Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Lepaskan Jerat Utang - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Lepaskan Jerat Utang

Published

on

ANDA punya utang? Saya juga. Entah mengapa, mayoritas manusia di atas bumi ini punya utang. Tidak percaya? Silakan tanya komunitas di sekitar Anda.

Nah, yang menjadi problem kalau kemudian utangnya tidak terkontrol dan menjadi masalah akut.  “Tidak ada kata terlambat untuk membuat perencanaan keuangan di saat kondisi sulit. Saya pribadi berpendapat, setiap penyakit itu pasti ada obatnya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Termasuk soal jerat utang,” ungkap Mike Rini Sutikno, perencana keuangan dari MRE (Mitra Rencana Edukasi).

Mike Rini Sutikno

Menurut Mike, yang pertama harus dilakukan adalah membuat financial check up untuk mengetahui apakah keuangan kita sehat atau tidak. “Yang paling mudah adalah, total saja utang kita dan total harta atau penghasilan kita sebulan. Kita lihat setiap bulan cicilan utang, berapa yang harus dibayar, apa sanggup kita membayarnya, “ ujar wanita kelahiran Maret 1974 itu.

Masalah utang, harus menjadi prioritas untuk diselesaikan. “Ini (utang) memang menjadi kebiasaan sebagian orang. Padahal bisa membayar lunas, namun orang lebih senang menyicil,  akhirnya terjerat utang. Fokus selesaikan agar keuangan jadi sehat,” tegasnya.

Dengan menghitung pendapatan dan kebutuhan, lalu utamakan program mencicil utang. Selesaikan itu dulu. Keuangan akan menjadi sehat, ketika utang sudah diselesaikan.

Selesai masalah utang, baru boleh menetapkan prioritas atau fokus pada dana pendidikan dan dana pensiun. “Jika dalam perjalanannya, ternyata semua itu bisa terkendali bahkan ada dana sisa, barulah bisa menabung untuk modal usaha, misalnya,” kata Mike.

“Persoalannya adalah, sebagian orang punya kebiasaan melakukan semuanya sekaligus. Ingin punya rumah, ingin dana pendidikan, dana pensiun,  dll, semuanya dikerjakan sekaligus, padahal uangnya tidak ada. Hal ini yang di kemudian hari jadi masalah,” ujar mantan pegawai bank itu. ***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement