Meksiko Awali Gali ‘Kuburan’ buat Tim Panser?

MEKSIKO  bermain mempesona pada laga perdana Piala Dunia saat meladeni tim pemegang gelar Jerman, dengan memenangi pertarungan 90 menitnya 1-0.

Kemenangan Meksiko ini menjadi  guncangan nyata pertama di Piala Dunia 2018 di Rusia, dan sebagian besar hal ini terjadi berkat tampilan apik Chincharito dkk di babak pertama yang tampak penuh bersemangat.

Kekalahan Jerman terjadi ketika pada menit ke 34,  Hirving Lozano melesakkan  tembakan dengan kaki kanannya  ke sudut kiri bawah gawang Jerman. Gol itu tercipta setelah Lozano mendapat assisted dari  Chicharito.

Sebagai juara bertahan, ini adalah kekalahan pertama Jerman di babak penyisihan grup dalam perhelatan Piala Dunia.

Punggawa  Real Madrid, Toni Kroos berusaha mengejar divisit satu gol tersebut,  saat di menit ke-38,  dia  melayangkan tembakan dengan kaki kanan dari luar kotak 16, namun usahanya gagal, saat bola melesak ke  sudut kanan atas gawang Meksiko.

Nasib Jerman seperti ini sebenarnya juga pernah dialami oleh  juara bertahan Prancis pada tahun 2002, Italia pada tahun 2010 dan Spanyol pada tahun 2014.

Jadi, inikah tanda-tanda Jerman bakal gagal melaju ke babak berikutnya? Terlalu pagi untuk memastikannya. ***

Swiss Tahan Imbang1-1 atas Pemegang Lima Gelar Piala Dunia

SWISS tampil dengan penampilan penuh semangat dalam menahan juara lima kali Brasil, untuk menjadi imbang 1-1 dalam pertandingan pembuka Piala Dunia mereka pada Minggu.

Brasil mengeluarkan senjata ablazing dan maju pada menit ke-20 melalui serangan panjang yang menggiurkan oleh Philippe Coutinho.

Tapi Swiss bangkit membalas  menyamakan kedudukan di menit ke-50 dengan header Steven Zuber. Dan kemudian Nati sukses menahan serangan Brasil yang  kuat untuk mempertahankan skor itu.

Hasil imbang itu memberi kedua tim satu poin di Grup E – di belakang Serbia yang memiliki tiga poin setelah menang 1-0 atas Kosta Rika.

Satu-satunya pertemuan  Swiss dan Brasil sebelumnya adalah  di Piala Dunia datang pada 1950, ketika Swiss melalui Jacky Fatton mencetak gol di menit ke-88 untuk hasil imbang 2-2.

Kapten tim Marcelo adalah satu-satunya starter di timnas Brasil  yang juga ditampilkan dalam lin up pertama di negaranya saat kalah memalukan 7-1 dari Jerman di semi-final Piala Dunia 2014.

Neymar, yang melewatkan momen 2014, yang terlupakan dengan patah tulang di punggungnya, bisa bermain meski pelatih Tite mengatakan pada Sabtu ia tidak fit “100 persen”. Dan pada 10 menit pertama di Rostov Arena, tampak penampilan  kedua tim seimbang.

Kekuatan sepakbola Amerika Selatan mampu dijaga oleh  kiper  Swiss Yann Sommer yang dapat melakukan pekerjaan yang baik dimana ia membelokkan upaya kaki kiri Paulinho. Sommer tidak punya kesempatan meskipun pada menit ke-20  Brasil memimpin pada upaya brilian oleh Coutinho.

Pemain tengah itu menembakkan bola dari jarak jauh yang luar biasa yang menggebrak tiang jauh kanan dan lahirlah  gol ke-11 untuk Selecao.

Swiss tidak dapat benar-benar mengancam gawang lawan dan lebih mencolok dengan tantangan berat mereka pada playmaker Brazil,  Neymar dengan menghabiskan waktu yang cukup lama di lapangan untuk mengganggu mantan pemain Barcelona itu melalui 10 kali pelanggaran.

Tindakan itu mereda selama sisa babak pertama – meskipun Swiss mengendalikan sedikit lebih baik dari permainan- sampai Diego Silva hampir menggandakan  keunggulan di babak perpanjangan waktu pertama, dengan mengirim sundulannya dari sudut di atas mistar gawang.

Swiss tidak menggantung kepala mereka dan menyimpang permainan hanya lima menit memasuki babak kedua pada set piece.

Zuber memberi Miranda dorongan kecil dari belakang untuk menciptakan ruang yang cukup untuk menyundul tendangan pojok Xherdan Shaqiri dari sisi kanan pada menit ke-50.

Brasil mencoba untuk mengambil tekanan, tetapi pertahanan Swiss terus bekerja keras untuk menghancurkan serangan mereka, dengan melakukan berbagai pelanggaran yang menghasilkan kartu kuning, dan contohnya menyasar Neymar sehingga ia semakin babak belur.

Coutinho terlihat bagus untuk menggandakan golnya dan membawa Brasil kembali unggul pada menit ke-70,tetapi tendangan kaki kanannya melebar. Swiss memusatkan upaya pertahanan mereka dan menjaga serangan berbahaya Brasil,  meskipun fans Nati menahan napas mereka di menit ke-88 pada header Neymar, yang dapat Sommer selamatkan  dengan nyaman meskipun sang bintang itu cukup memiliki ruang.

Sommer sukses menjalankan tugas dua menit kemudian, saat ia menyingkirkan sundulan kosong Roberto Firmino. Gelombang serangan Brasil terakhir berlanjut dengan Miranda mengirim tendangan semenit kemudian hanya melebar beberapa jengkal. Bek Swiss Fabian Schaer berhasil menyelamatkan  tembakan Renato Augusto di  enam menit memasuki waktu tambahan untuk mengamankan poin.

Neymar Jadi Terget Pelanggaran Pemain Swiss 10 Kali

 

SENIN dini hari waktu Indonesia, atau Minggu petang waktu Rusia, kita menyaksikan  bagaimana  Brasil turun ke lapangan dalam laga penyisihan grup Piala Dunia  untuk pertama kalinya di  Rostov-on-Don.

Penonton bersemangat sekali  untuk melihat Neymar beraksi, namun penyerang Paris Saint-Germain itu justru menjadi sasaran penggawa  Swiss, karena ia dilanggar 10 kali.

Muncul  kekhawatiran atas kebugaran Neymar dalam  pertandingan, dan itu kemudian  mereka perburuk dengan perlakuan fisik yang dia terima. Seperti diungkapkan dalam konferensi pers sebelum  pertandingan, Vladimir Petkovic dan Stephan Lichtsteiner berbicara tentang bagaimana peristiwa 26 tahun yang tak terbendung. Dan  mereka menemukan cara untuk membatasi keefektifan permainan seorang bintang.

 

Pelanggaran yang menyasar  Neymar pertama dilakukan oleh Valon Behrami, disusul oleh Granit Xhaka yang hampir menarik baju Neymar dari punggungnya. Lantas, Lichtsteiner kemudian  dengan tidak sengaja mencakar muka depan dalam upaya untuk menarik kemejanya.

Tidak ada yang salah dengan tim yang mencoba membatasi dampak seorang pemain individu,  tetapi pada paruh kedua permainan, apa yang dilakukan rasanya  konyol. Neymar menerima sangat sedikit perlindungan dari wasit, Cesar Ramos, dengan kamera televisi bahkan menunjukkan beberapa lubang yang dibuat di kaus kakinya.

Sejauh ini tidak ada seorang pemain  yang dilanggar lebih dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak Alan Shearer tampil dengan timnya  melawan Tunisia di Perancis 1998, dimana pada kesempatan itu mantan pencetak gol Newcastle United diganjal 11 kali.

 

Tidak menyenangkan menonton pertandingan sepak bola seperti itu. Tetapi, itu pasti efektif bagi tim lawan, karena tampak sekali dengan cara seperti itu  mantan pemain depan Barcelona itu tidak dapat benar-benar berkontribusi kepada timnya secara maksimal. Ada beberapa film dan tipuan yang mengesankan secara teknis, tetapi tidak ada substansi nyata dengan Cristiano Ronaldo yang masih menjadi bintang bersinar dalam kompetisi ini dengan tiga golnya pada penampilan perdana di Rusia saat melawan Spanyol.

Ketika pertandingam  memasuki tahap akhir, Neymar pucat dan jelas sudah cukup dengan kamera menangkap dia menjadi target  pelanggaran.

Tite dan  Selecao sama sekali tidak terkesan, sering datang ke tepi area  untuk mengeluh kepada wasit Meksiko. Cedera  sangat merepotkan dalam hal berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh sepenuhnya, Neymar telah menderita sejak Februari dan tim medis Brasil akan memeriksa kondisinya pada Senin pagi  di Rusia.

Perlakuan Swiss seperti itu nyatanya efektif memaksa Brasil untuk gagal meraih sukses dalam tampilan perdannya. Ya, Swiss suskes menahan lima kali juara Brazil untuk memaksa imbang 1-1 di babak pembuka ini.

Inilah sepakbola!

10 Negara Ikuti Kejuaraan Tinju Piala Kapolri

Ketua Umum Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma

DALAM rangka memeriahkan hari Bhayangkara ke-72, Pengurus Pusat Pertina (PP Pertina) berkerja sama dengan Polda Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Manado akan menggelar kejuaraan Tinju Internasional Piala Kapolri ke-2 pada tanggal 4-9 Juli 2018 di kawasan Mega Mas Kota Manado Sulawesi Utara.

Menurut Ketua Umum Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma, sampai saat ini sudah 10 negara memastikan diri untuk ikut pada kejuaraan ini. Antara lain Malaysia, Singapura, Piliphine, Thailand, Vietnam, Jepang, Srilanka, Australia, China Taipe dan Jordania.

Sementara dari dalam negeri 20 provinsi memastikan diri untuk berpartisipasi. Kejuaraan ini akan mempertandingkan 8 kelas putra masing masing kelas 46kg, 49kg, 52kg, 56kg, 60kg, 64kg,69kg dan 75kg. Adapun di kelas putri akan dipertandingkan 6 kelas yaitu kelas 48kg, 51kg, 54kg, 57kg, 60kg dan 64kg.

“Kejuaraan ini menjadi ajang try out bagi petinju Pelatnas Asian Games, karena diikuti petinju-petinju dari negara-negara Asia yg akan bertanding di Asian Games Jakarta pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018, kecuali Australia. Kita bisa mempelajari tehnik-teknik dari petinju petinju Asia yang akan menjadi lawan kita di Asian Games,” kata Johny yang baru saja memboyong petinju-petinju Indonesia berlatih di Ukraina.

Total petinju yg akan bertanding lebih dari 200 petinju. “Kejuaraan ini memperebutkan bukan hanya Piala Kapolri dan Medali tetapi juga hadiah uang pembinaan. Untuk juara kelas, Medali emas mendapaatkan Hadiah US $500, medali perak US $300, medali perunggu US $200,” tambah Johni Asadoma.

Lebih lanjut,  dikatakan bahwa juara umum mendapatkan hadiah US $5000. Dengan demikian Total hadiah uang yg di perebutkan berjumlah us $19.000.

Kejuaraan ini diselenggarakan di samping untuk memeriahkan hari Bhayangkara ke-72, juga untuk memberikan pengalaman kepada para Petinju Indonesia bertarung dengan petinju-petinju dari luar negeri. Tim Pelatnas Tinju Asian Games yang saat ini sedang mengikuti Pelatnas di Manado Sulawesi Utara akan di terjunkan dalam Kejuaraan ini. ***

Hanya Delapan Karateka untuk Tim Asian Games 2018

ilustrasi–Ahmad Zigi tampil di nomor kata pada kejuaraan dunia beberapa waktu lalu–foto bola com

Seleksi demi seleksi dijalani  Pengurus Besar Federasi  Olahraga Karate-Do (PB Forki) demi mendapatkan tim karate terbaik yang akan berlaga di Asian Games mendatang. Senin 11 Juni lalu adalah seleksi yang kedua ‘memeras’ 24 karateka pelatnas menjadi 12 orang. Dari 12 karateka ini masih akan ‘diperas’ lagi menjadi delapan orang yang akan menjadi tim inti.

“Hanya delapan nama untuk tim inti Asian Games nanti. Nama-namanya ditetapkan nanti, mungkin sekitar 30 Juni mendatang. Jadi kami masih punya waktu sekitar dua minggu untuk mengevaluasi dan menganalisis kelas-kelas berpeluang untuk merebut medali di Asian Games mendatang, “ ungkap Sekjen PB Forki Lumban Sianipar.

Hasil seleksi pada 11  Juni di Ciloto Jawa Barat telah diumumkan. Dari 12 orang  tujuh karateka di antaranya berasal dari Inkai. Hasil lengkapnya adalah; Ahmad Zigi Zaresta/Inkai (kata putra), Rifky Ardiansyah/Inkai (60 kg), Jintar Simanjuntak/Inkanas (-67 kg), Sandi Firmansyah/Inkanas (-75 kg), Romario Setiamu/Lemkari (-84 kg), dan I Made Budi Kertayasa/Inkai (+84 kg).

foto cakrawala news

Sementara di nomor putri ada Nawar Kautsar M/Inkai (kata), Srunita Sari Sukatendel/Inkai (kumite -50 kg/ Cokorda Istri Agung Sanistyarani/Inkai (-55 kg), Intan Nurjanah/Inkanas (-61 kg), Ceyco Goergia/Inkado (-68 kg), dan Dessynta Rakawuni Banurea/Inkai (+68 kg).

Cabang karate Asian Games 2018 akan mempertandingakan 12 kelas. Sesuai ketentuan, setiap negara hanya boleh turun di delapan kelas. Karena itu Forki masih harus melakukan analisis potensi atlet dan delapan kelas yang memiliki peluang paling baik. Untuk diketahui KOI menargetkan satu emas dari karate. Namun dengan potensi yang ada PB Forki berharap bisa meraih emas lebih dari yang ditargetkan KOI.

Karateka Indonesia pernah mencatat prestasi pada Asian Games Bangkok 1998 dan 2002 di Busan. Ketika di Bangkok, karateka Indonesia Arif Taufan Syamsuddin meraih medali emas, sedang di Busan emas diraih oleh Muhammad Hasan Basri.***

Mohamed Salah Turun Perdana Saat Melawan Rusia

PRESIDEN Asosiasi Sepakbola Mesir (FA Egypt), Hany Abo Rida, menjelaskan bahwa Mohamed Salah, sudah bisa bermain di Piala Dunia 2018. Salah adalah striker andalan tim Mesir di Piala Dunia. Namun, Salah belum bisa diturunkan di laga perdana tim Mesir (versus Uruguay) di Grup A, Jumat malam 15 Juni 2018.

Salah diperkirakan baru bisa diturunkan saat Mesir menghadapi tuan rumah Rusia (20 Juni) dan Arab Saudi (25 Juni).

JADWAL LAGA GRUP A

Kamis 14 Juni 2018, 22.00 WIB: Rusia vs Arab Saudi, Moskwa, Luzhniki Stadium

Jumat 15 Juni 2018, 19.00 WIB: Mesir vs Uruguay, Yekaterinburg, Central Stadium

Rabu 20 Juni 2018, 01.00 WIB: Rusia vs Mesir, St Petersburg, Krestovsky Stadium

Rabu 20 Juni 2018, 22.00 WIB: Uruguay vs Arab Saudi, Rostov Arena

Senin 25 Juni 2018, 21.00 WIB: Arab Saudi vs Mesir, Volgorad Arena

Senin 25 Juni 2018, 21.00 WIB: Uruguay vs Rusia, Samara, Cosmos Aren

Bintang Liverpool tersebut mengalami cedera berat akibat dipelintir tangannya oleh stopper Real Madrid, Sergio Ramos, di final UEFA Champions League, Minggu 27 Mei 2018 dinihari. Bahunya mengalami dislokasi ketika pertandingan baru berjalan 31 menit. Setelah Salah ke luar lapangan, Real Madrid merajalela. Alhasil Liverpool kalah 1-3.

Usai laga final tersebut, manajer/pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menyatakan kecemasannya. “Bisa jadi Salah tidak bisa bermain di Piala Dunia (yang dimulai 14 Juni 2018),” kata Klopp waktu itu.

Tapi, Presiden Asosiasi Sepakbola Mesir, Abo Rida mengatakan Salah kemungkinan hanya absen di laga perdana Mesir versur Uruguay. “Tapi dia 100 persen bisa bermain di laga kedua dan ketiga Grup A Piala Dunia,” kata Abo Rida seperti dikutip express.co.uk.

JADI KE REAL MADRID?

Akan hal rencana Real Madrid mentransfer Salah, belum ada kepastian. Salah minta waktu untuk mempertimbangkannya. Beredar kabar di Spanyol bahwa Salah tidak menolak pindah ke markas Real Madrid, Stadion Bernabeu. Namun, sekarang Salah perlu fokus dahulu untuk Timnas Mesir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2018 di Rusia. Real Madrid sangat berharap Salah gabung di Bernabeu. ***

Sumber: http://www.cowasjp.com/read/3325/20180531/224905/salah-bisa-main-di-piala-dunia-tapi-absen-di-laga-perdana/

KONI Perjuangkan Kesejahteraan Atlet Lewat BPJS

SUATU langkah strategis dilakukan KONI dalam upaya menjamin kesehatan atlet Indonesia. Terobosan KONI itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Hal itu terjadi saat kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Enda Ilyas Lubis dan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman di Kantor KONI Pusat Lantai 12 Gedung PPKGBK lSenayan, Jakarta, Rabu, (30/5).

“Ini adalah salah satu bentuk kehadiran negara dalam dunia olahraga. Kami menyadari jika sebagai atlet itu banyak menghadapi tantangan. Makanya kami hadir di sini,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Enda Ilyas Lubis di Kantor KONI Pusat.

Enda Elyas Lubis mengharapkan dengan adanya jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan, atlet tidak ragu lagi dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi sebuah pertandingan karena jika sampai mengalami cedera bakal ada yang menjamin karena dikategorikan sebagai kecelakaan kerja.

‘Selain itu, lanjut dia, atlet yang mengalami cedera dan bahkan tak bisa pulih sehingga mundur menjadi atlet juga akan disiapkan jaminan,”tambahnya. Jaminannya seperti dijelaskan Elyas, misalnya dialihkan ke profesi lain seperti menjadi pelatih. BPJS akan akan membantu pembiayaan pelatihannya.

Terkait dengan teknis untuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, Ilyas mengatakan, jika atlet yang bakal mewakili negara dalam sebuah kejuaraan atau melalui formal tertentu seperti surat keputusan (SK) pihak terkait, maka bisa menjadi anggota.

“Saat ini kami memiliki 300 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi akan sangat mudah untuk mendaftar. Saat ini kami juga sudah memiliki ‘digital service’. Jadi bisa dilakukan secara ‘online’,” kata dia.

Kesempatan sama Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman mengatakan dengan adanya kerja sama itu, pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap atlet, terutama yang saat ini menjalani pemusatan latihan untuk Asian Games 2018.

“Untuk tahap awal, SK pelatnas Asian Games 2018 akan dijadikan jaminan ke BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan ini memang sangat diperlukan demi hasil yang maksimal,” katanya.

Ke depan, kata dia, tidak hanya atlet pemusatan latihan nasional Asian Games 2018, namun juga atlet untuk persiapan SEA Games 2019 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 akan mendapatkan jaminan yang sama. Untuk itu, pihaknya segera meneruskan program tersebut ke KONI daerah.

Bagi atlet daerah, menutur Tono akan dikoordinasikan dengan KONI Provinsi, Kabupaten/Kota. Dalam Rapat Anggota KONI beberaoa waktu lalu di Jakarta yang dihadiri oleh KONI Provinsi, pihak BPJS diberi kesempatan memaparkan program ini. ***

Kontingen Indonesia Didukung Li Ning

KEMBALI Kontingen Indonesia yang bakal terjun di ajang Asian Games Jakarta-Palembang 2018 mendapat dukungan. Kali ini dari Produsen olahraga ternama, Li Ning resmi jadi mitra Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Hal itu ditandai dengan penandatangan kerja sama dilakukan Ketua Umum KOI Erick Thohir dan Managing Director Sunlight Sports Mahender Kapoor di Hotel Century Park, Jakarta.

Li Ning memiliki jaringan yang luas di seluruh Asia. Mereka akan menyediakan berbagai perlengkapan olahraga seperti pakaian, alas kaki, hingga aksesori. Li Ning juga mendukung tim nasional bulu tangkis Indonesia dan beberapa pemain Tanah Air, misalnya Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, lifter Eko Yuli Irawan, dan banyak lagi.

“Kami sangat tertarik dan senang bisa bergabung dengan KOI. Ini merupakan kehormatan bagi kami, Li Ning Sunlight,” ujar Mahender Kapoor yang didampingi salah seorang staf Li Ning yang berada di Indonesia Hardip Sing. “Kerja sama dengan KOI ini diharapkan dapat memunculkan potensi terbaik pada setiap atlet.

Sponsor ini akan memberikan atlet Indonesia kesempatan besar untuk menggunakan pakaian berkualitas terbaik sebagai memotivasi untuk jadi yang terbaik,” tambah Mahender. Ini merupakan sponsor kedua yang mendukung Kontingen Merah Putih. Sebelumnya, PaperOneTM menyuntikkan dana sebesar Rp5,250 miliar.

Kontingen Indonesia dipastikan tampil beda pada Asian Games 2018. Pasalnya, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah menjalin kerja sama dengan Li Ning untuk penyeragaman apparel atlet yang akan berlaga pada Asia Games 2018.

“Kita ingin seluruh atlet yang memperkuat Kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 menggunakan apparel yang sama dan tidak berbeda-beda seperti sebelumnya. Dengan apparel seragam itu bukan hanya membuat mereka tampil beda tetapi akan tergambar adanya persatuan dan kesatuan dalam menggapai prestasi pada Asian Games 2018 nanti,” kata Ketua Umum KOI, Erick Thohir.

Selain penyeragaman apparel, kata Erick Thohir, KOI juga telah merangkul salah satu sponsor yang akan menyediakan perlengkapan seragam defile bagi Kontingen Indonesia. “Saat ini, saya belum bisa menyebutkan nama sponsornya. Yang pasti, sudah ada yang mau kerja sama dengan KOI soal penyediaan seragam defile,” kata.Erick Thohir.

Selain fasilitas apparel dan seragam defile, kata Erick Thohir, akan melengkapinya dengan penyediaan asuransi bagi atlet Indonesia sebesar Rp1 miliar. Terobosan lain yang di luar dugaan akan diluncurkan KOI, tambah Erick Thohir, yakni mempromosikan atlet dengan mendirikan Rumah Atlet Indonesia yang lokasinya di daerah Kuningan Jakarta Selatan.

“Jujur, selama ini atlet kan hanya dihargai pada saat pengalungan medali. Tapi, kita akan mengumpulkan seluruh atlet peraih medali di Asian Games 2018 di Rumah Atlet Indonesia. Di sana, mereka bisa saja bertemu pejabat, menteri hingga Presiden serta berkumpul dengan keluarga dan penggemarnya. Lewat Rumah Indonesia ini lah pahlawan olahraga Indonesia bisa dikenal masyarakat. Dampaknya, mereka akan dilirik sponsor,” tandasnya. ***

Seni Beladiri Ewa Wuna yang Memikat

SALAH satu seni, budaya yang dimiliki Suku Muna yang menempati Pulau Muna di Sulawesi Tenggara adalah Seni Beladiri Ewa Wuna. Ewa dalam bahasa Muna berarti silat. Daerah di bawah administrasi Kabupaten Muna ini memiliki seni beladiri silat dengan teknik yang khas, lebih dikenal masyarakat lokal dengan sebutan Ewa Wuna.

Silat tradisional khas masyarakat Suku Wuna ini memadukan antara gerakan seni dan bela diri. Dalam prakteknya, Ewa Wuna dapat menggunakan senjata, berupa keris, parang, tombak ataupun hanya tangan kosong.

Silat ini merupakan bagian dari seni tari yang dikembangkan. Dipentaskan sebagai tari penyambutan yang dimainkan oleh 6 orang terdiri dari dua orang pemain badik dan tiga orang penari bermain parang, tombak dan bendera.

Permainan ini diiringi oleh musik Rambi Wuna. Seluruh pemain berusaha menyerang akan tetapi terhalang oleh seorang pemain Petombi (pemegang bendera) sehingga seluruh pemain terhindar dari bahaya.

Menurut kisah Ewa Wuna pertama kali dikembangkan oleh Baginda Lakilaponto, Raja Muna sekaligus Sultan Butun Pertama. Dialah yang menciptakan, menyebarkan ilmu tersebut.

Raja Lakilaponto menyebarkan seni beladiri Tinda Lalo yang merupakan dasar dari ilmu silat Ewa Muna, dari Jazirah Sulawesi, Jawa, Sumatera. Dengan keberanian dan keperkasaannya, beliau menyebarkan dan mengajarkan seni bela diri miliknya ke seantero Asia.

Masyarakat senantiasa memelihara seni beladiri silat Ewa Wuna dengan mendirikan perguruan-perguruan silat secara swadaya. Di beberapa daerah kecamatan, bahkan masih diajarkan secara turun temurun dan senantiasa dipentaskan pada acara adat seperti Acara Aqiqah maupun Acara Pernikahan. ***

Tim Bola Tangan Timba Ilmu di Korsel

USAI melakukan penempaan di Thailand Tim Pelatnas bola tangan (handball) Indonesia akan melakukan try out di Korsel 27 Mei hingga 27 Juni 2018. Dengan harapan saat diturunkan di Asian Games Agustus mendatang tim handball Indonesia minimal memenuhi target ABTI masuk semifinal.

Demikian dikatakan manajer tim Handball Indonesia Iman Suroso saat meninjau fitnes atlet putra di Rumah Sakit Olahraga di Cibubur, Jakarta, kemarin. “Saat menjalani uji coba ke Bangkok, Thailand, Timnas menerjunkan 16 pemain putra dan 16 putri. Namun di Korsel nanti khusus untuk tim Putra. Dengan harapan, tim putra mampu mengejar prestasi yang dimiliki pemain Korsel,” katanya.

Menurutnya, para pemain putra dapat meningkatkan kemampuan selama try out sekitar satu bulan di negeri ‘Gingseng”. Dipilihnya Korsel karena salah satu tim kuat cabang bola tangan di Asia ada di negara tersebut.

Selama di Korsel katanya, tim akan melakukan uji coba melawan klub-klub tangguh. Mungkin, sebanyak 3 tim lokal akan dipilih untuk melawan timnas. Hal itu sekaligus mengukur seberapa jauh kemajuan yang diperoleh anak-anak selama di Pelatnas.

Sekitar tiga Minggu di Korsel dan tiga tempat yakni, Saegu, Daewo, dan Incheon tempat pelaksnaan Asian Games 2014 lalu. Tiga kota tersebut menurut Iman adalah mempunya tim handball yang tangguh.

Menyinggung soal target di Asian Games, Iman menjelaskan bahwa PB ABTI menargetkan masuk semifinal di Asian Games 2018. “Itu target kita di Asian Games. Mudah-mudahan tercapai. Setelah pulang dari Korsel para pemain akan dievaluasi dengan harapan dapat ditingkatkan lagi apa yang masih kurang,”terangnya.

Menurutnya, selama di Pelatnas atlet bola tangan Indonesia ditangani langsung pelatih asal Korsel, Yoon Tai il. Ditempa langsung pelatih Korsel katanya, mengalami peningkatan pesat. Semua itu dipantau dari hasil latihan ujicoba ke Thailand.

“Kita baru sekali melakukan ujicoba di Thailand, pengalaman itu akan ditambah di Korsel. Ini penting karena Korea merupakan negara hebat, bola tangannya” jelas Yoon seraya berharap pemain bola tangan Indonesia mampu meraih hasil optimal di Asian Games. ***