• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Monday, September 28, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Bungkul, Taman Senang dan Awet Muda

Bungkul, Taman Senang dan Awet Muda

admin by admin
April 24, 2017
in Traveling
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Taman Bungkul Surabaya, taman terbaik di dunia versi PBB.

KOTA Taman Pahlawan, julukan yang pantas disandangkan untuk kota Surabaya sekarang. Menyebut Kota Pahlawan, sekelebat orang akan mengingat sejarah pertempuran hebat arek-arek Suroboyo pada tanggal 10 November 1945, yang kemudian dijadikan Hari Pahlawan. Menyebut Surabaya Kota Taman, lebih dari sekadar sah, karena kota ini memiliki Taman Terbaik Dunia versi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Taman dimaksud adalah Taman Bungkul, yang terletak di jantung kota Surabaya, tepatnya di Jl Raya Darmo. Mengunjungi Surabaya, tidak adfol kalau tidak hang out di taman yang satu ini. Pagi, siang, sore, bahkan malam, taman seluas 900 meter persegi ini selalu saja ramai. Maklumlah, selain penataan taman yang sangat indah, taman ini juga dilengkapi aneka fasilitas rekreasi keluarga.

Lebih terasa lengkap, karena di sekeliling taman, tersedia aneka outlet makan dan minuman khas Jawa Timur. Sekadar menyebut salah satunya, adalah kedai rawon kalkulator. Nama yang unik. Meski sudah ada Rawon Depot Anda di Jl Walikota Mustajab dan Rawon Setan di Embong Malang, tapi rawon kalkulator di Taman Bungkul, tak boleh hilang dari catatan kuliner Anda.

Selain cita rasa yang di atas rata-rata, rawon kalkulator memiliki keunikan tersendiri. Jangan bayangkan kalkulator sebagai mesin hitung cepat. Artikan kalkulator sebagai si-penghitung. Ya, pelayan di kedai ini, akan menghampiri Anda seusai santap. Dengan gaya yang lucu dan atraktif, ia akan bertanya kepada pengunjung tentang menu apa saja yang disantap, lauk apa saya yang dicomot… lalu mulutnya komat-kamit. Dijamin dalam waktu kurang dari dua menit, si pelayan itu akan menyebutkan nominal yang harus Anda bayar.

Tidak ada bon atau nota? Jangan khawatir, Anda bisa minta ke kasir, lalu bolehlah iseng-iseng mencocokkan dengan hitungan sang kalkulator tadi. Sembilan-puluh-sembilan persen cocok. Satu persen, kadang meleset. “Saya pernah makan di sana, beberapa kali dengan menu yang sama, tapi hitungannya beda-beda… he…he….he…. Mungkin ‘batrenya’ habis, jadi kalkulatornya ngawur…,” ujar Aldi, seorang sopir taksi online, sambil tertawa.

Anggap saja, rawon kalkulator sebagai pelengkap jalan-jalan ke Taman Bungkul. Sebab, sejatinya, taman ini menyimpan sejarah tua, bahkan sangat tua. Jauh sebelum kota Soerabaia ini ada. Dari banyak literatur, titik di mana taman ini dibangun, dulunya adalah pertapaan Ki Bungkul. Ihwal julukannya, bisa beda-beda. Ada yang menyebut Ki Ageng Bungkul, Mbah Bungkul, ada pula yang menyebut Sunan Bungkul.

Tak jauh dari lokasi taman, terdapat komplek makam Mbah Bungkul. Tentu saja, komplek makam ini sudah ada sebelum taman dibangun. Jika sebelum ada taman, lokasi ini ramai diziarahi orang, sekarang, lebih ramai lagi. Apalagi di dalamnya terdapat sumur yang dibarengi mitos sebagai sumur buatan tangan Sunan Ampel dan Sunan Bungkul. Tidak sedikit peziarah yang membasuh muka, meminum, bahkan membawa pulang dengan kantong plastik atau botol minuman. “Katanya sih bisa bikin awet muda,” kata Yanuar, seorang peziarah.

Pantaslah kalau PBB menobatkan Taman Bungkul sebagai taman terbaik di dunia. Ia bahkan mengalahkan taman-taman lain di Surabaya, seperti Taman Dolog (Taman Pelangi), Taman Flora (Kebun Bibit), Taman Prestasi, Taman Biliton (Taman Lansia), dan Taman Undaan. Selain bikin hati senang, bisa bikin awet muda. Paling tidak, hati yang senang, membuat jiwa selalu muda. Bukankah begitu? ***

Tags: makam ki ageng bungkulsunan bungkultaman bungkultaman bungkul surabayataman terbaik duniaziarah sunan bungkul
Previous Post

Maradona untuk Kaki, Komputer untuk Otak

Next Post

Arah Baru Turki, di Bawah Erdogan

admin

admin

Next Post
Arah Baru Turki, di Bawah Erdogan

Arah Baru Turki, di Bawah Erdogan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version