Bagaimana ‘hit and run’ kosmis membalik bulan Saturnus?

 Bagaimana ‘hit and run’ kosmis membalik bulan Saturnus?
Sebuah tim peneliti Cornell’s yang dipimpin oleh Radwan Tajeddine, memeriksa data Cassini dan menemukan bukti bahwa daerah kutub selatan aktif Enceladus —daerah yang retak yang terlihat dalam gambar citra satelit ini— mungkin awalnya lebih dekat ke ekuator musim dingin. Kredit: NASA / JPL-Caltech / Institut Ilmu Ruang Angkasa

ENCELADUS, samudera Saturnus nan super besar dan dingin, tampaknya telah ada di ujung  dari sumbu aslinya sekitar 55 derajat.

“Kami menemukan sebuah rantai daerah rendah, atau cekungan, yang menelusuri sabuk di permukaan bulan yang kami percaya adalah fosil sisa-sisa ekuator dan kutub sebelumnya,” kata Radwan Tajeddine, seorang astronom di Cornell University dan staf  pencitraan gambar Cassini.

“Pola mereka mencerminkan variasi spasial pada kulit es, konsisten dengan berbagai fitur geologi yang terlihat pada citra gambar yang diberikan Cassini.”

Di ujung selatan bulan ini, jet aktif mengeluarkan uap air (juga senyawa organik, gas, garam, dan silika) melalui ventilasi dari samudra yang jauh di bawah permukaan kerak es di bulan. Ini adalah tempat yang secara teknis dikenal sebagai medan kutub selatan, dan para astronom telah menjuluki fraktur “Stripes” yang panjang dan geologis aktif —kira-kira panjangnya sekitar 80 mil dan lebarnya sedikit lebih dari satu mil.

Asteroid mungkin telah menyerang wilayah kutub selatan di bulan Saturnus ini, saat mendekati khatulistiwa di masa lalu, kata Tajeddine, penulis utama studi di jurnal Icarus.

“Aktivitas geologi di daerah ini tidak mungkin diprakarsai oleh proses internal. Kami berpikir bahwa, untuk mendorong reorientasi bulan yang begitu besar, mungkin saja ada dampak di balik pembentukan medan anomali ini. ”

Dengan goyah, reyot, dan tidak stabil setelah pukulan asteroid, fisika rotasi Enceladus pada akhirnya akan mengubah stabilitas, sebuah proses yang mungkin akan memakan waktu lebih dari satu juta tahun. Untuk melakukan itu, poros utara-selatan perlu diubah-sebuah mekanisme yang disebut “pejalan sejati kutub.”

Fitur topografi dan geologi Enceladus dapat dijelaskan melalui proses geofisika, namun kutub utara dan selatan bulan sangat berbeda. Selatan aktif dan secara geologis muda, sementara utara ditutupi kawah dan tampak jauh lebih tua.

“Perbedaan citra yang dihasilkan Cassini, setelagh  mengamati antara kutub utara dan selatan, tetap aneh,” kata Tajeddine.

“Awalnya, kutub Enceladus sama, kurang lebih sama, sebelum terjadi pemberat kutub sejati. Hipotesis pengembaraan polar sejati tampaknya sangat masuk akal saat kita melihat gabungan antara pola tertinggi dan terendah di permukaan bulan, tampilan fisik dari fitur permukaan dan perbedaan antara kutub saat ini. ”

Sumber: Universitas Cornell

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *