Entertainment
Ozora: Perjuangan Ayah Lawan Ketimpangan Hukum
JAYAKARTA NEWS— Sutradara Anggy Umbara dan Bounty Umbara membuat film yang didasarkan pada kisah nyata. Berjudul ‘Ozora : Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel’ yang akan beredar 4 Desember 2025 ini berkisah ihwal ‘bullying’ dan ‘power abuse’ (penyalahgunaan kekuasaan) dan perjuangan seorang ayah melawan ketimpangan hukum.
“Film ini menyoroti realita pahit yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujar Anggy Umbara yang sukses memfilmkan kisah nyata Vina dan Eky yang jadi korban pembunuhan di Cirebon dalam film ‘Sebelum 7 Hari’.
Ozora penuh nuansa emosional. Seorang ayah bernama Jonathan Latumahina (anggota Banser NU) yang ‘dipaksa’ menghadapi ketidakadilan hukum yang mengguncang publik.
Ini membuka luka sosial yang lama tersimpan. Tentang sistem pengadilan yang rapuh dan merugikan masyarakat ketika anaknya yang mualaf bernama David Latumahina menjadi korban aniaya anak pejabat tinggi.
David dibawa ke Rumah Sakit dalam kondisi koma dan kasus penganiayaan ini cepat tersebar ke masyarakat.
Anggota Banser dan ormas Nahdlatul Ulama (NU) bergerak dan menanyakan ke kantor polisi karena si pelakunya bernama Dennis bebas bermain gitar dan bercanda dilindungi polisi berkat kedudukan ayahnya di kantor Kementerian.
‘Ini simbol ketimpangan Hukum’ bunyi poster dan spanduk yang dibentangkan ratusan anggota Banser NU.
Seluruh pimpinan dan kiai NU menggelar doa kesembuhan untuk David.
Bahkan, doa lintas agama (Protestan, Katolik, Hindu Bali, Budha dan Khonghucu) ikut berperan serta mendoakan kesembuhan David yang tak bersalah.
Pihak penguasa dan petinggi Kementerian berusaha segala cara ke Jonathan untuk jalan damai. Namun, sogokan, trik dan suapan ini tak berhasil.
“Pengadilan jalan satu-satunya !,” teriak Jonathan yang percaya masih ada pengacara jujur di Republik ini. Dan dinamika konflik serta perdebatan bisa ditemui di persidangan.
Pemeran Jonathan yaitu Chicco Perikho berakting intens dan apik.
“Jujur, saya benar-benar emosional dan meneteskan air mata yang bukan tangis buaya. Saya berakting sepenuh hati dan wajar,” aku Chicco Jerikho kepada penulis usai galprem Ozora di XXI Epicentrum, Jakarta.
“Saya tak membesarkan anak menjadi bajingan,” kata Jonathan bersaksi di hadapan Hakim Ketua.
Lain lagi pengalaman Muzakki Ramdhan, aktor remaja berbakat yang dipercaya menjadi David Latumahina.
Di satu adegan mimpi, David bersua dengan Gus Dur (Ketum Tanfiziah NU) yang telah lama berpulang, di jembatan Siratal Mustaqim.
“Ananda David. Kamu belum saatnya berada di sini. Kamu masih banyak tugas. Pulanglah ke duniamu,” pinta Gus Dur yang wajahnya sengaja dikaburkan.
Adegan fiktif dan hanya terjadi di alam mimpi ini sangat artistik dan menyentuh kalbu.
Peran antagonis Rafael Alun mampu dimainkan Mathias Muchus meski dia menjadi sasaran makian penonton.
Rafael Alun di ending ditangkap aparat karena kasus korupsi dan dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.
Sedangkan anaknya yang melakukan aniaya, Mario Dandy divonis 12 tahun penjara.
Ozora juga bakal dirilis di negara jiran Asean yaitu Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam tanggal 26 Januari 2026.
Pemeran lain di film ini juga bermain cemerlang seperti Tika Brivani, Donny Damara, Mathias Muchus, Hanna Saraswati, Sinyo Riza, Erdin Werdrayana, Jenny Zhang, Rizky Hanggono, Martin Anugrah, Annisa Kaila dan masih banyak lagi. (ipik)
