PaperOneTM Suntik Dana 5,250 M Dukung Tim Indonesia di AG 2018

 

LUAR biasa@! Melalui kerja sama dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Grup APRIL, produsen kertas PaperOneTM secara resmi menjadi official partner Tim Indonesia.

Grup APRIL melalui anak perusahaannya, PT Riau Andalan Kertas (RAK), akan menyuntik dana sebesar Rp5,250 miliar kepada KOI dalam upaya mendukung peningkatan prestasi para atlet yang akan berlaga pada Asian Games di Jakarta dan Palembang,18 Agustus hingga 2 September 2018.

Bantuan dana berupa cek tersebut diserahkan langsung Agung Laksamana selaku Corporate Affairs Director Grup APRIL kepada Ketua Umum KOI, Erick Thohir di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Agung Laksamana mengungkapkan kerja sama dengan KOI ini merupakan bentuk komitmen PaperOneTM untuk mengambil bagian dalam mendukung  prestasi Kontingen Indonesia yang akan membawa nama negara di ajang internasional, salah satunya pada Pesta Olahraga Terbesar se-Asia mendatang.

“Kerja sama ini adalah bentuk komitmen Grup APRIL untuk mendukung peningkatan prestasi para atlet yang akan memperkuat Kontingen Indonesia di ajang internasional, termasuk Asia Games 2018. Kami berharap bantuan ini dapat semakin memotivasi para atlet dan officials Tim Indonesia untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Agung Laksamana.

Sebagai produk asli Indonesia yang telah menjadi merek global dan dijual ke lebih dari 70 negara, kata Agung Laksamana, PaperOneTM akan terus berupaya untuk berkontribusi kepada negeri, tidak terkecuali di bidang olahraga.

“Kita berharap Asia Games 2018 berjalan sukses dan dapat memajukan dunia olahraga Indonesia serta membawa dampak positif bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Erick Thohir menilai kerja sama dengan Grup APRIL ini dapat memberikan manfaat kepada para atlet Tim Indonesia terutama dalam mematangkan persiapan sebelum bertanding mengharumkan nama Indonesia.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada PaperOneTM atas komitmennya mendukung atlet-atlet nasional yang akan bertanding membawa nama Indonesia. Melalui dukungan ini, tentunya diharapkan Tim Indonesia kian mematangkan persiapannya dan dapat memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” katanya.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan tersebut peraih perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016, lifter Eko Yuki Irawan, Arki Dikania Wisnu (basket), dan Pungki Afriecia (voli). ***

Pegadaian dan Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018

Peluncuran “Nonton Bareng Piala Dunia 2018 Pemuda-Pemudi Zaman Now”.

PT Pegadaian (Persero) bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga meluncurkan “Nonton Bareng Piala Dunia 2018 Pemuda-Pemudi Zaman Now”. Dalam kegiatan tersebut, selain acara nonton bareng nantinya juga akan diisi oleh kegiatan-kegiatan literasi pengembangan generasi muda milenial.

Peluncuran program ini dilakukan pada Senin, (14/5/2018) di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga dan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Kepala Badan ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf, dan Direktur Utama Pegadaian Sunarso.

Pada kesempatan itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengatakan, acara nonton bareng Piala Dunia 2018 di 15 kota ini bagus sebagai media untuk mempromosikan Asian Games 2018 yang terhitung kurang dari 100 hari lagi akan dimulai di Jakarta dan Palembang nanti. “Semoga dengan adanya kegiatan Nonton Bareng ini bisa semakin meningkatkan animo masyarakat terhadap Asian Games 2018 dan juga bisa memberikan kegiatan positif bagi pemuda dan pemudi agar terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif yang kontraproduktif,” ujar Imam.

Menteri BUMN juga menyambut baik diluncurkannya acara ini karena selain untuk mempromosikan Asian Games sesuai arahan Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu, kegiatan ini sebagai bukti BUMN hadir untuk negeri dalam segala aspek. “Kami dari BUMN berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa terus dilakukan oleh BUMN-BUMN lainnya, terutama yang berhubungan dengan kegiatan promosi Asian Games 2018,” ungkap Rini.

Nonton Bareng Piala Dunia merupakan media yang tepat untuk mempromosikan Asian Games dan juga literasi kepemudaan karena kegiatan 4 tahunan sekali itu sangat digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya pemuda dan pemudi. Pada Piala Dunia 2014 lalu, tercatat jumlah rata-rata penonton dari seluruh dunia pada setiap pertandingannya adalah sebanyak 188 juta penonton. Apalagi jadwal pertandingan Piala Dunia 2018 nanti sangat bersahabat dengan waktu Indonesia, karena akan berada di antara pukul 17.00 sampai dengan pukul 22.00 WIB.

“Sepakbola adalah olahraga paling populer di dunia, dan menurut saya Sepakbola itu sangat menarik karena merupakan miniatur dari sesuatu yang besar dan penyederhanaan dari sesuatu yang rumit,” imbuh Sunarso.

Kegiatan Nonton Bareng ini akan dimulai di kota Tangerang pada tanggal 26 Juni 2018 dan ditutup di Kota Denpasar Bali pada tanggal 15 Juli 2018. Nantinya acara Nonton Bareng ini selain kegiatan yang berhubungan dengan pertandingan Piala Dunia, juga akan menyediakan tempat bagi promosi produk-produk UKM di masing-masing Kota tempat diselenggarakannya Nonton Bareng. Selain itu di setiap kota juga akan menampilkan sentuhan hiburan kesenian/budaya lokal agar suasana semakin meriah dan menarik. ***

Parade AG 2018 Bakal Tersaji Meriah

BERBAGAI kegiatan untuk menyambut pelaksanaan Asian Games 2018 yang tinggal tiga bulan lagi, berlangsung semarak dan meriah. Hal itu terbukti dari kegiatan Parade Asian Games 2018. Beragam kostum dan seni budaya Indonesia ditampilkan. Puluhan ribu orang menyaksikan langsung kemeriahan tersebut. Parade ini juga merajai trending topic nasional di media sosial, Minggu (13/5/2018) pagi.

“Kegiatan ini menjadi upaya mendatangkan keramaian. Selain menunjukan prestasi, ini menjadi persahabatan internasional. Ada banyak kreativitas dari masing-masing negara yang menarik,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Parade Asian Games 2018 mengambil start dari Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Event ini digelar 98 hari menuju pesta olahraga terbesar di Asia. Parade Asian Games melibatkan 43 grup. Total pesertanya mencapai 5.000 orang. Peserta datang dari berbagai kalangan. Mulai dari kementerian, BUMN, dan komunitas. Kementrian Pariwisata memberi support melalui Jember Fashion Carnaval (JFC).

Memanfaatkan momentum car free day Jakarta, Parade Asian Games 2018 dilepas Wapres Jusuf Kalla pada pukul 06.43 WIB. Parade diawali grup yang terdiri dari Bendera Merah Putih, maskot Asian Games 2018, hingga bendera-bendera negara peserta. Tiga maskot Asian Games yang hadir adalah adalah Kaka (Badak Bercula Satu), Atung (Rusa Bawean), dan Bhin Bhin (Burung Cendrawasih).

Memberi rasa etnik, PLN menampilkan tokoh pewayangan. Ada Bima, Gatotkaca, Srikandi, hingga Punakawan. Mereka juga menampilkan tokoh fiksi ‘Si Buta Dari Goa hantu’. Simbol kemajuan teknologi pun ditampilkan melalui show sepeda motor listrik.

“Deman Asian Games 2018 ini harus disebarkan. Asian Games 2018 jadi event terbesar dalam sejarah Indonesia. Venue sudah tidak ada masalah, terkait pengamanan sudah siap. Atlet juga sudah berlatih,” terang Kalla lagi.

Asian Games 2018 menjadi ajang kedua yang digelar Indonesia. Ajang sebelumnya adalah Asian Games 1962. Saat itu, Indonesia untuk pertama kalinya menjadi runner up. Asian Games 1962 diikuti 24 negara dan 3.000 orang peserta. Namun, eranya sudah berubah. Asian Games 2018 diikuti 45 negara dan melibatkan 18.000 orang.

“Asian Games 2018 ini berkembang enam kali lipat dari tahun 1962. Dengan upaya parade ini, semua sudah mengetahui adanya Asian Games 2018. Semua sudah demam Asian Games,” tegas Kalla lagi.

Parade Asian Games menampilkan warna warni culture nusantara. Masyarakat memadati lokasi start parade hingga mengular di sepanjang rute parade. Sembari menikmati aksi grup parade, pengunjung juga memanfaatkan momen dengan merekamnya.

Sementara itu menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, bahwa respons masyarakat sangat positif. “Antusiasme masyarakat ini luar biasa. Mereka memberi perhatian lebih kepada Asian Games melalui parade ini. Dan, parade ini memang menampilkan konten yang bagus dan unik. Penuh ornamen juga warna warni. Pesan berupa branding terkait Asian Games ini tersampaikan dengan baik,” terang Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Menguatkan nuansa Asian Games 2018, BNI menampilkan replika medali emas dalam ukuran jumbo. Tema besar ‘Kibarkan Semangat Indonesia Juara’ diapungkan. “Semua elemen larut dalam kegembiraan Parade Asian Games ini. Mereka punya konsep dan kreativitas masing-masing. Semua menjadi unik dan menegaskan kekayaan Indonesia,” ujar Menpar.

Menjadi penyempurna event, Parade Asian Games menampilkan Jember Fashion Carnaval (JFC). JFC pun turun dengan tema terbaik. Yaitu Archipelago Indonesia dan Asialight. Archipelago dikuatkan dengan konten Garuda, Sriwijaya, Lampung, juga Bali. Asialight terdiri Kujang, Bian Lian China, dan Ottoman-Turki. Ada juga Korea Selatan, Shogun Jepang, Saudi Arabia, Babylonia-Iran, India, hingga Thailand.

“JFC ini prestasinya luar biasa. Mereka saat ini terbaik ke tiga di dunia. Sudah banyak penghargaan yang didapatkan mereka. Tampilnya JFC ini menjadi puncak dari prestasi dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Sebab, JFC ini merangkum semuanya,” kata Menpar lagi.

Menurut Presiden Jember Fashion Carnival Dynand Fariz mengatakan, respon publik terhadap Asian Games 2018 dan rangkaian event yang menyertainya sangat luar biasa. “Masyarakat luar biasa. Mereka sudah merasakan gaung Asian Games dan merasa memilikinya. Peserta parade juga harus diapresiasi. Mereka memiliki kerbersamaan, lalu muncul dalam paduan warna dan asesoris yang unik. Ada kreativitas. Namun, alangkah baiknya kalau mereka mengeksplore Archipelago Indonesia. Itu bisa digunakan sebagai ide dasar dan kostum pasti lebih menarik,” tandasnya. ***

LADI Uji Doping Atlet Pelatnas Asian Games

LEMBAGA Anti Doping Indonesia (LADI) akan menguji doping ke sejumlah pemusatan latihan nasional cabang-cabang olahraga Asian Games 2018 menyusul sosialisasi pencegahan penggunaan zat doping.

“Kami akan gelar program `out of competition test` berupa pengujian doping saat para atlet berlatih. Itu program kami untuk memastikan pencegahan doping bagi atlet,” kata Ketua LADI Zaini Kadhafi Saragih di Jakarta, Senin malam.

LADI, lanjut Zaini, juga menggelar sosialisasi dan pengawasan doping yang diikuti perwakilan dari 40 pengurus cabang olahraga Asian Games 2018.

“Kami akan datang dan menguji doping itu secara acak. Kami tidak memberikan informasi akan menggelar uji doping pada cabang mana karena atlet akan bersiap-siap sebelumnya,” kata Zaini.

LADI juga menerbitkan buku panduan bagi para atlet, pelatih, dan praktisi olahraga terkait pencegahan doping, termasuk daftar zat-zat yang dilarang dalam kompetisi olahraga.

“Sebenarnya, LADI tidak memberikan anjuran terkait suplemen makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi atlet. Kami hanya meminta para atlet untuk mengikuti ahli nutrisi olahraga dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),” katanya.

LADI, menurut Zaini, telah lepas dari sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA) pada Februari 2017 sehingga lebih menjamin Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games. “WADA lebih yakin terhadap Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games. Jika kami masih mendapatkan sanksi, tuan rumah Asian Games bisa dipindah,” ujarnya.

Zaini mengatakan sistem kerja dan sumber daya manusia LADI telah diakui dunia meskipun LADI juga harus menguji sampel doping ke laboratorium yang mendapatkan akreditasi WADA.

“Laboratorium terakreditasi di Asia itu ada di Thailand, India, Qatar, China, Jepang, dan Korea. Kami terus berkomunikasi dengan INASGOC terkait laboratorium mana yang telah mendapatkan akreditasi,” katanya. ***

Korfball Dapat Dukungan Tampil di PON Papua

Ketua KONI Pusat Tono Suratman (kedua dari kanan) menerima pengurus Korfball Indonesia.

KORFBALL (Bola Keranjang) terus berupaya dan berjuang agar cabang ini dimainkan di PON XX 2020 Papua. Salah satu strategi dijalankan para pengurus PP PKSI adalah dengan meminta dukungan dari KONI Pusat.

Hasilnya, Ketua Umum KONI Pusat Mayjen (Purn)Tono Suratman mendukung penuh cabang olahraga korfball atau bola keranjang dipertandingkan pada PON XX 2020 Papua. Signal itu didapat dari Tono Suratman ketika menerima Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia di kantor KONI Pusat.

Adapun pengurus PP PKSI yang bersua Tono adalah Ketua Umum Lisa Rudianita, Sekjen PP PKSI Benny Indra, Bendahara Umum Anding Fattah, dan Salah seorang pengurus PP PKSI Yanti Torez. Dalam pertemuan tersebut Tono mengatakan, bahwa pihaknya mendukung penuh agar cabang olahraga korfball atau bola keranjang dipertandingkan pada PON XX 2020 Papua.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mendukung penuh cabang olahraga bola keranjang dipertandingkan di PON 2020 Papua. Apalagi, cabor ini sarana dan prasarananya tidak terlalu sulit. Selain iti sudah memiliki 16 pengprov, tinggal menambah beberapa pengprov-pengprov lainnya,” tegas Tono.

Agar jalan menuju Papua diterima, Tono meminta kepada pengurus PP PKSI agar segera dibuat kelengkapan administarasinya dan faktor-faktor pendukung lainnya. “Kalau sudah siap segera saja dibuat kelengkapan administrasi dan technical handbooknya,” tandas Tono.

Hasil pertemuan itu, menurut Lisa. menyambut baik atas dukungan yang diberikan Ketua Umum KONI Tono Suratman kepada organisasi yang dipimpinnya. “Untuk mendukung kelengkapan lainnya, kami juga akan menggelar Pra PON atau Kejurnas. Mungkin bisa saja kita gelar di Papua, sebagai pemanasan,” tutur Lisa yang diamini Benny.

Sementara itu menurut Benny pihak terus berupaya agar korfball dipertandingan di PON Papua 2020 nanti. Untuk itu ia minta dukungan semua pihak. Terutama dari Pengurus Besar (PB PON) dan pihak yang terkait lainnya. “Mudah-mudahan niat baik kami ini diterima semua pihak. Sehingga impian kami korfball tampil di PON Papua dapat terwujud,” harap Benny. ***

Atlet Soft Tennis Ikuti Turnamen di Jerman dan TC di Korea

Ketua Umum PP PESTI Martuama Saragi

PERSIAPAN atlet soft tennis Indonesia terus dimatangkan. Usai meraih satu medali emas, sekeping medali perak dan dua medali perunggu dari turnamen bertajuk The 7th Thailand Open Internasional Soft Tennis Championships, 21-27 Februari 2018. Sebelumnya prestasi mereka di turnamen di Jepang adalah perempat final beregu putra-putri.

Selanjutnya para atlet ini bulan Mei mendatang akan mengikuti turnamen Frankfurt Open di Jerman. Usai itu mereka akan menjalanai traning champ (tc) selama tiga Minggu di Korea.

Menurut Ketua Umum PP PESTI Martuama Saragi, sesuai dengan program pemerintah keikut sertaan soft tenis di pentas Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Bahwa cabor ini adalah salah satu cabor unggulan, artinya cabor untuk meraih medali emas.

“Dengan masuknya soft tennis menjadi cabor unggulan, membuat kami termotivasi untuk meraih target medali emas itu. Untuk meraih itu, kami harus bekerja keras, artinya mempersiapkan para atlet benar-enar bisa mencapai target. Tentunya dengan memperbanyak keikut sertaan di beberapa turnamen dan uji tanding dengan negara-negara kuat,” kata Martuama Saragi kepada wartawan di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP PESTI di Gedung KONI Pusat, Sabtu (28/4).

“Kami menargetkan satu emas tunggal putra, dua perak dari tunggal putri dan ganda campuran serta dua perunggu dari nomor beregu putra dan putri Asian Games 2018 yang menggelar lima nomor pertandingan,” kata martuama.

Pada gelaran Asian Games di Incheon Korea Selatan, empat tahun silam, tim soft tennis berhasil mempersembahkan satu medali perak dan sekeping perunggu bagi kontingen Indonesia dari ayunan raket tunggal putra, Edi Kusdaryanto dan pasangan campuran, Prima Simpatiaji/Maya Rosa.

“Hingga menjelang Asian Games, tim Pelatnas Soft Tenis Indonesia masih akan menjalani pertandingan di Jerman serta training camp di Korsel,” tandas.

Dalam kesempatan yang sama head coach Ferly Montolalu menyatakan usai training champ (tc) di Korea nanti, para atlet akan menjalani latihan di Palembang. Sampai dengan pelaksanaan Asia Games mendatang.

“Jika tidak ada halangan Jepang akan datang ke Palembang pada Juni mendatang untuk melakukan latih tanding dengan atlet kita,” kata Montolalu. Latih tanding ini, katanya sangat bermanfaat buat atlet kita. Pasalnya Jepang selain Korea adalah negara unggulan dan pesaing kita di Asian Games nanti. ***

Tim Handball Indonesia Uji Coba ke Thailand

 

TIM Handball Indonesia  bengkat ke Bangkok, Thailand untuk melakukan uji coba. Tim yang terdiri dari 16 pemain putra dan 16 pemain putri itu,  diagendakan melakukan uji coba pada 27 April hingga 2 Mei 2018 di  Sport School Bangkok, Thailand.

“Selama di Bangkok, tim akan melakukan uji coba melawan klub-klub tangguh yang ada di Bangkok. Mungkin, sebanyak 3 tim lokal akan dipilih untuk melawan timnas. Ini sekaligus mengukur sudah seberapa besar kemajuan yang diperoleh anak-anak,” ujar Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Mayjen TNI Dody Usodo yang didampingi Wakil Ketua Umum ABTI Icuk Sugiarto kepada wartawan di Wisma Atlet DKI Jakarta di kawasan Jakarta Timur, Jumat (27/4/2018).

Jenderal bintang dua ini menambahkan, kenapa Thailand dipilih sebagai tempat uji coba karena negara tersebut salah satu negara terkuat handball di Asia Tenggara. “Itu salah satu pemikiran, kenapa memilih Thailand bukan negara lain,” tutur Dody.

Sementara itu, soal target di Asian Games, Dody menjelaskan, PB ABTI menargetkan masuk putaran final atau 8 Besar di Asian Games 2018. “Itu target di Asian Games. Mudah-mudahan tercapai. Setelah pulang dari Thailand, akan evaluasi semuanya. Selanjutnya akan melakukan training camp di Korea Selatan pada Mei hingga Juni 2018 mendatang,” tambahnya.

Pelepasan tim handball Indonesia dihadiri Ketua Umum Mayjen TNI Dodi Usodo, Wakil ketua Icuk sugiarto, Bendahara Umum Imam Suroso yang merangkap manajer tim pelatnas, Brigjen TNI Syahnan,Wakil Manajer Rudi Alfiandi dan Manajer venues Amarta Imran.

Pelatih Kepala Pelatnas Yoon Tai il yang didampingi pelatih putri Abdul kadir, dan pelatih putra Irfan Benizar mengatakan, dirinya baru akan menentukan target medali Asian Games 2018 setelah tim menjalani uji coba di Thailand.

“Selama ini tim Handball Indonesia belum melakukan uji coba dengan tim luar. Uji coba ke Thailand membuat Tim Handball Indonesia mendapat pengalaman. Ini penting. Setelah itu, baru melakukan training camp ke Korea Selatan selama sebulan. Karena Korea merupakan negara hebat. Kekuatan handball Asia itu ada di Korea Selatan,” tegasnya.

Pecatur Top Dunia Tarung di JAPFA GM-WGM Chess Tournament di Solo

Pecatur-pecatur top kelas dunia bertarung dalam ajang JAPFA GM dan WGM Chess Tournament di Solo Jawa Tengah. Salah satunya adalah GM Timur Gareyev dari Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Blindfold King of Chess. Timur merupakan pemegang rekor catur buta yang diukirnya di Universitas Nevada, Las Vegad, pada 3 Desember 2016. Kala itu, Timur berhasil melawan 48 orang sekaligus. Timur menang 35 papan, remis 7, dan kalah6papan.

Meski tidak mudah bagi para pecatur dalam negeri namun event internasional ini sangat bagus demi meningkatkat prestasi mereka. “Kami berharap, dengan terselenggaranya acara ini berbagai tujuan dan manfaat bagi prestasi pecatur Indonesia dapat tercapai. Kegiatan ini juga dimaksudkan  untuk mendukung tercapainya rating yang diinginkan bagi para pecatur muda,” ujar Rachmat Indrajaya, Direktur Corpaorate Affairs PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, kepada wartawan di Jakarta.

GM Timur Gareyev dari Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Blindfold King of Chess–foto blindfoldking.com

Event JAPFA GM dan WGM Chess Tournament ini telah digelar sejak 25 April lalu dan akan berakhir 1 Mei mendatang. Sebagai ajang prestasi catur Indonesia, inilah angin segar, bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan tebaiknya agar dapat meraih Norma GM dan Norma WGM.

 

“Sedangkan bagi GM Susanto Megaranto yang sudah menyandang gelar GM, inilah event pemanasan untuk mencapai top pada Olimpiade Catur ke-43 di Batumi, Georgia, September 2018. Sekaligus meningkatkan elo rating Susanto. Apalagi, selama tiga tahun ini , Susanto belum bertanding di turnamen,” kata Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto.

Menurut Wakil Ketua DPR RI, melalui event ini para pecatur ini bisa menunjukkan prestasi yang bagus, seperti yang ditorehkan MI Novendra di Bangkok dengan tampil sebagai juara dengan mengoleksi 8 MP. “Mudah-mudahan prestasi di Bangkok, Thailand, bisa dipertahankan oleh pecatur Indonesia dan diikuti pecatur lainnya. Ini kesempatan kita menunjukkan prestasi, apalagi kita sebagai tuan rumah,” terang Utut. ***

 

Bali-NTB Usung Sport Tourism

Dengan menggusung semangat Sport Tourism Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB) siap bersaing menjadi tuan rumah PON 2024. Mereka mengikuti bidding tuan rumah PON 2024 di Hotel Bidakara Jakarta, baru baru ini.

“Sejak digelar tahun 1948, perhelatan PON belum pernah sekalipun digelar di Bali dan NTB. Kami ingin pemeratan karena semua daerah sudah kebagian, termasuk Sumut yang juga ikut mencalonkan diri. Karena itu, kami ingin diberi kesempatan menggelar PON 2024,” tegas Ketua KONI Bali Ketut Suwandi, kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, Bali dan NTB telah memilki pengalaman dalam menyelenggarakan event olahraga nasional dan internasional. Dalam dua tahun terakhir saja, kata Ketut Suwandi tidak kurang dari lima event internasional dan 10 event nasional digelar di Bali. “Bali dan NTB juga memiliki fasilitas olahraga berstandar internasional. Kami juga akan membangun venue dan merenovasi venue olah raga kalau terpilih sebagai tuan rumah PON XXI 2024,” tambah Suwandi.

Suwandi menambahkan, jika  Bali dan NTB terpilih menjadi tuan rumah PON XXI 2024, maka seluruh penginapan yang ada di dua propinsi ini akan memberikan discoun sebesar 50 persen bagi atlet dan offisial. “Termasuk juga wartawan. Kami juga memberikan discount 50 persen untuk pembelian souvenir di toko-toko yang telah ditunjuk Panitia,” katanya.

Kesempatan sama Ketua KONI NTB Andi Hardianto tak kalah semangat dalam memaparkan kesiapan NTB menjadi tuan rumah bersama Bali mengggelar PON XXI 2024. “Daya tampung hotel dan penginapan di Bali dan Lombok sangat representatif. Bahkan, hotel-hotel tersebut berdekatan dengan venue pertandingan. Kalau di Bali, kata Andi, sudah tersedia 1.300 kamar hotel bertaraf internasional, maka di NTB sudah tersedia 1.200 kamar hotel juga bertaraf internasional.

“Jadi, kalau soal penginapan dan fasilitasnya, Bali dan NTB sudah tidak diragukan lagi. Sementara untuk penonton yang hadir ke venue bukan hanya penonton lokal, tetapi juga penonton mancanegara yang tengah menjadi turis di Bali dan NTB. Jadi kita akan padukan penyelenggaraan ini menjadi sports tourism,” ungkap Andi.

Andi berharap alangkah bijaknya kalau nanti, KONIDA-KONIDA memilih tuan rumah PON XXI 2024 dengan hati nurani. “Bukan berdasarkan kepentingan, tapi berdasarkan hati nurani dengan mengedepankan fakta-fakta yang ada,” terang penyuka olah raga tantangan ini. ***

 

Musornaslub KONI, Tentukan Tuan Rumah PON 2024

SALAH satu agenda besar dihelat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat) adalah Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) adalah memilih tuan rumah PON XXI/2024 mendatang. Gawean ini akan digelar KONI Pusat pada 24-25 April di Hotel Bidakara, Jakarta.

Terdapat tiga calon tuan rumah PON 2024, yakni Sumatera Utara dan Aceh, Bali dan Nusa Tenggara Barat, serta Kalimantan Selatan. Sebenarnya satu peserta lain yang telah mendaftar, namun tidak lolos dalam verifikasi, yakni Sumatera Barat.

Menurut Wakil Ketua Umum KONI Puast IV Inugroho, Musornaslub kali ini memiliki makna khusus karena para peserta yang berasal dari 34 provinsi (peserta PON) akan menetapkan calon tuan rumah PON XXI 2024.

“PON menjadi agenda olahraga yang sangat strategis karena mengusung tiga tujuan pokok, yaitu memelihara persatuan dan kesatuan, menjaring bibit atlet potensial, dan meningkatkan prestasi olahraga. Dari tiga calon tuan rumah yang sudah diverifikasi yakni Sumut dan Aceh, Bali dan NTB, serta Kalsel yang telah memenuhi syarat,” terang Inugroho.

Namun Inugroho tidak menjelaskan secara rinci provinsi mana yang paling siap menajdi tuan rumah. Yang pasti ketiga calon tuan rumah tersebut telah memenuhi persyaratan minimal pembangunan infrastruktur mencapai 30 persen,” katanya.

Selain itu, Inugroho menambahkan, calon tuan rumah PON sudah harus ditetapkan 6 tahun sebelum venet digelar empat tahunan tersebut. “Pastinya ketiga calon tuan rumah tersebut sudah siap. Nanti terserah anggota atau peserta PON yang memilih mereka. Mohon maaf kami tidak bisa menyampaikan daerah mana yang paling siap,” tambahnya.

Selain Musornaslub juga akan digelar Rakernas KONI pada tanggal 25 April 2018. Penanggung jawab Rakernas KONI Pusat. Marsekal Muda (Purn) Surya Dharma menjelaskan bahwa, Rakernas KONI Pusat akan diikuti KONIDA-KONIDA ditambah KONI Kabupaten/Kota yang tidak lebih dari 30 persen.

“Jadi peserta Rakernas diperkirakan mencapai 600 peserta. Atau khusus biding tuan rumah sekiatar 30 persen. Rencananya Rakernas akan mengundang tiga Menteri terkait sebagai pembicara sekaligus memberikan pembekalan yakni Mendagri, Menpora, dan Mendikbud,” ujar Surya Dharma yang juga Wakil Ketua Umum V KONI Pusat.

Menanggapi induk organisasi cabang olahraga yang bersengketa, baik Inugroho maupun Surya Dharma mengatakan, semuanya sudah tak ada masalah termasuk PTMSI. ”Khusus PTMSI, KONI menganggap persoalan sudah selesai. Alasannnya hasil Munaslub sudah sesuai arahan Menpora yakni menuju PTMSI bersatu,”papar Inugroho.

Inugroho juga menjlaskan cabang-cabang olahraga yang belum menjadi anggota KONI tetapi ikut Asian Games 2018, tetap direkomondasikan agar memperolah alokasi anggaran. Jika mereka menjadi anggota resmi KONI, Inugroho menegaskan pintu terbuka sejauh memenuhi persyaratan minimal 10 Pengurus Provinsi (Pengprov) dan Pengkot/Pemkab.

Surya Dharma menambahkan bahwa Rakernas menurut rencana akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Sementara untuk Musornaslub akan dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. ***