Becak… Becak… Tolong Bawa Saya

 Becak… Becak… Tolong Bawa Saya

MASIH  familiar dengan becak? Ya, moda transportasi manusaia ini sempat menjadi andalan dan idola warga Jakarta, sebelum pada akhirnya terlarang untuk beroperasi. Kini, keberadaannya makin tergerus dengan ojek berbasis online. Saat ini, becak hanya ada di beberapa tempat. Sebut saja, Depok atau Tangerang. Jumlahnya pun tak sebanyak sepuluh tahun terakhir ini. Hanya para ‘pemain lama’ yang masih mampu bertahan.

Dahulu Itu…

Dahulu, becak memang jadi idola, terutama kaum ibu sepulang dari pasar. Tak heran, sekitaran pasar dan gang-gang perumahan masih menjadi tempat favorit bagi penarik becak mencari pelangan.

Dari hari ke hari pendapatan mereka dirasa makin menyusut, terlebih makin berseliwerannya ojek online yang tarifnya ‘murah meriah’. Ya, tak saperti becak yang tarifnya diraqsa makin memberatkan. Bayangkan, dalam jarak yang tak terlalu jauh, sekitar 300 meteran, mereka mematok tarif minimal Rp10 ribu.

“Dari Pasar Baru di Jl Mawar ke rumah saya yang jaraknya tak terlalu jauh tarifnya minimal Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” ungkap Rini, yang kerap menggunakan jasa becak untuk mengangkut diri dan barang bawaannya. Namun, dirinya tak ambil pusing, apalagi baginya becak masih tetap menjadi idola.

Soal ancaman pendapat yang makin berkurang kalah bersaing dengan ojek online, kebanyakan dari penarik becak, tak ambil pusing. “Rezeki ada aja, nggak perlu takut,” ungkap Rohmad, yang selalu mangkal di perempatan Jl Manggis Raya. Depok I. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *