‘Madu Murni’ – Kisah Suami yang Impoten

 ‘Madu Murni’ – Kisah Suami yang Impoten

Ammar Zoni dan Irish Bella (foto:medcom.id)

JAYAKARTA NEWS – Kondisi pandemi yang mengamuk tidak menyurutkan semangat para insan film terus berkarya. Sutradara Monty Tiwa dan produser Chand Parwez Servia dari Starvision bisa merampungkan film drama komedi bertajuk ‘Madu Murni’ dan siap dirilis di bioskop, 30 Juni 2022.

Berdasar skenario yang kocak karya Musfar Yasin, cerita film ini mengalir lancar dan hampir di setiap adegan dipenuhi gelak tawa.   Mustaqim (Ammar Zoni), eks guru ngaji kini bekerja sebagai penagih hutang dengan harapan mendapat penghasilan yang lebih banyak.

Tapi Murni (Irish Bella), isterinya, tak mau menerima pemberian uang dari suaminya. Maklum, Murni tak setuju pekerjaan suaminya yang penuh resiko dunia akhirat. Hubungan pasutri ini sudah lama tak membuahkan keturunan.

Atas saran rekannya, Rojak (Tanta Ginting), Mustaqim kawin lagi dengan Yati (Aulia Sarah). Namun, poligami ini juga tak cespleng: ‘burung’ Mustaqim tak bisa berdiri alias loyo. Impoten. Yati, isteri kedua, jadi uring-uringan.

Sudah berobat ke dukun dan menyantap torpedo kambing, burung Mustaqim tetap tak bisa tegak. Murni yang tahu suaminya kawin lagi juga uring-uringan dan marah, tak mau lagi berhubungan badan.

Bagaimana kehidupan yang mereka jalani? Potret masyarakat bawah berhasil dipindahkan ke digital secara jitu dan lihai. Dialog-dialog lugu dan sarkas juga berseliweran enak dilihat dan nyaman diresapi.

Walhasil, istilah-istilah saru yang acap dilontarkan masyarakat urban sehari-hari menjadi terbiasa dan menjadi milik kita. “Burungnya enggak bisa nga…,” berkali-kali dikeluhkan Murni dan penonton ketawa ngakak.

Penulis skenario Musfar Yasin menjelaskan bahwa ‘kisah Madu Murni dimaksudkan mengajak kita untuk menertawakan diri sendiri jika kita sendiri yang mengalaminya. “Mengajak kita berempati jika orang lain yang mengalaminya,” kata Musfar Yasin. “Setiap orang memiliki komedi hidupnya sendiri. Setiap orang lucu. Setiap orang pantas tertawa dan ditertawakan. Semoga di ujung gelak tawa menyisakan renungan,” imbuhnya berfalsafah.

Sebelum syuting, digelar diskusi panjang. Ihwal pemilihan pemain, akan melibatkan aktor atau komika? Tapi Monty Tiwa menyarankan pakai aktor yang pasutri beneran di dunia nyata yaitu Ammar Zoni dan Irish Bella. Kemudian ada Aulia Sarah (Yati) sebagai madu dari Murni.

Diperkuat oleh ensembel pemain lintas generasi dan kawakan, seperti Tanta Ginting, Ira Wibowo, Jaja Mihardja, Yayu Unru, Meriam Bellina, Epy Kusnandar, Mo Sidik, Joe P Project dan segerobak pemain lain yang bermain natural. Penata musik Andi Rianto tak ketinggalan melengkapi ruang-ruang visual film yang semakin hidup dan moncer.

Dan juga peranan Tepan Kobain dan  Angga Prasetyo sebagai penata artistik sangat apik mengisi set lokasi yang keren dan realis. Perpindahan plot cerita menjadi adegan yang bernas pas direkam gambarnya oleh penata kamera Jimmy Fajar berhasil menyuguhkan realita lingkungan perkampungan yang padat dan realis.

Last but not least, penyutradaraan Monty Tiwa yang prima, piawai menggiring kita ke situasi nan menggugah emosi. Berkelindan antara haru, tawa nan kocak menggelikan yang dibungkus satire sosial nan kritis. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.