Presiden: Dunia Sudah pada Kondisi yang Mengerikan

 Presiden: Dunia Sudah pada Kondisi yang Mengerikan

Presiden Jokowi pada acara Silatnas PPAD, Jumat (5/8/2022)/foto: tangkap layar youtube setpres

JAYAKARTA NEWS— Situasi ekonomi dunia sedang berada pada posisi yang tidak mudah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dana Moneter Internasional (IMF), hingga Bank Dunia memprediksi akan ada 60 negara yang ekonominya ambruk dan 320 juta orang akan menderita kelaparan akut.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan dalam pada pembukaan Silaturahmi Nasional dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Tahun 2022, yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Jumat (05/08/2022).

“Ini saya sampaikan apa adanya karena memang posisi pertumbuhan ekonomi semuanya tidak hanya turun, tapi anjlok semuanya, turun semuanya. Singapura, Eropa, Australia, Amerika, semuanya pertumbuhan ekonominya turun, (sedangkan) inflasinya naik, harga-harga barang semuanya naik. Inilah kondisi yang sangat, kalau boleh saya sampaikan, dunia sekarang ini sudah pada kondisi yang mengerikan,” ujarnya.

Presiden lantas bercerita dirinya bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, juga bertemu dengan para pimpinan  lembaga-lembaga internasional serta para Kepala Negara G7. “Saya tanya, sebetulnya dunia mau kemana? Beliau-beliau menyampaikan, ‘Presiden Jokowi tahun ini kita akan sulit’. Trus kemudian seperti apa? Tahun depan akan gelap!” Tutur Presiden mengulang percakapan tersebut.

Presiden mengingatkan, apa yang dijalaskannya itu bukan tentang Indonesia tapi dunia. “Hati-hati, ini bukan Indonesia, ini dunia. Bukan Indonesia yang saya bicarakan tapi dunia,” tegas Jokowi.

Semua negara, lanjutnya, pada saat ini berada dalam keadaan yang tidak mudah. Baik Sekjen PBB, IMF juga Bank Dunia menyampaikan bahwa aka nada 60 negara yang akan ambruk ekonominya. Dan sekarang sudah mulai satu persatu. Angkanya adalah 9 negara lebih dahulu, kemudian 25 negara, lalu 42 negara. “Mereka sudah secara detail mengkalkulasi,” ungkap Jokowi.

Apa yang dikhawatirkan itu, tandasnya, betul-betul kita lihat. Sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut dan sebagian sudah mulai kelaparan. “Saya sampaikan apa adanya,” ucap Jokowi.

Karena memang posisi pertumbuhan ekonomi semuanya, bukan hanya turun tapi anjlog. Turun semuanya. Singapura, Eropa, Australia, Amerika, semuanya. Pertumbuhan ekonominya turun tapi inflasinya naik, harga barang semuanya naik. “Kalau boleh saya sampaikan dunia sekarang sudah pada kondisi yang mengerikan. Amerika yang biasanya kenaikan barang atau inflasi berada pada posisi 1 persen, hari ini sudah berada di 9,1 persen,” ujarnya

Uang Pensiun Purnawirawan TNI

Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian para purnawirawan selama aktif bertugas maupun setelah menjadi purnawirawan.

“Saya tahu pengabdian Bapak, Ibu Purnawirawan tidak pernah berhenti. Selama aktif sebagai anggota TNI, selalu berbuat terbaik dalam menjalankan tugas. Dan setelah purnatugas pun, juga tidak pernah melepaskan hati dan pikiran untuk negeri kita yang kita cintai ini. Untuk itu, saya menyampaikan atas nama rakyat dan pemerintah, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Presiden.

Presiden juga menyinggung soal besaran uang pensiun purnawirawan TNI, utamanya yang berada di wilayah Jabodetabek, masih dirasa kurang. Untuk pensiunan dengan pangkat tamtama berada di angka Rp2,6 juta, pangkat bintara Rp3,5 juta, dan pangkat perwira pertama Rp4,1 juta.

“Saya tahu, saya tahu, apalagi (bagi) yang berada di Jabodetabek angka ini adalah angka yang memang masih sangat kurang,” ujarnya.

Presiden akan membicarakan hal ini dengan Menteri Keuangan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada pada posisi yang tidak mudah sehingga pemerintah akan berhitung terlebih dahulu sebelum memutuskan kenaikan penghasilan bagi para purnawirawan.

“Saya tidak janji karena, tadi saya sampaikan, bahwa APBN kita berada pada posisi yang tidak mudah. Tetapi pulang dari sini saya akan panggil Menteri Keuangan, akan saya ajak hitung-hitungan. Kalau nanti hitung-hitungannya sudah final, akan saya sampaikan kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-Saudara sekalian,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Ketua UMUM PPAD Letnan Jenderal (Purn) Doni Monardo. (din)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.