukuran wayang di dinding breksi, serta ukiran naga di samping tangga naik dan turun ke bukit Breksi, menjadi pemandangan yang menarik. Foto: Istimewa

Selain tampak eksotis TB juga menawarkan lansekap yang luar biasa. Dengan menaiki tangga batu ke puncak bukit pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang indah. Bagi mereka yang ingin menikmati suasana sunrise/sunset dengan suasana serta view romantis, atau sekadar panorama kota Yogyakarta.

Beberapa jenis burung jinak, juga menjadi objek menarik di Bukit Breksi. Foto: Resti Handini

Tidak hanya itu, di area puncak bukit Anda pun dapat ber selfie-ria. Di sana ada beberapa sudut semacam ajungan untuk tempat berfoto. Fotografer professional pun ada di tempat. Yang sedikit berbeda di tempat ini kita bisa menjumpai beberapa ekor burung menawan yang sudah jinak.

Di area sebelah barat ada semacam lingkaran tempat pertunjukan dengan labirin utk para penontonnya. TB kini termasuk tempat wisata yang tengah menjadi primadona, apalagi sempat dikunjungi Presiden Barrack Obama bersama keluarganya.

Waktu yang paling tepat mengunjungi tempat wisata ini adalah sore hari. Di siang hari akan terasa panas. Jika Anda datang di akhir pekan, dapat menikmati musik hidup dari band yang manggung dengan tenda di area datar. Namun hari Minggu sore, belum lama ini begitu banyaknya pengunjung, sehingga TB layaknya seperti ada keriaan. Sangat banyaknya pengunjung menjadikan kami tidak dapt menyaksikan detil indahnya TB.

Bagi Anda yang hanya ingin melihat keindahan alam TB, tetapi tidak siap untuk menaiki puncak bukit dapat duduk santai sambil memesan aneka minuman hangat khas Jawa Tengah seperti wedang uwuh dan wedang secang. Ingin minuman dingin pun tersedia, bahkan di sudut tempat ada semacam warung lesehan yang menyediakan aneka minuman dari variasi cokelat. Cendera mata aneka jenis juga tersedia di sini. ***

Banyak spot selfie di obek wisata Tebing Breksi atau Bukit Breksi ini. Foto: Resti Handini

D’Kandang, Bikin Anak Betah Orangtua Lelah

D’Kandang Amazing Farm. Sebuah objek wisata-edukasi yang hadir di Jl. Penarikan (Perum PGRI), Pasir Putih, Sawangan, Depok. Foto: Taofik H

ANDA, khususnya warga perkotaan pasti pernah melihat atau mendengar sebuah ironi: Seorang anak tidak bisa membedakan sapi dan kambing. Seorang anak tidak bisa membedakan itik mana dan ayam. Boro-boro ditanya nama jenis tanaman. Bahkan orang tuanya pun belum tentu tahu nama-nama jenis tumbuh-tumbuhan.

Atas kondisi itulah lahir D’Kandang Amazing Farm. Sebuah objek wisata-edukasi yang hadir di Jl. Penarikan (Perum PGRI), Pasir Putih, Sawangan, Depok – Jawa Barat. Di sini, anak-anak –bahkan orang tua—bisa belajar mengenal hewan dan tumbuh-tumbuhan melalui aneka gimmick menarik.

Di sini, anak-anak diajak memerah susu sapi. Foto: Taofik H

Jangan khawatir, tiket masuk ke D’Kandang Amazing Farm, boleh dibilang murah, jika bandingannya adalah Ancol atau di banyak lokasi water park. Manajemen D’Kandang mematok harga tiket Rp 18 ribu dan Rp 35 ribu. Tiket Rp 18 ribu, bonusnya sebotol yogurt. Sedangkan tiket yang Rp 35 ribu, bonusnya yogurt plus topi rimba. Nah, setelah Anda di area D’Kandang Amazing Farm, barulah bebas memilih aneka paket wisata-edukasi dengan harga bervariasi.

Farm Edutainment for Kids (A), dibanderol Rp 120 ribu, untuk lima macam aktivitas utama. Kelima kegiatan itu adalah menanam tanaman hias, memanen sayuran organik, memerah susu sapi, menyusui cempe etawa (domba), dan menunggang kuda/delman.

Apakah ada bedanya dengan paket yang B? Tentu beda. Setidaknya beda di harga. Jika paket A seharga Rp 120 ribu, maka yang Farm Edutainment for Kids B berbiaya Rp 130 ribu. Kemahalan Rp 10 ribu, sepadan dengan kegiatan pokok yang lebih banyak. Kegiatan itu adalah, mencangkok (stek/okulasi) pohon, memanen sayuran organik, memberi makan sapi/kerbau, menyusui cempe etawa (domba), memerah susu sapi, dan menunggang kuda atau menangkap ikan.

Kandang kambing etawa. Foto: Taofik H

Apakah hanya ada dua paket itu saja? Masih banyak paket lain. Misalnya, Creative With Kokedama yang dikenakan biaya Rp 100 ribu per peserta. Tiga kegiatan pokoknya adalah membuat kreasi tanaman khas Jepang, menunggang kuda, dan mendapatkan hasil kreasi kokedama. Kokedama adalah teknik menanam dengan media tanam lumut. Cara ini merupakan seni tradisional Jepang. Kokedama biasa disebut juga bola lumut Jepang. Tanah yang ditanami benih lumut lalu dibentuk bulat (biasanya sebesar tempurung kelapa).

Paket lain dinamakan Creative With Potty Doll, seharga Rp 100 ribu. Paket ini mengajarkan cara membuat boneka kreatif dari tanaman, menunggang kuda/delman, dan mendapatkan boneka potty beserta media tanam dan benihnya. Potty Doll adalah boneka yang dapat ditanami beraneka macam tanaman hias mini, benih sayuran dan bunga-bungaan. Boneka dikemas secara menarik, termasuk benih dan sekam sebagai media tanamnya, berbentuk aneka macam binatang sehingga disukai anak-anak.

Paket berikutnya Creative With Clay seharga Rp 100 ribu. Sesuai namanya, maka paket ini berisi aktivitas membuat kreasi dengan tanah liat. Selain itu, sama dengan paket lain, yakni menunggang kuda/delman, dan mendapatkan hasil kreasi tanah liat.

Di sini tersedia aneka tumbuhan. Foto: Taofik H

Paket-paket tersebut adalah paket pokok. Di luar paket pokok, D’Kandang Amazing Farm menawarkan kegiatan ekstra yang beragam. Untuk menghangatkan pengunjung, mereka menyiapkan welcome drink berupa susu hangat, plus pudding. Petugas yang ada juga sangat ramah dan lihai melakukan ice breaking, sehingga anak-anak mudah cair.

Masih dalam rangka membuat anak-anak nyaman dan betah, petugas mengajak peserta melakukan senam pinguin. Bahkan, diadakan juga sesi foto bersama. Sepertinya mereka berprinsip, jika anak-anak betah, orang tua tidak akan ada masalah, kecuali lelah. Sebaliknya, jika anak-anak tidak kerasan, orang tua pun ikut bosan.

Jika anak-anak kerasan dan orang tua senang, persoalan selanjutnya adalah stamina. Sebab, masih sangat banyak kegiatan yang tersedia sebagai wahana untuk belajar sambil bermain. Misal, bagaimana mengenal tanaman vertikal, mengenal kolam penjernihan air, mengenal seni bonsai, sawah, urban farming, sayuran organik, tanaman buah, tanaman hias, apotek hidup, kompos, green house (rumah tanaman hias), dan lain-lain.

Yang tak kalah menarik, D’Kandang Amazing Farm juga menyediakan fasilitas outbond, Rp 100 ribu per orang. Selain mendapatkan susu hangat dan pudding, peserta juga mendapatkan kesempatan sesi foto dan souvenir. Sarana outbound bisa dibilang sangat lengkap baik untuk high rope (flying fox, spider net, dll), maupun low rope (back ball, estafet ball, bambu titian, tangram, dll).

Belum cukup semua informasi di atas? Percayalah, manajemen D’Kandang Amazing Farm masih memiliki banyak paket menarik lain. Soal puas memang relatif, tetapi umumnya peserta mengekspresikan kepuasan sepulang dari sana. **

Green House, D’Kandang Amazing Farm, Depok. Foto: Taofik H

Wisata Jalan Jaksa Diusulkan Lebih Dihidupkan

Suasana Jalan Jaksa, Jakarta. Terkenal dengan turis backpacker.

SIAPA tak kenal Jalan Jaksa. Ya, di sana menjadi salah satu tempat menetap sementara atau berkumpulnya ‘bule backpacker’. Tak heran bila di sana banyak berdiri penginapan, warung makan, kafe, sampai bar yang mudah kita temui di kiri kanan jalan bertarif miring.

Terletak di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Jalan Jaksa merupakan sebuah jalan kecil yang konon diberi nama Jaksa lantaran dulunya pada masa kolonial tempat ini menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswa sekolah hukum Rechts Hogeoschool yang terletak di dekat Museum Nasional.

Namun, kini sudah berubah total. Sebab, di sepanjang jalan itu, justru tak ada lagi mahasiswa hukum berkumpul di sini, tetapi para turis mancanegara yang memang senang berpetualang dengan modal seaadanha, berbaur dengan masyarakat lokal.

Saat ini Jalan Jaksa dirancang sebagai pilihan utama para backpacker mancanegara atau dalam negeri yang berkunjung ke Jakarta. Jalan selebar sekitar enam meter ini menawarkan para turis untuk mendapatkan akomodasi murah, dan tentunya hiburan malam.

Banyak turis dari berbagai negara memilih untuk tinggal di Jalan Jaksa karena mereka dapat berbaur dengan budaya lokal dan merasakan atmosfer khas Jakarta dengan nyaman, tapi terjangkau. Mereka menginap di hotel bertarif relatif murah yang berada di pusat kota Jakarta.

Keberadaannya memang sudah lama, tak heran bila Jalan Jaksa juga terkenal hingga mancanegara, dan menjadi pilihan bagi wisata mancanegara untuk mengunjunginyal. Apalagi, lokasinya yang strategis, di tengah kota, dan tak jauh dari lokasi wisata di Jakarta.

Sekretaris DRD DKI Jakarta, Tusy Adibroto

Sayangnya, keberadaannya seperti tak mendapat perhatian dari pihak terkait, dan tak ada perkembangan berarti. Tak heran bila Dewan Riset Daerah (DRD) DKI Jakarta mengusulkan agar kawasan wisata Jalan Jaksa lebih dihidupkan kembali. Usulan tersebut disampaikan atas kajian yang telah dilakukan DRD sejak tahun 2015.

Sekretaris DRD DKI Jakarta, Tusy Adibroto mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian dan observasi langsung di tujuh RW di Jalan Jaksa. “Kami menyimpulkan wisata di Jalan Jaksa bisa dihidupkan kembali yakni menjadi pusat kuliner dan pagelaran budaya rakyat,” ujarnya.

Ditambahkan, Tusy, setelah melakukan kajian serta observasi, pihaknya akan memberikan masukan untuk mendorong instansi terkait agar membuat kawasan wisata Jalan Jaksa menjadi lebih hidup.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Tinia Budiati mengatakan, pihaknya sangat mendukung penghidupan kembali kawasan wisata Jalan Jaksa. “Nantinya, jika ada pagelaran budaya dan kearifan lokal secara langsung maupun tidak langsung akan menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara,” tandasnya. ***

Asyiknya Jalan-jalan ke Shamwari Game Reserve

Shamwari Game Reverse di Afrika Selatan.

ADAKAH  perjalanan ke Afrika Selatan tanpa Safari ?! Rasanya tidak. Dan ketika Anda berkunjung ke Afrika Selatan, tentu sayang kalau sampai terlewatkan tidak berkunjung Shamwari Game Reserve, kawasan konservasi pribadi yang berlokasi di Eastern Cape, Afrika Selatan. Shamwari Game Reserve memiliki 6 Pondok  Mewah. Selain itu terdapat juga 3 pusat pendidikan: Ian Player Rhino Center, Born Free Big Cat Sanctuary dan Wildlife Rehabilitation Center.

Ketika Ciara Price jalan-jalan ke Afrika Selatan, ia pun tak menyia-nyiakan untuk mengunjungi kawasan cagar alam tersebut. Dia dan rombongan tidak menyadari, bahwa jalan yang mereka  tempuh itu adalah jembatan Zebra dan Giraffe! Ada jerapah yang benar-benar jauh dari persewaan mobil kecil kami, pertemuan pertama yang mengagumkan di Shamwari! Pondok kami, Long Lee Manor, duduk di tengah cagar, kami berdiri di sana di halaman depan menghadap Zebra, Jerapah, Gajah, Warthogs, dan Badak!

Ciara Price di Shamwari Game Reserve

 

Dengan akomodasi Bintang 5, Anda juga bisa bertahan dalam pengalaman berkendara sebagai  permainan utama! Pondok menyediakan makanan  3 kali sehari, dan benar-benar melampaui harapan. Ketika tiba waktunya untuk permainan, rombongan Price disambut oleh Aymar, pemandu Safari kami. Aymar dari awal adalah tuan rumah yang menyenangkan, sopan dan berpengetahuan luas! Dia bisa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh di Shamwari Game Reserve dkk, ia  menjelaskan dengan gamblang apa yang dimiliki  Reserve, binatang dan kebiasaan mereka.

Permainan drive dimulai di pagi hari dengan panggilan bangun 5 am (sesuatu yang saya harus terbiasa). Kami bertemu di 5:30 untuk kopi / teh dan kemudian kepala keluar untuk mengeksplorasi. Ini juga terulang pada pukul 15.30 untuk drive permainan sore hari.

Shamwari dan staf mereka yang luar biasa memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Sungguh menakjubkan betapa dekat kita dengan hewan-hewan ini! Pondok itu indah dan pemanasan aku merasa benar di rumah. ***

Akomodasi bintang 5 di pedalaman Afrika Selatan.

Festival Danau Toba 2017 Sajikan 50 Stand Kuliner

FESTIVAL Danau Toba (FDT) 2017 akan digelar di kawasan wisata Sipinsur, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada 6 – 9 Desember. Event yang direncanakan akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc dan Gubernur Sumatera Utara, Dr. Ir. H T. Erry Nuradi, M.Si, ini bertemakan “Dengan Kebersamaan Membangun Danau Toba Menuju Pariwisata Dunia Yang Berbasis Geopark”

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara, Drs. Elisa Julianus Marbun, M.Si yang didampingi Sekretaris Panitia Penyelenggara FDT 2017, Drs. Unggul Sitanggang, M.Si dan Kasubag Pemberitaan Humas Pemprovsu, Harvina Zuhra, saat konfrensi pers di kantor Gubernur Sumut, Jalan. Diponegoro, No. 30 Medan, Senin (4/12).

“Kabupaten Humbahas sebagai penyelenggara tahun ini juga sangat antusias, Masing-masing daerah akan menampilkan kebudayaannya, ditambah juga penampilan budaya dari daerah lain di luar kawasan Danau Toba,” terang Elisa sembari menyebutkan dalam event ini juga disediakan 50 stand kuliner dan 40 stand untuk pelaku UKM dan penggiat

Disbudpar Sumut, Drs. Elisa Julianus Marbun, M.Si, Sekretaris Panitia Penyelenggara FDT 2017, Drs. Unggul Sitanggang, M.Si dan Kasubag Pemberitaan Humas Pemprovsu, Harvina Zuhra, saat konfrensi pers di kantor Gubernur. Foto: Monang S

Untuk FDT tahun ini ditargetkan jumlah pengunjung yang akan hadir itu nantinya diperkirakan mencapai sekitar 5.000 lebih, menurut ketua marga Marbun, seluruh keluarga Marbun yang ada diseluruh Indonesia akan turut hadir, dan lain lagi wisatawan mancanegara yang akan didatangkan oleh Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Danau Toba (BOPKDT), dengan membuat program paket perjalanan wisata selama dua hingga empat hari dari Singapura ke Silangit, paket yang dibuat ini nantinya kita harapkan dapat mendatangkan wisatawan mancanegara ke FDT,” lanjut Elisa.

Selanjutnya, Unggul memaparkan, pada 6 Desember akan digelar Seminar Festival Danau Toba yang berlokasi di Pendopo Kantor Bupati Humbahas dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang. Seminar ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk kebijakan pengelolaan kepariwisataan dan kebudayaan di kawasan Danau Toba yang berbasis kearifan lokal.

Kemudian lomba vocal grup yang bertempat di open stage Sipinsur, kecamatan Paranginan, Humbahas. Peserta lomba ini terdiri dari utusan dari kabupaten/kota se kawasan Danau Toba dan Sumut. “Pada malam harinya akan digelar pentas seni budaya dari Pak Pak Bharat, Simalungun, Sibolga, kota Medan dan penampilan artis dari Medan,” jelas Unggul.

Di hari kedua akan digelar lomba lari lintas alam yang dilaksanakan dengan jarak 9,2 Km. Untuk lomba lari ini juga akan diikuti peserta dari luar daerah seperti Banten, Bandung dan Bali. “Kita juga akan menggelar lomba Ucok-Butet geopark yang akan diikuti generasi muda se kawasan Danau Toba dan Sumut. Lomba ini akan digelar di Sipinsur, tujuannya untuk mencari duta geopark yang diharapkan mampu mensosialisasikan wisata dan budaya kawasan geopark kaldera toba,” terang Unggul.

Pada tanggal 7 Desember ini lanjut dia, akan digelar pembukaan di kompleks wisata Sipinsur. Dalam acara pembukaan ini akan digelar parade kontingen, pagelaran ‘Menghunti Tandok’ oleh seribu Tandok dari kaum ibu yang ada di kabupaten Humbahas. Dilanjutkan dengan tarian massal 5 puak di Sumut.

“Sebelum acara pembukaan akan dipagelarkan penyambutan tamu menuju Sipinsur dengan ulos terpanjang yang telah mendapatkan rekor MURI dan dikenakan oleh siswa siswi, dengan tujuan untuk mensosialisasikan penggunaan ulos,” kata Unggul.

Selain itu pada acara pembukaan juga akan dimeriahkan artis nasional seperti Novita Dewi Marpaung. Turut juga digelar pada malam harinya, host dinner di Pendopo rumah dinas Bupati Humbahas. Sementara di lokasi Sipinsur digelar band local dari Humbahas, dan pentas seni dari kabupaten Karo, Labura, Sibolga, Samosir dan Humbahas.

Hari ketiga, akan digelar berbagai lomba, seperti lomba paduan suara yang bertempat di Aula kantor Bupati Humbahas. Selain itu, digelar lomba seruling yang berlokasi di wisata Sipinsur, lomba renang yang digelar di perairan Danau Toba kecamatan Bakti Raja, lomba Dragon Boat yang digelar di pantai Bebas Bakara. Sedangkan malam hari digelar hiburan rakyat yang menampilkan band dari Medan dan Jakarta serta dimeriahkan dengan penampilan budaya dari Dairi, Samosir, Deli Serdang, Langkat dan Humbahas. “Pada hari terakhir akan digelar penutupan dan penyerahan hadiah kepada pemenang. Penutupan ini direncanakan akan dilakukan oleh Gubsu,” kata Unggul

Di akhir konferensi Elisa menambahkan FDT tahun ini ada perlombaan yang beda dari tahun sebelumnya yakni Perlombaan Dragon Boat dan Lari Lintas Alam yang langsung di tangani oleh Kementerian Pariwisata bersama Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Humbahas. ***

Indahnya Kampung Pelangi Semarang

Salah satu sudut Kampung Pelangi Semarang.

KALI ini berkunjung ke Kampung Pelangi Semarang, yang sangat unik dan instagramable. Kampung Pelangi yang satu ini lokasinya berada di tengah kota Semarang, menyuguhkan pemandangan menaik dari sebuah kampung dengan warna-warni yang unik.

Dari jauh sudah terlihat deretan rumah yang dicat warna-warni. Dulu  perkampunan ini sangat kumuh, namun sekarang sudah berubah luar biasa.  Bagi yang menyukai foto-foto, di dalam kampung pelangi terdapat beberapa spot menarik untuk  untuk diabadikan.

Kampung Pelangi Semarang ini dibuat untuk mendukung pembangunan kembali Pasar Bunga Kalisari, dimana lokasinya tidak jauh dari Kampung Pelangi Semarang. Kampung Pelangi Semarang ini mudah ditemukan, lokasi tepatnya di Jalan  Dr Soetomo, Randusari, Semarang Selatan.

Rute yang bisa ditempuh menuju Kampung Pelangi Semarang bisa menggunakan Travel Semarang-Jogja. Jika dari arah Tugu Muda bisa menuju Jalan  Dr. Soetomo  arah RS Kariadi Semarang. Patokannya ada  deretan penjual bunga yang berada di Pasar Kalisari, itu tandanya sudah sampai di area Kampung Pelangi Semarang.

Kampung ini juga dekat dengan beberapa obyek wisata seperti Lawang Sewu, maka wisatawan sering langsung mampir ke kampung ini. Untuk masuk ke kampung ini pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp3.000. Di sana bisa sepuasnya berfoto ria. ***

Sail Sabang 2017 akan Jadi Sail Terbesar

MENTERI Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan kebanggaannya terhadap perhelatan Sail Sabang 2017, yang digelar di Sabang, Provinsi Aceh, 28 November-5 Desember 2017. Menpar berharap agar Sail ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama masyarakat Sabang.

“Sesuai instruksi Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa Sail itu jangan hanya sebuah seremoni, namun harus berdampak positif kepada masyarakat dan bisa menyejahterakan rakyat. Ini harus terjadi di Sail Sabang 2017,” kata Arief Yahya kepada wartawan usai melakukan peninjauan persiapan acara puncak Sail Sabang 2017, di Terminal CT-3, Sabang, Provinsi Aceh, Kamis (30/11) malam.

Menurut Menpar, event Sail yang ke-9 ini adalah Sail terbesar di Indonesia, dilihat dari jumlah peserta, penonton, dan rangkaian acara. “Ini Sail Sabang terbesar karena ada tiga hal, yakni karena peserta yang terbanyak, penonton terbanyak, dan rangkaian event yang juga terbanyak,” ujar Menpar.

Sail Sabang 2017 ini, tambah  Menpar, selain menghadirkan dua kapal kebanggaan Republik Indonesia, yakni KRI Bima Suci dan Dewa Ruci, Sail ini juga disambangi kapal Cruise Victoria yang membawa ribuan wisatawan dan juga 100 kapal yachter dari berbagai negara yang bersandar di Sabang. “Kapal pesiar ini punya spent money yang tinggi, yakni 100 ribu US dolar, yang pasti dampaknya langsung kepada masyarakat Sabang,” paparnya.

Dari segi jumlah penonton, seperti yang dipaparkan Menpar, dari data yang ia terima sampai tanggal 30 November 2017 sudah mencapai 20 ribu orang. “Jumlah ini 15 persennya adalah wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Sail Sabang 2017 ini juga memiliki event yang paling banyak yaitu 46 event sejak awal dimulai. “Ada acara puncak yang akan digelar 2 Desember, yang semoga cuaca semakin bagus dan acara berlangsung sukses,” cetus Menpar Arief lagi. ***

Liburan Akhir Tahun di Dinginnya Gangwon Korea

 

MEMILIH liburan musim dingin atau akhir tahun dengan jarak hanya terhitung 6,5 jam dari Jakarta menggunakan penerbangan langsung?

Mungkin, Korea Selatan adalah pilihan tujuan yang sempurna untuk keinginan Anda bermain salju dan menikmati ragam festival musim dingin bersama keluarga atau pun teman-teman.

Korea Selatan dikenal memiliki ragam festival-festival menarik pada musim dingin, di antaranya ada dua festival tahunan menarik dan unik yang wajib dikunjungi di Korsel yakni “PyeongChang Trout Festival” atau Festival Ikan Trout PyeongChang, dan “Hwacheon Sancheoneo Ice Festival” atau Festival Es Ikan Trout Hwacheon. Ikan Trout terkenal kaya nutrisi, dan lebih enak disajikan dalam keadaan segar dan mentah.

Menurut jadwal, penyelenggaraan Korea Tourism Organization, tahun ini Festival Ikan Trout PyeongChang diadakan di kota Jinbu-myeon, PyeongChang, provinsi Gangwon mulai 22 Desember 2017 sampai 25 Februari 2018. Berlangsung sebelum dan selama gelaran Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018.

Pengunjung dapat menikmati berbagai program temasuk memancing ikan trout di bawah lapisan es, permainan salju dan es termasuk kereta luncur, ATV dan snow rafting, serta banyak program menarik lainnya.

Ikan trout yang berhasil ditangkap dapat disajikan langsung di restoran-restoran dekat area festival.

Sementara itu Festival Es Ikan Trout Hwacheon mulai digelar pada 6 – 28 Januari 2018 di sungai Hwacheon, provinsi Gangwon.

Kegiatan memancing ikan trout menjadi favorit para pengunjung. Selain itu, jika berani, Anda dapat menangkap ikan trout didalam air es dengan tangan kosong.

Banyak ragam permainan menarik yang dapat dinikmati juga. Ikan-ikan yang berhasil ditangkap disini juga dapat dinikmati langsung di tempat.**

Hebat, Korsel Kini Berubah sebagai Taman Bermain Modern di Asia

 

LONELY Planet, salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang informasi pariwisata internasional, telah mengumumkan Best in Travel untuk tahun 2018. Ternyata, Korea Selatan berada di peringkat teratas dari daftar negara-negara yang dikunjungi, yakni berada di peringkat kedua di bawah Chile.

Lonely Planet menyebut Korea Selatan sebagai taman bermain modern di Asia. Lonely Planet menyoroti beberapa tujuan wisata diantaranya adalah Seoul, ibukota Korsel dan Provinsi Gangwon.

Di Seoul, faktor yang membedakannya dengan kota-kota di negara lain adalah keindahan unik dari pemandangan gedung-gedung bertingkat yang terlihat harmonis berdampingan dengan rumah tradisional Korea, Hanok.

Dibukanya Seoullo 7017 juga menjadi keunikan tersendiri, karena sejarah di balik pembangunan destinasi tujuan wisata ini. Seoullo 7017 awalnya merupakan jalan layang yang dibangun di kawasan Stasiun Seoul pada tahun 1970-an.

Ruang tersebut kini telah diubah menjadi jalur pejalan kaki dengan julukan romantis “sky garden.” Tempat yang selaras untuk berjalan-jalan, beristirahat, bermain, dan makan.

Provinsi Gangwon, di sisi lain, disebut sebagai city of nature karena pemandangan alamnya yang memesona. Salah satunya adalah Pyeongchang, yang bakal menjadi tuan rumah gelaran Olimpiade Musim Dingin pada Februari 2018 mendatang.

Pyeongchang menawarkan kegiatan luar ruangan yang indah sepanjang tahun, tapi saat terbaik untuk berkunjung adalah di musim dingin, saat pegunungan diselimuti salju. Wisatawan memiliki banyak pilihan resor ski seperti Yongpyong Resort, Alpensia Resort dan Phoenix Park.

Selain itu, pihak Korea Tourism Organization Jakarta (KTO Jakarta) dalam keterangannya menyebutkan,  Gangwon menjadi tempat yang sempurna untuk kegiatan templestay. Templestay adalah kesempatan unik untuk merasakan aktivitas langsung Buddhisme di Korea, gaya hidup sehari-harinya, baik secara ritual dan spiritualitasnya.