Connect with us

Kolom

Menyelam Kedalaman “Hong Wilaheng”

Published

on

Eko Hand

Hooooong …..

Satu kata diucap panjang dan biasanya diulang 3 x memiliki pemaknaan membawa pada kondisi meditatif yang mendalam. Hong tidak memiliki terjemahan baik dalam bahasa sekarang atau dalam bahasa kawi sekalipun. Hanya bagi para pejalan sunyi dan pelaku keheningan yang telah memiliki kepekaan batinlah yang bisa merasakan daya guna Hong. Dengan konsentrasi kesungguhan rasa, mendengungkannya.

Hong pertama adalah memberikan vibrasi keselarasan yang akan menghentikan hiruk pikuk alam kasunyatan (arcapada), menata kekacauan pikiran, kekacauan diri dan meredam kekacauan seluruh unsur alam kasunyatan menuju keselarasan.

Jika di suatu tempat baru yang sudah sangat lama tidak dikumandangkan Hong, tentu akan menimbulkan reaksi nyata, biasanya berupa tiba-tiba angin berdesir secara acak atau bisa juga berupa sesaat terjadi reaksi binatang merespon saling menyahut, tokek hutan, ayam, burung dan binatang-binatang lainnya merespon riuh sesaat kemudian diam dan hening. Dalam keheningan itulah gerbang jagat samar (dimensi gaib) terbuka.

Hong kedua berdaya guna untuk menata batin, Jagat Samar / alam gaib (Madyapada) untuk selaras pikiran, batin, Sukma, leluhur dan entitas samar (gaib) di seluruh alam raya. Bagi para pejalan sunyi yang terasah kepekaannya akan memahami konstelasi keselarasan pada jagat samar (gaib) ini begitu indah tertata.

Hong ketiga berdaya guna untuk keselarasan tiga jagat, jagat nyata (arcapada), jagat samar (madyapada) dan jagat maha samar (mayapada). Ketiga jagat saling terhubung dalam keselarasan. Sehingga seluruh alam raya pun terhubung dengan prosesi upacara (ritual) yang sedang berlangsung.

Wilaheng berakar pada makna fokus menggerakkan atau mendaya gunakan kekuatan alam semesta untuk kondisi selaras, tenang, hening, tertata, terukur dan tepat sasaran.

Awignam memiliki arti seluruh upacara (ritual) berjalan lancar dijauhkan dari halangan dan rintangan sekecil apa pun.

Astu bermakna segala permohonan akan terwujud, keinginan menjadi kasunyatan.

Namo (sembah/hormat)

Siddham (berhasil/tercapai).

Secara keseluruhan dapat dimaknai :

“Menata diri dan menyelaraskan diri memasuki ruang hening meditatif agar bisa terhubung dengan segenap ruang arcapada, ruang madyapada dan mayapada, “Diam yang membuka diri terhadap keterhubungan dengan alam raya dan seluruh unsur-unsur di dalamnya.”

Rahayu.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement