Batik Day, Mengantar Busana Heritage Menjadi Keseharian

 Batik Day, Mengantar Busana Heritage Menjadi Keseharian

HARI INI, rancak sekali. Lihatlah, di kereta rel listrik (KRL), bus trans Jakarta (angkutan umum), kantor pemerintah dan swasta, banyak orang mengenakan busana batik. Ini hari memang “Batik Day”. Hari dimana kita menjunjung nilai budaya Nusantara yang telah diakui oleh UNESCO.

Beberapa waktu lalu, negeri jiran, Malaysia, pernah mengklaim batik sebagai kekayaan budayanya. Ya, itu bukan klaim pertama. Pernah juga mereka klaim Reog (Ponorogo) sebagai miliknya. Dan penetapan UNESCO soal batik, akhirnya menyudahi klaim sepihak Malaysia atas kekayaan yang nilainya tak terhingga ini.

Batik merupakan  kain yang dilukis dengan menggunakan canting dan lilin cair untuk membentuk nilai lukisan artistik tinggi pada kain mori. Kata  batik berasal dari kata Jawa “amba” dan “tik”. Gabungan kedua  kata itu berarti titik penulisan.

Membatik mengacu pada teknik rumit titik melukis.

Membatik  merupakan teknik kuno yang telah digunakan selama ribuan tahun. Teknik ini sering ditemukan di banyak peradaban di dunia seperti di Cina dan di Mesir.  Sebenarnya belum ada sejarah pasti tentang batik. Namun keindahan batik ini telah diminati sejak 2000 tahun yang lalu di Timur Tengah, Asia Tengah, dan India.

Dalam peradaban Mesir kuno, teknik batik yang digunakan untuk membungkus mumi dengan kain linen. Kain linen dilapisi dengan lilin, lalu digores dengan benda tajam seperti jarum atau pisau untuk mengukir motif.

 

Tradisi Batik di Indonesia

Perempuan Jawa pada masa  lalu mengerjakan keterampilan mereka dalam batik sebagai mata pencaharian. Jadi dalam karya batik masa lalu adalah karya perempuan eksklusif. Hingga akhirnya ditemukan teknik “Batik Cap”, yang memungkinkan pria masuk ke industri “kreatif”  ini.

Ada beberapa pengecualian untuk fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin. Di beberapa daerah pesisir, pekerjaan membatik adalah hal yang umum untuk para pria.

Tradisi batik pada mulanya merupakan tradisi turun-temurun. Terkadang motif dapat diidentifikasi sebagai berasal dari batik keluarga tertentu.

Beberapa batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan saat ini, beberapa motif batik tradisional hanya digunakan oleh keluarga kerajaan Yogyakarta dan Surakarta.

Batik adalah warisan leluhur Indonesia, khususnya Jawa, yang hingga kini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan ke dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada saat itu mengenakan batik di Konferensi PBB.

Hari Batik di Indonesia

Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati penetapan batik sebagai Heritage of Humanity for Oral and Nonbendawi Culture (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).  Batik Day dimulai pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Sejak itu pada 2 Oktober, Indonesia merayakan Hari Batik Nasional.

Pemilihan Batik Day di Indonesia pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO, yang  secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Perwakilan Budaya Warisan Manusia. Batik adalah pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.

 

Sejarah Hari Batik di Indonesia

Batik mulai dikenal di dunia semenjak  Presiden Suharto memperkenalkannya dengan mengenakan batik saat menghadiri konferensi PBB. Namun demikian, pengakuan batik sebagai warisan budaya Indonesia, tak serta merta datang.

Batik hampir ditinggalkan oleh masyarakat, termasuk generasi muda. Hingga akhirnya, batik hampir diklaim oleh Malaysia. Semenjak itulah,  orang Indonesia menjadi sadar bahwa batik adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan. Untuk menghadapi masalah tersebut, pemerintah Indonesia mulai mendaftarkan batik ke UNESCO. Lihat juga Jenis Teknik Batik

Pada tahun 2008, pemerintah mendaftarkan batik ke dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi dari UNESCO.

Batik resmi diterima pada 9 Januari 2009. Beberapa bulan kemudian, pada 2 Oktober 2009, UNESCO mengkonfirmasi batik Indonesia dalam daftar Humanitarian Heritage untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Batik berhasil diakui secara internasional sebagai warisan budaya asli Indonesia, di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

Masyarakat Merayakan Hari Batik

Untuk merayakan Hari Batik Nasional, biasanya semua karyawan  baik pemerintah maupun swasta di Indonesia memakai batik.  Bahkan, banyak siswa sekolah juga diminta menggunakan batik pada tanggal 2 Oktober.

Selain seragam batik, ada beberapa acara tentang batik yang biasanya diadakan di pusat perbelanjaan. Seperti bazaar, peragaan busana, dan sebagainya.

Pedagang batik akan menggelar bazaar untuk menawarkan batik dengan pola terbaru. Ini adalah salah satu arena untuk mempromosikan dan menasionalisasi batik di masyarakat Indonesia.

Kini  batik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Modelnya juga bervariasi dan mengikuti tren mode masa kini.

Jika warna batik pertama hanya identik dengan cokelat dan hitam, maka kini berbagai kombinasi warna lainnya. Seperti ungu, merah, hijau hingga kuning, dapat dengan mudah ditemukan. Teknik,  simbolisme, dan budaya terkait batik, dipandang UNESCO melekat dengan budaya Indonesia.

Bahkan, UNESCO menganggap orang Indonesia mengartikan batik dari prosesi kelahiran hingga kematian. Batik juga merupakan cerminan dari keragaman budaya di Indonesia, yang dilihat dari sejumlah motif. Anda dapat melihat juga Sejarah Batik di Indonesia.

“Saya menganggap diri saya sebagai orang yang beruntung, karena bisa memakai batik di beberapa acara internasional di Indonesia dan luar negeri. Mengenakan batik, sungguh membanggakan,” kata Monika.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *