LTBA 13-16 Otober 2022: Bagian dari World Tourism Day

 LTBA 13-16 Otober 2022: Bagian dari World Tourism Day

CEO Rudy Project Indonesia, Julita M Saragih/foto: istimewa

JAYAKARTA NEWS— Event bersepeda LTBA (Lake Toba Bike Adventure) 2022 di Sumatera Utara 13 hingga 16 Oktober 2022, dilaksanakan dalam rangka ikut memperingati Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day). Gowes 200 KM seputar Danau Toba sambil plesiran sekaligus foto-foto yang digagas Rudy Project Indonesia dan Arras Adventure .

Rangkaian kegiatan sendiri sudah dimulai awal September lalu, dengan dilaksanakannya road to LTBA di berbagai kota ; Jakarta, Makasar, Tangerang, Medan dan Palembang. Mengkampanyekan hidup sehat lewat sepeda sekaligus mempromosikan keindahan alam Danau Toba dan Kota Medan.

Sebelum ke Danau Toba, peserta mengawali gowes dalam kota Medan, mengunjungi beberapa destinasi yang ada. Start dari Lapangan Banteng dan finis di Istana Maimun guna melihat sunset. Matahari terbenam, di mana Sang Surya menghilang di bawah garis cakrawala. Memancarkan semburat warna oranye yang disebabkan kombinasi rayleigh warna biru dan tingkat kepadatan atmosfer.

Hari pariwisata dunia sendiri diperingati pelaku pariwisata seluruh dunia, setiap September. Dicanangkan UNWTO (United Nations World Tourism Organization), untuk mendorong perkembangan pariwisata dunia, termasuk Indonesia. Bulan ini dipilih karena cocok dengan mulainya musim libur di belahan bumi bagian selatan dan berakhirnya musim libur di belahan bumi bagian utara.

Dalam perbincangan, CEO Rudy Project Indonesia, Julita M Saragih, menyambut gembira acara yang digagasnya jadi bagian hari pariwisata dunia. Bukti, alam Indonesia indah dan layak jadi daerah tujuan wisata baik dalam maupun luar negeri.

“Terima kasih Mas Menteri Sandiaga Uno dan Kementerian Parekraf yang menunjuk kegiatan ini bagian dari hari pariwisata dunia,” katanya.

Mantan pramugari itu, selama ini dikenal pribadi yang tak henti-hentinya mengekplorasi obyek wisata tanah air. Pegiat olahraga, aktivis sosial dan pemerhati budaya sekaligus. Sering mensupport event melalui produk unggulan kaca mata dan helem Rudy Project. Karena kualitasnya sering dipakai atlet nasional dan kelas dunia.

Sesuai rundown yang dibagikan, peserta akan menyusuri spot-spot terbaik, termasuk singgah di Kota Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Kota penghasil kopi sidikalang yang melegenda, tak saja di Sumatera, tapi seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Jenis kopi robusta, keturunan spesies coffea canephora. Tumbuh subur di ketinggian 400-700 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) dengan temperatur 21-24 derajat celcius. Keasamannya terbilang rendah, sehingga cocok dikonsumsi pecinta kopi yang memiliki masalah lambung. Cita rasa pahit khas cokelat begitu kuat membuat sensasi tersendiri.

Dilansir bp-guide.id, kopi ini memang memiliki cita rasa mirip cokelat, dengan aura wangi yang tidak terlalu tajam. Teksturnya lebih kasar dari arabika, sementara warna yang dihasilkan tergantung cara pengolahannya. Ciri khas lain, daya tahan rasanya kentara, tertinggal di tenggorokan, sehingga digolongkan kopi after taste tinggi.

Guna memenuhi hasrat foto-foto, panitia juga mengajak ‘juru keker’ profesional untuk mengabadikan seluruh peserta, baik sejak kedatangan, saat gowes hingga pulang. Selama tiga hari, mereka akan standby di titik-titik tertentu untuk mengambil momen terbaik. Karyanya dinilai, yang paling bagus diapresiasi panitia.

“Biar ada kesan, tidak hilang begitu saja,” jelas Julita menutup perbincangan, sambil tak lama kemudian menambahkan, seluruh peserta dapat voucher masing-masing nilainya dua juta rupiah. “Bisa digunakan membeli semua item Rudy Project,” tegasnya. (egu-pesepeda)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.