Seringai Pakai Masker Tengkorak

 Seringai Pakai Masker Tengkorak

Seringai. (IG seringai_official)

JAYAKARTA NEWS – Penanganan krisis akibat pandemi masih berlanjut. Waktu terus berjalan dan para pelaku seni harus bekerja dan berpentas. Meski harus memakai masker dan mengatur jarak. Kalau tidak berkarya, dapur tidak ngebul.

Opera Jawa Ramayana di candi Prambanan terus bergulir. Tari Kecak di Art Center Bali disuguhkan walau tanpa penonton. Yang unik, mereka para penari dan musisi gamelan wajib mengenakan masker guna mematuhi prokes. Lalu, bagaimana dengan musik pop dan hard rock? Sama saja. Baik berpentas di panggung maupun rekaman yang berAC, para musisi harus mengenakan masker.

Empat punggawa band beraliran doom metal, Seringai ketika rilis video musik animasi Sci-fi berjudul ‘Ishtarkult’ featuring Danilla Riyadi, juga bermasker. Tapi maskernya bergambar dan berbentuk tengkorak.

Saat ini, Seringai diperkuat 4 musisi muda, yaitu Arian 13 (vokal), Ricky Siahaan (gitar), Sammy Bramantyo (bas) dan Eddy Khemod (drum). Difasilitasi Jagermeister, Seringai pertama kali membuat video musik berformat 3D via kanal YouTube Seringai Official.

Proyek video ini digarap selama empat bulan di Afterlab, Bandung. Sebelumnya, Afterlab mengerjakan video animasi bertajuk ‘Si Kancil’ yang merupakan bagian dari eko sistem Visinema. “Video animasi ini diadaptasi dari lirik lagu ‘Ishtarkult’ yang ditulis oleh Arian13 dan tampil vokalis tamu Danilla Riyadi.

Lagu bergaya doom metal berdurasi 5:20 ini adalah single ketiga yang dicomot dari album ‘Seperti Api’ yang dibuat 2018. Doom metal adalah bentuk musik heavy metal dengan tempo yang lebih lamban dan sistem gitar yang dibuat rendah namun distorsinya lebih gelap. “Proyek ini hasil keroyokan kita semua dan menjadi progesi natural untuk Seringai,” kesan Eddy Khemod, drumer.

Diakui, Seringai memang cukup lama vakum manggung. Justru tatkala pandemi Covid 19 merebak, mereka malah produktif. “Kita rehat lamaan. Yah… ngapain di rumah terus kalau enggak berkarya dan menulis lirik lagu,” imbuh Eddy Khemod.

Lagu ‘Ishtarkult’ yang penuh mitos ini bercerita ihwal pemimpin sekte Sumeria dan para pemujanya saat bertemu Dewi Ishtar yang anggun memesona di gurun tandus Mesopotamia. Alih-alih tebar harapan dan kemakmuran, kedatangan Dewi Ishtar ternyata justru membawa malapetaka bagi semua. “Ishtar itu perwujudan dewi kesuburan, cinta, perang dan seksual. Ini berasal dari mitologi Babilonia yang bernuansa science fiction (sci-fi),” tandas Khemod sembari berpamit akan mempersiapkan rekamannya. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *