Milad 8 DFI – Kampanye Ayo ke Bioskop

 Milad 8 DFI – Kampanye Ayo ke Bioskop

Nonton Film Indonesia itu cerdas (foto Ipik)

JAYAKARTA NEWS – Pandemi Covid 19 merupakan pukulan berat bagi pengusaha bioskop. Hampir satu setengah tahun bioskop diharuskan tutup dan setelah dibolehkan buka, hanya 50% dan kini 75%. “Secara bisnis, kami rugi besar. Dan ekonomi terhenti. Karena bioskop adalah ujung tombak perputaran bisnis film di Indonesia,” ujar Ody Mulya Hidayat selaku produser Max Pictures dalam acara milad (hari lahir) ke delapan kelompok Demi Film Indonesia (DFI) di CGV Grand Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Tatkala pandemi mulai reda dan Jakarta dinyatakan zona hijau, ekonomi mulai menggeliat lagi. Dan bioskop boleh buka kembali. Penonton mulai berbondong ke bioskop. Kemudian berbagai festival film dihelat, antara lain FFI, FFWI, FFB, Balinale FF, Madani FF serta terakhir Jogja Netpac Asia International Film Festival (JAFF) di Jogjakarta. “Kami dari insan film menaruh harapan kepada komunitas DFI yang anggotanya hampir mencapai 300an orang. Semoga langgeng dan bisa mengeksplore film Indonesia. Yuk kita bersama kampanyekan ke bioskop, menonton film nasional,” urai Ody Mulya Hidayat yang sukses membuat film ‘Dilan 90’ (menggaet 6 juta lebih penonton) dan sekuel ‘Dilan 1995’ yang juga menggiring hampir 5 juta penonton.

Saat ini, paska redupnya pandemi, belum ada film Indonesia yang meraih Box Office (BO) yang mencapai diatas 1 juta penonton. Memang berat pukulan pandemi yang meluluhlantakkan roda ekonomi nasional.

Bagaimana cara menggerakkan kelumpuhan ekonomi khususnya film dan bisnis bioskop yang menjadi barometer ini. “Desember yang biasanya merupakan bulan panen film di penutup tahun kini sepi. Meski tiap Kamis diputar 2 film nasional, toh saya masih sedih karena belum ada film nasional yang meraih BO,” pungkas Ody Mulya Hidayat yang berharap Desember 2022 mendatang ‘bulan panen film’ akan terjadi.

Dalam acara Kampanye Film Nasional tersebut juga  dihadirkan para panelis lain yaitu Albert dari kelompok bioskop Cinepolis, Candra Wibowo dari PFN, Nuzul K yang mewakili tim Alif Direktorat PMM Kemdikbudristek, Djony Syafruddin selaku Ketua GPBSI (organisasi pengelola bioskop) dan Putri Ayudya dari kalangan artis.

Dipandu host Yan Wijaya dan Arul Muchsen sebagai pendiri DFI, acara kampanye film – yang diseling dengan pemutaran 12 trailer film nasional yang akan tayang –  ini juga disesaki pengunjung dari pihak pengelola bioskop, pengamat, artis dan penikmat film milenial. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *