Penanganan Covid 19 Dikritik Media Australia, Ini Kata DPR

 Penanganan Covid 19 Dikritik Media Australia, Ini Kata DPR

medical animation coronavirus structure–sumber foto wikipedia org

JAYAKARTA NEWS—Kritik penanganan Covid 19 di Indonesia beberapa kali dilancarkan oleh Australia. Yang terbaru kritik datang dari The Sidney Morning Herald yang menganggap penanganan Covid 19 di Indonesia buruk dan dapat memicu munculnya pusat sebaran (hotspot) Covid 19 yang baru.

Sejumlah pihak di Indonesia  memilih tidak menanggapi kritik tersebut. Menurut mereka yang terpenting adalah bekerja sebaik mungkin agar bisa menangani permasalahan ini dengan semakin baik. “Silakan mau ngomong apa saja,” tegas Juru Bicara Pemerintah untuk Covid 19, Achmad Yurianto.

Hal senada juga diucapkan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia berharap pemerintah tidak ambil pusing dengan berbagai kritik yang dilancarkan media asing, sebaiknya tetap fokus dalam penanganan Covid 19.

“Kita anggap sebagai kritik membangun, sebagai vitamin untuk kita, sebagai penyemangat bagi Pemerintah Indonesia, untuk lebih bersemangat dalam meningkatkan kinerja,” ucapnya kepada wartawan.

Semangat tersebut, lanjutnya sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id,  harus ditingkatkan menjadi prestasi. Untuk itu, Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI ini mengajak masyarakat Indonesia untuk membuktikan diri dengan prestasi-prestasi sehingga mampu menangani pandemi Covid-19 dengan baik.

Dasco juga menegaskan, sejak dulu media Australia sudah seringkali mengkritik kebijakan Pemerintah Indonesia. “Sejak kapan media Australia memuji-muji pemerintah Indonesia? Dari dulu media Australia selalu mengkritisi pemerintah Indonesia,” tandas politisi Partai Gerindra ini.

Sebagaimana diketahui, media Australia, The Sydney Morning Herald pada tanggal 19 Juni 2020 memuat berita dengan judul The world’s next coronavirus hotspot is emerging next door. Dalam  berita tersebut ditulis ‘Sebagian besar negara-negara Asia Tenggara telah berhasil meratakan tingkat infeksi coronavirus mereka, tetapi Indonesia kalah dalam pertarungannya dengan Covid-19’.

Untuk diketahui, saat ini ada sekitar 139 laboratorium yang telah beroperasi melakukan pemeriksaan spesimen. Pemeriksaan per-hari bisa mencapai 20.000 –an. Menurut Yuri, peningkatan pemeriksaan spesimen akan terus dilakukan.***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *