Cara Unik Reuni, Jelajah Desa Setu Lengkong

 Cara Unik Reuni, Jelajah Desa Setu Lengkong
Tak kurang dari 150 peserta memeriahkan acara reuni Ikatan Alumni (Ikaluni) SMK 20 Jakarta, Minggu, 29 Oktober lalu. Foto: Agus S

ADA banyak cara mempererat silaturahmi. Reuni, adalah salah satunya. Ada banyak cara bersilaturahmi. Jalan santai, adalah salah satunya. Itu yang dilakukan Ikatan Alumni (Ikaluni) SMK 20 Jakarta, Minggu, 29 Oktober lalu.

Tak kurang dari 150 alumni angkatan tahun 1975 – 2016, hadir dan mengikuti kegiatan jalan santai yang diberi tagline “Jelajah Desa Setu Lengkong-Parung Bogor”. Start dan finish dari kediaman Ketua Dewan Pertimbangan Ikaluni 20.12 Jakarta, Muhammad Hilmi.

Sebelumnya, peserta diajak melakukan pemanasan, dan diseling sekadar ice breaking. Setelah itu, jalan santai pun dimulai. Jarak tiga kilometer nyaris tak terasa dilibas para peserta. Bukan karena hitungan jarak, tetapi lebih karena pemandangan sepanjang perjalanan yang membuat peserta “lupa-capai”.

Peserta menyusuri perkampungan penduduk, melewati perkebunan, serta menyusuri tepian Setu Lengkong Barang. Sepanjang mata memandang, tampak keramba ikan, lokasi pemancingan, serta sentra ikan hias. Acara jalan santai pun menjadi benar-benar santai, karena peserta bisa berinteraksi dengan penduduk yang tinggal di sekitar setu.

Acara itu, menurut Ashari al Haj, Sekjen Ikaluni 20.12 Jakarta, merupakan momentum untuk merajut kenangan lama. “Ngobrol sambil jalan santai, ternyata lebih menarik. Jadi teringat kenangan masa sekolah,” ujarnya.

Di antara peserta jalan santai, tampak Drs. H. Abdul Goni, yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta. Menurutnya, reuni yang diisi dengan jalan santai ini merupakan awal yang baik. “Ke depan, seyogianya bisa ditingkatkan dengan kegiatan positif dan bermanfaat, tidak hanya bagi para alumni, tetapi juga almamater. Misalnya, concern kepada pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Begitulah, ketika peserta jalan santai tiba di garis finish, kediaman Muhammad Hilmi, mereka disambut dengan aneka stand makanan dan minuman. Selingan musik organ tunggal makin menghidupkan suasana. Peserta yang awalnya malu-malu untuk tampil mendendangkan lagu, lama-lama cair, dan satu per satu tampil membawakan lagu andalannya. ***

Reuni yang diisi dengan kegiatan jalan santai jelajah desa, melewati empang dan dan keramba, membuat jarak menjadi dekat. Foto: Agus S
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *