Maskapai Berciri Pramugari Berbikini akan Layani Ho Chi Minh – Denpasar

 Maskapai Berciri Pramugari Berbikini akan Layani Ho Chi Minh – Denpasar


RENCANA Vietjet Air yang akan melayani penerbangan langsung Kota Ho Chi Minh (HCMC) ke Jakarta, segera memunculkan pertanyaan sensitif, mengingat maskapai berkantor pusat di Vietnam itu dikenal dengan daya tarik menampilkan pramugari dengan pakaian bikini.

Pertanyaan mendasarnya adalah, apakah layanan penerbangan ke Jakarta, Ibukota  negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia tersebut, juga dengan standar yang sama. Artinya, apakah Vietjet Air juga akan membawa pramugari dengan pakaian ala kadarnya itu.

Kalau otoritas Indonesia mengijinkan, sudah barang pasti akan memimbulkan kontroversi di masyarakat. Belum lagi di tahun politik seperti sekarang ini, hal itu pasti akan menjadi makanan empuk bagi kelompok penantang petahana dalam Pilpres. Pasti, kalau diijinkan ada parsyaratan tertentu.

Setelah berjuang cukup lama untuk dapat melayani penerbangan langsung ke Indonesia, Vietjet Air akhirnya dapat ijin dari otoritas penerbangan di tanah air.  Layanan penerbangan Vietjet ada diawali layanan penerbangan dari Ho Chi Minh City ke Denpasar pada Maret mendatang. Untuk layanan Ho Chi Minh City – Jakarta baru akan dilaksanakan pada akhir tahun 2019 ini.

Itu karena, sementara rute Indonesia mereka masih belum terwujud, maskapai yang berbasis di Vietnam mengatakan akhirnya meluncurkan rute ke Indonesia, dimulai dengan penerbangan HCMC – Denpasar pada Maret diikuti oleh penerbangan HCMC – Jakarta, sebelum akhir tahun ini.

“Untuk enam bulan pertama, kami akan membuka empat penerbangan per minggu, dan kemudian kami akan terus membuka penerbangan harian,” kata Managing Director VietJet Air, Do Xuan Quang. Penerbangan HCMC – Denpasar akan membutuhkan waktu  3,5 jam.

Maskapai berbiaya rendah asal Vietnam ini, telah mendapat ijin dari kementrian perhubungan Indonesia.  Ijin itu diberikan dengan catatan, selama  mereka meninggalkan bikini di rumah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pihaknya mensyaratkan pramugari Vietjet  untuk tidak mengenakan bikini. “Pramugari berpakaian bikini di pesawat  dianggap tidak pantas di Indonesia,” ujar Menteru  Perhubungan.

Sebenarnya, pakaian bikini bagi pramugari Vietjet juga bukan seragam reguler. Pakaian tersebut hanya dikenakan  untuk acara-acara khusus. Sekalipun demikian, pemerintah Vietnam pun bahkan telah menegur maskapai tersebut untuk tidak mengginakan hal itu dalam promosi mereka.

Tapi bisa diduga, promosi provokatifnya telah menyedot pelanggan baru. Public relation yang dimainkan Vietjet, telah mendongkrak jumlah pelanggan. Setalah promo pramugari berbikini, maskapai berbiaya rendah itu merebut  40 persen pangsa pasar domestik Vietnam pada 2018. Sukses itu telah menempatkan  CEO Vietjet  Nguyen Thi Phuong Thao, miliarder wanita pertama di negara.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *