Tatapan Kosong Tan Yok Tjay

 Tatapan Kosong Tan Yok Tjay
Meilani Sugiarto alias Cik Me Me, generasi penerus yang inovatif.

Lunpia di Tengah Prahara Cinta (2)

LELAKI tua berkaos oblong, asyik merokok di pojok pusat oleh-oleh Lunpia Delight, Jl Gajahmada, Semarang. Tatapannya kosong ke arah area parkir. Entah apa yang ada di benaknya. Ekspresi siang hari itu, bukan ekspresi yang siap bertegur sapa, apalagi untuk diajak ngobrol dan bercanda. Siapa sangka, lelaki itu ternyata sang maestro chef lunpia, Tan Yok Tjay.

Itu pun diketahui setelah Suradi mulai dengan ocehannya. “Yang duduk di sebelah Bapak tadi, itu bosnya. Itu bapaknya Cik Me Me,” katanya. Sempat terbersit di benak, “So what…? Tap dari Suradi kemudian mengalir kisah yang sepertinya sarat sejarah. Betapa, sang mater chef itu adalah keturunan langsung dari leluhur Tjoa Thay Joy dan Mbok Wasi, kreator penganan gulungan dengan isian daging, rebung pada tahun 1870. Ia terbilang generasi kedua, dan awalnya dikenal dengan brand Lunpia Mataram.

Nama sang master berkibar tahun 80-an. Kini, penganan hasil padu-padan resep Tiongkok dan Jawa itu, sudah diteruskan oleh Cik Me Me atau Meliani Sugiarto. Perempuan cantik berdarah asli penemu lunpia itu kini terus mengukir prestasi lewat perjuangannya mempertahankan makanan lokal khas Kota Semarang itu.

Cik Me Me sendiri seorang sarjana Akuntansi, dan merupakan putri bungsu sang maestro chef Tan Yok Tjay. Sejak remaja, ia sudah masuk dapur lunpia ayahnya. Bahkan tak jarang ia ikut mendorong gerobak perangkat dagangan lunpia sang ayah di tepi Jalan Mataram, Semarang. Sejak kecil pula, jari-jemarinya yang lentik itu sudah piawai menggulung lunpia, melayani pesanan pelanggan.

Berbekal pengalaman panjang, serta turunan ilmu langsung dari sang master, kemudian ia mengembangkannya dalam aneka varian. Rahasia utama cita rasa lunpia, terletak pada kualitas rebung. Selebihnya, soal kreasi. Jadilah kini, di bawah bendera Lunpia Delight, Cik Me Me menawarkan enam menu istimewa.

Keenam varian itu adalah: Lunpia Raja Nusantara (rasa jamur Nusantara), Lunpia KaJaMu (kambing jantan muda), Lunpia Fish Muda, Lunpia Fish Kakap, Lunpia Crab, dan Lunpia Original & Plain. Prestasi Cik Me Me kemudian diapresiasi oleh Leprid (Lembaga Prestasi Indonesia) dengan pemberian penghargaan. Walikota Semarang bahkan tak kurang mengapresiasi sekaligus berterima kasih, karena Cik Me Me telah mampu menjadikan kota Semarang semakin menarik bagi wisatawan berkat menu lunpia kreasinya.

Siapa sangka…. Si cantik Meilani alias Cik Me Me ini pernah dilanda prahara cinta. (Bersambung)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *