12 Jenis Makanan Pendongkrak Produksi ASI

 12 Jenis Makanan Pendongkrak Produksi ASI

AIR susu ibu (ASI) eksklusif sangat disarankan kepada ibu-ibu yang tengah menyusui bayinya  agar asupan gizi dan kesehatan si buah hati lebih terjamin. Memang, kadang ada kendala bagi sejumlah ibu yang menyusui dengan masalah produksi ASI-nya.

ASI bagi bayi sangat bermanfaat, di antaranya mereduksi risiko anak terkena asma, alergi, penyakit yang berhubungan pernapasan, serta mencegah terjadinya infeksi pada alat pendengaran. Selain itu, menyusui juga berguna dalam membangun hubungan atau ikatan fisik dan psikologis antara bunda dan anandanya.

Berikut beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI bagi ibu yang sedang menyusui:

  1. Bawang putih, dapat meningkatkan laktasi pada ibu yang sedang Kandungan senyawa dalam bawang putih, akan membantu Ibu memproduksi ASI lebih lancar.  Mengkonsumsi bawang putih (lebih baik mentah), juga bisa mencegah kanker.
  2. Kacang Almon, termasuk juga  kacang kenari dan kacang mete, sangat baik untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Untuk sebiji kacang almon terdapat protein serat, vitamin, mineral dan antioksidan. Zat-zat gizi tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi. Almond juga dikenal mengandung  kalsium
  3. Ubi Jalar, dikenal kaya kalium dan  karbohidrat tinggi, sehingga membantu Ibu tetap energik. Jenis umbi-umbian ini memiliki kandungan vitamin C, B-kompleks dan
  4. Jeruk, merupakan sumber vitamin C untuk ibu dan ASI yang akan dikonsumsi bayi. Riset menunjukkan, kandungan vitamin C di dalam ASI berhubungan dengan asupan vitamin C si ibu. Selain vitmin C, jeruk juga mengandung nutrisi lainnya: vitamin A dan B, kalsium, magnesium, kalium dan fosfor. Kandungan nutrisi itu akan meningkatkan  sistem kekebalan tubuh serta memulihkan berat badan Ibu pasca persalinan. Catatannya, jangan makan jeruk berlebihan, karena kandungan asam sitrat bisa memicu perut si bayi kembung, sehingga bikin ia  rewel.
  5. Telur (kuning telur) mengandung vitamin D, yang bermanfaat  baik buat  bayi yang baru lahir. Kuning telur punya  kandungan protein bermutu  baik, sehingga cocok buat ibu menyusui. Menurut  American Journal of Psychiatry, asupan kolin yang baik (yang dikandung kuning telur) baik pada saat  hamil maupun saat menyusui, ke depannya mampu memberi proteksi bayi dari berbagai penyakit.
  6. Salmon bagus karena menjadi sumber protein dan DHA ( yang sejenis dengan asam lemak omega-3) yang amat diperlukan dalam perkembangan sistem saraf. Mengonsumsi dua porsi salmon dalam sepekan  selama masa kehamilan, bisa mendongkrak pasokan asam lemak, yang amat penting bagi bayi.
  7. Aprikot, memiliki kandungan nutrisi  tertentu, yang bisa memulihkan keseimbangan kadar hormon dalam tubuh. Dengan kandungan kalsium dan serat yang tinggi,aprikot bisa bantu lancarkan ASI.
  8. Wortel yang mengandung vitamin A, sangat membantu kesehatan janin dan bayi yang baru lahir. Mengonsumsi wortel akan membantu pematangan organ paru-paru bayi. Dengan kandungan nutrisi alfa dan beta-karoten, wortel bisa meningkatkan kesehatan payudara dan air susu ibu.
  9. Bayam dan sayuran hijau lainnya, harus dikonsumsi ibu menyusui untuk membantu perkembangan kesehatan bayi. Kandungan antioksidan dalam bayam, bermanfaat meningkatkan daya imunitas dalam tubuh Kandungan folat dalam bayam, bahkan dapat mencegah terjadinya kecacatan pada janin. Jadi, sebaiknya sejak hamil, ibu-ibu perlu mengonsumsi bayam secara rutin. Bayam pun dapat mendorong percepatan recovery ibu pasca persalinan. Catatan: lebih baik konsumsi bayam yang matang.
  10. Beras Merah diketahui sangat baik buat ibu menyusui, karena kandungan nutrisinya lebih baik daripada beras putih. Beras merah jauh lebih kaya akan serat dan gizinya. Mengonsumsi beras merah membuat ibu merasa kenyang lebih lama, sehingga akan membantu menjaga konsistensi tingkat gula darah. Kalori hasil  beras merah, mendorong peningkatan produksi air susu yang berkualitas.
  11. Daun katuk (katu: Jawa) mengandung nutrisi yang cukup lengkap seperti kalsium, fosfor, vitamin (A, B, C, K), protein, serat, besi, kalium dan magnesium. Selain bermanfaat untuk memperlancar produksi ASI, kandungan 2,8% kalsium pada daun katuk juga dapat mencegah osteoporosis dan penyakit tulang belakang bagi si ibu dan bayinya.
  12. Labu, baik labu botol, labu siam maupun labu kuning (parang) secara alami dapat meningkatkan produksi ASI. Jenis sayuran ini memiliki kandungan gizi tinggi dan mudah dicerna, sehingga mencegah sembelit. ***
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *