Banten Menanti Kejujuran

 Banten Menanti Kejujuran

PILKADA Banten menjadi sorotan nasional. Mata rakyat Indonesia tertuju ke Bumi Jawara, karena berdasar perhitungan cepat (quick count), terdapat selisih suara yang tipis antara pasangan Wahidin Halim – Andika dan Rano Karno – Embay. Semua lembaga survei tingkat nasional memenangkan pasangan nomor satu, Wahidin – Andika unggul tipis atas Rano – Embay.

Saat ini, masyarakat Banten dan Indonesia menunggu kerja KPU dalam melakukan real count, dua hari ke depan. Persoalannya memang menjadi runyam jika hasil real count KPU Banten memutuskan angka yang sebaliknya. Betapa pun, quick count semua lembaga survei nasional (bukan lembaga survei pasangan calon), memenangkan Wahidin Halim – Embay. Karena itulah, sejumlah warga yang diwawancarai mengatakan dalam bahasa puitis, “Warga Banten menunggu tangan kejujuran KPU.”

“Mudah-mudahan para pengelola real count KPU bertangan kejujuran. Karena, bila jari-jemari para pengelola ‘real count’ tidak menempel pada tangan kejujuran, maka akan menimbulkan masalah besarn” demikian kesimpulan beberapa pengamat politik regional menanggapi fenomena pilkada di Bumi, kemarin.

“Kami berharap Komisioner KPU Banten bertangan kejujuran. Jujur nomor satu. Soal ada gugatan dari pihak mana pun yang kalah, itu lumrah, dan sudah ada saluran atau mekanisme hukumnya. Yang penting jujur. Sebab, ancamannya memang serius, baik kerusuhan atau sanksi hukum,” kata Hilman ST, pengamat politik di Tangerang.

Pemenang Pilkada Banten versi lembaga-lembaga survei nasional, Wahidin Halim sepakat dengan ungkapan para pengamat dan masyarakat, tentang perlunya kejujuran petugas KPU. Ia sendiri sudah mendengar informasi adanya usaha interensi dari pihak yang kalah, versi quick count.

“Indikasi itu menunjukkan dua hal. Pertama, pengakuan secara tidak langsung sebagai pihak yang kalah. Kedua, bersikap tidak fair serta tidak gentleman dalam kontestasi Pilkada. Karena itu, saya sudah meminta tim pemenangan di lapangan untuk secara marathon mengawal jalannya pelaporan dan proses penghitungan hingga rapat-rapat di KPU Banten,” papar Wahidin. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *